Kesehatan
27-Mar-2006 14:11:52 WIB
KATA
Jangan Anggap Enteng Wasir



indosiar.com - Jika Anda sulit buang air besar (BAB) dan menghabiskan waktu seharian dengan duduk lama, Anda harus waspada karena bisa saja terserang wasir atau ambeien atau haemorrohoid. 

Wasir bukanlah suatu penyakit, melainkan pelebaran pembuluh darah vena pada daerah rektum dan perianal (sekitar anus). Karena bukan penyakit itulah, banyak orang yang menganggap enteng wasir. Penyebab terjadinya wasir, banyak hal dan pendapat yang menyatakannya. Antara lain, wasir disebabkan karena misalnya sering duduk dalam waktu yang lama atau seharian penuh, ada karena faktor keturunan, kehamilan, kesulitan buang air besar (sembelit) dan perubahan hormonal.

Pada kehamilan, wasir terjadi karena melemahnya kekuatan otot dasar panggul, yang paling terasa adalah setelah melahirkan apalagi bila sering melahirkan tanpa diimbangi latihan mengembalikan kekuatan otot dasar panggul (Kegel`s Exercise).  Namun inti dari penyebab wasir ada dua hal  yaitu peningkatan tekanan dan kurangnya kekuatan otot-otot dasar panggul.

Gejala wasir yang umum ditemui adalah pada saat buang air besar mengeluarkan darah namun dalam jumlah sedikit. Ada perasaan "sesuatu yang mengganjal atau keluar", sehingga menyebabkan perasaan buang air besar yang belum tuntas.

Wasir terbagi dalam dua garis. Yaitu, garis yang merupakan perpindahan dari sel-sel permukaan dinding usus (di bagian dalam disebut hemorrhoid interna) dan sel-sel permukaan kulit (bagian luar disebut hemorroid eksterna).

Hemorrhoid interna juga bisa menonjol, tergantung derajatnya yaitu :

  • hanya di dalam (tidak menonjol  keluar).  Hanya dapat dilihat dengan teropong yang disebut proktoskop/anuskop. Gejala paling jelas adalah perdarahan waktu buang air besar.
  • di dalam (bisa menonjol keluar, tapi bisa kembali masuk ke dalam dengan sendirinya). Pada derajat ini, wasir dapat masuk kembali secara spontan (tanpa dibantu tangan).
  • dan menonjol keluar dan tidak bisa lagi kembali ke dalam, tetapi biasanya tidak sakit. Keadaan ini disebut inkarserasi.

Seperti penyakit lain, diperlukan pemeriksaan yang teliti. Tahap-tahap itu adalah :

  • anamnesa atau riwayat penyakit.
  • Pemeriksaan fisik yaitu inspeksi dan rektaltouche (colok dubur). 
  •  Pemeriksaan dengan teropong yaitu anuskopi atau proktoskopi dan rektoskopi.

Pemeriksaan-pemeriksaan ini mutlak harus dikerjakan hanya jika ada rasa sakit yang kuat (misalnya karena inkarserasi). Pemeriksaan dapat ditunda hingga rasa sakit hilang dahulu. Dapat dipertimbangkan pula apakah memerlukan pemeriksaan lebih lanjut seperti roentgen (colon inloop) dan/atau colonoskopi. Kemudian pemeriksaan darah, urin, faeces sebagai pemeriksaan penunjang.

Untuk pengobatan, biasanya wasir tidak memerlukan pengobatan. Namun jika sudah menyakitkan, pengobatan tetap diperlukan. pada saat pengobatan untuk menentukan tindakan lebih lanjut, pemeriksaan ditentukan jenis hemorrhoid dan derajat keparahan, kemudian dilakukan Digital Rectal Examination (DRE) oleh dokter.

Ada dua macam pengobatan yang dapat dilakukan yaitu :

  1. Tanpa operasi (oninvasiv) 
  2.  dengan cara operasi (invasiv).

Untuk pengobatan tanpa operasi bisa dilakukan dengan cara memberi salep dan/atau suppositori, yang dapat mengurangi keluhan subyektif meski tidak dapat menyembuhkan wasir. Bisa juga memberikan suntikan dengan sklerosing agent, yang  dapat diberikan pada derajat keparahan I-III dan kadang-kadang juga pada derajat IV. Prinsip dari obat suntikan ini adalah menyumbat pembuluh darah dan mengecilkan bantalan pembuluh darah.

Sedangkan pengobatan dengan operasi, dilakukan pada derajat III dan IV. Keberhasilan operasi lebih bagus dibandingkan tanpa operasi, artinya kemungkinan kambuh kembalinya wasir lebih kecil.  Namun jika dioperasi, penderita harus dirawat dan dilakukan dalam pembiusan. Perlu diingat,  hanya 20 persen dari penderita wasir yang memerlukan penanganan dengan operasi sedangkan 80 persen lainnya dapat diobati tanpa operasi.(berbagai sumber/Idh)

Nama:
Email:

More KATA:
[ more Kata ]
© 2008, INDOSIAR.COM | QUICK MENU :