
Diterjemahkan dari The Kite Runner
Karya Khaled Hosseini
Penerjemah : Berliani M. Nugrahani
Penyunting : Pangestuningsih
Proofreader: Herlina Sitorus
Penerbit : Qanita
Tebal : 618 halaman
"Sesuatu yang terjadi dalam beberapa hari, kadang-kadang bahkan dalam sehari, bisa mengubah keseluruhan jalan hidup seseorang."
Demikian tulisan Khaled Hosseini dalam halaman pembuka novel terjemahan "The Kite Runner", yang diterbitkan oleh Penerbit Qanita pada Maret 2006. Novel pertama Khaled Hosseini, yang seorang dokter ini mendapat predikat 1 New York Times Best - Seller.
The Kite Runner, bersetting Afghanistan di era 1970-an sampai dengan 2002, saat Taliban menjadi penguasa di Afghanistan, menceritakan kehidupan masa kecil Amir, tokoh utama novel Khaled, yang dijalani bersama dengan Hassan, Baba, Ali dan Rahim Khan. Masa kecil yang diliputi hubungan "yang rapuh" antara Amir dan sang ayah, Baba. Hubungan Hassan dan Amir, Baba dan Ali, serta hubungan Baba dan Hassan.
Meski Amir tidak pernah mau mengakuinya, Hassan "anak" Ali, adalah sahabat setia, yang selalu mencintai Amir tanpa syarat, selalu membela dan berkorban. Demi membela Amirlah, saat Festival Layang-layang, yang menjadi tradisi masyarakat di Afghanistan, Hassan diperkosa sekelompok anak-anak yang kerap mengganggu Amir. Mirisnya, kejahatan asusila itu dilihat Amir tanpa berupaya menolong Hassan. Tidak hanya itu, karena merasa terusik dengan perhatian Baba kepada Hassan, Amir menyembunyikan hadiah-hadiah ulang tahun yang diterimanya dipondok mungil Ali, dengan harapan Baba akan mengusir Ali dan Hassan, sehingga hanya ia yang akan mendapat perhatian Baba.
Kehidupan masa kecil itu ternyata meninggalkan luka bagi Amir, yang berusaha disembuhkan saat ia bersama Baba berimigrasi ke Amerika Serikat, karena Afghanistan sudah dikuasai oleh Taliban. Namun, kenangan itu kembali mengusik saat Amir harus kembali ke Afghanistan untuk menyelamatkan Sohrab, anak Hassan, yang tragisnya mengalami kejahatan seksual yang sama dengan yang dialami ayahnya.
Khaled Hosseini, adalah putra pasangan seorang guru SMA dan diplomat yang lahir di Kabul pada tahun 1965. Pada 1976, ayah Hosseini, ditugaskan ke Perancis, Paris dan saat mereka akan kembali ke Afghanistan pada tahun 1980, Afghanistan telah diduduki oleh Soviet. Mereka kemudian memilih tinggal di Amerika Serikat, setelah mendapatkan suaka politik dari pemerintah AS.(Indjul)