Sosbud
7-Aug-2006 11:48:12 WIB
KATA
Gampong Ramah Anak (II)



oleh : Hamid Patilima (drs. MSi.P) *

4.2 Tim Kerja
Gugus Tugas merupakan suatu pusat pelayananan. Jika program kita belum mempunyai Gugus Tugas, kita perlu mendiskusikan dengan pemerintah kabupaten. Pemerintah kabupaten merupakan mitra penting karena mereka dapat menyediakan sumber daya, efektif dalam membangun dukungan warga, dan dapat mempengaruhi kebijakan untuk pentingnya menyediakan fasilitas pendidikan, kesehatan, bermain, dan transportasi. Tim ini mempunyai jalur hubungan dengan petugas penegak hukum, anggota DPRD, Dinas Pendidikan, Dinas Kesehatan, Dinas Pekerjaan Umum, dan pihak swasta.

4.3 Pembuatan Persetujuan
Pembuatan persetujuan, penting sebagai pengikat dalam bekerjasama dan bertanggung jawab dalam mengimplementasikan program Gampong Ramah Anak. Program ini perlu mendapatkan persetujuan kerjasama dari institusi-institusi di desa, tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, dan tokoh perempuan.

Persetujuan ini menjadi indikasi bahwa dukungan ini secara otomatis sangat bermanfaat dalam penyediaan sumber daya, antara lain dana dan tenaga. Kepala Gampong dibutuhkan untuk mempromosikan program ini ke seluruh warga gampong dan gampong lain.

4.4 Data dan Informasi
Langkah pertama untuk program Gampong Ramah Anak adalah mengumpulkan database melalui pengamatan, survey dan wawancara. Ini bertujuan untuk mempelajari bagaimana kondisi terkini anak gampong baik dari aspek kesehatan, pendidikan, bermain maupun dari aspek perlindungan.
4.4.1. Metode Pengumpulan Data
Metode pengumpulan data yang digunakan adalah :

  1. Pengamatan;
  2. Wawancara Berstruktur;
  3. Diskusi kelompok terarah; dan
  4. Participatory Rural Appraisal (PRA).

4.5 Kegiatan
Untuk mengkampanyekan program Gampong Ramah Anak dapat dilakukan dengan berbagai cara antara lain melalui pertemuan desa, peringatan hari besar agama, dan khotba jumat. Kegiatan ini dapat dilakukan pada setiap kegiatan dimaksud. Untuk mensukseskan kegiatan ini perlu melibatkan anak-anak, orang tua, guru, dan pemerintah gampong. Program ini akan sukses apabila dijadikan kegiatan rutin pemerintah gampong.

4.6 Perlombaan
Perlombaan merupakan salah satu upaya untuk menarik perhatian dan motivasi bagi anak-anak, orang tua, dan warga untuk mendukung program Gampong Ramah Anak. Perlombaan ini bertujuan mengajak anak, orang tua, dan warga untuk memikirkan masalah nyata melalui lomba. Anak, orang tua, dan warga ditantang untuk berusaha mewujudkan pemenuhan hak anak antara lain melalui pendidikan, kesehatan, bermain, dan perlindungan. Perlombaan ini dilakukan antar RT, RW, dan dusun yang telah mengadopsi program Gampong Ramah Anak. Program yang dimotori oleh Kepala Gampong dan pemerintah gampong perlu menjadi agenda yang menarik untuk dilaksanakan setiap Hari Anak Nasional atau Hari Kemerdekaan atau Hari Pendidikan Nasional atau Hari Kesehatan Nasional.

4.7. Pelibatan Warga Gampong
Salah satu kunci kesuksesan program Gampong Ramah Anak adalah melalui pelibatan anak, orang tua, warga, tokoh agama, tokoh, masyarakat, tokoh pemuda,  tokoh perempuan, dan pihak swasta. Melalui pelibatan tersebut dipaparkan bahwa program ini mendukung program pendidikan, kesehatan, dan perlindungan. Intinya untuk mewujudkan kesejahteraan anak gampong. ”Suatu Gampong yang ramah kepada anak adalah gampong yang ramah kepada seluruh warga gampong yang lain.”

4.8 Peta Rawan Gizi Buruk, Pendidikan, dan Kekerasan Anak
Salah satu tugas dari Tim Kerja Gampong Ramah Anak adalah membuat peta rawan gizi buruk, rawan putus sekolah, dan rawan kekerasan dan kecelakaan pada anak. Tim ini mengidentifikasi secara terarah daerah gampong, antara lain lokasi yang rawan gizi buruk, endemik penyakit, putus sekolah, titik rawan kecelakaan, lokasi yang tidak dilengkapi fasilitas keselamatan, dan jalur yang sering dilewati oleh anak sekolah. Selain itu, peta ini memuat informasi yang terkait dengan pusat kesehatan, pos keamanan, rambu-rambu lalu lintas, dan lain sebagainya.

4.9 Pengawalan
Orang tua sering khawatir, jika anak-anak mereka berjalan kaki atau bersepeda ke sekolah sendiri. Untuk mengurangi rasa khawatir, orang tua sering mendampingi anak-anaknya ke sekolah. Supaya program ini menjadi permanen perlu dibentuk program pengawalan terhadap anak-anak yang berjalan kaki dan bersepeda. Untuk itu perlu ada relawan yang dapat melaksanakan program ini.

4.10 Pendampingan Orang Tua untuk Anak SD
Yang perlu mendapatkan perhatian orang tua dalam mendampingi anaknya memasuki pendidikan Sekolah Dasar:

  1. Bekerjasama dengan pihak sekolah – Membangun hubungan dengan sekolah dengan berlandaskan pada: :
  • penghargaan;
  • keramah tamaan; dan
  • dukungan.

Memahami Kurikulum Nasional - Kurikulum Nasional dibuat oleh Departemen Pendidikan Nasional. Dengan kita membahami kurikulum tersebut akan banyak membantu pekerjaan sekolah anak kita. Kurikulum Nasional yang diperuntukkan anak usia 5-16 tahun akan mencakup subjek pelajaran:
a. Bahasa (berbicara/mendengar, membaca, menulis);
b. Matematika;
c. Pengetahuan;
d. Disain dan Teknologi;
e. Informasi Teknologi;
f. Sejarah;
g. Geografi;
h. Musik;
i. Seni;
j. Olah raga; dan
k. Bahasa Inggris.
 
Bekerjasama dengan guru:
a. Bertanya pada guru tentang anak kita;
b. Mengikuti saran guru;
c.Menjadi pendamping guru

Mendukung Pekerjaan rumah; Memahami kebutuhan anak ? hebat matematika tapi lemah membaca; hebat praktik; pemalu atau gugup;
Membantu tanpa tekanan:
a.menanyakan apa yang bisa kita bantu;
b.pandai bersyukur;
c.positif, ketika anak melakukan perubahan;
d.sediakan waktu pada kegiatan belajar anak;
e.membuat senang untuk belajar

Memberikan dukungan pada sekolah saat:
a. pembuatan kontrak antara orang tua dan sekolah;
b.membantu kelas;
c.membantu sekolah;
d.mengikuti tur sekolah;
e.menghadiri rapat sekolah;
f.menghadiri rapat orang tua wali murid;
g. membantu dalam kegiatan pengumpulan dana

2) Mendukung anak dalam belajar – Memperhatikan masalah anak terlebih dahulu, seperti:
a. lemah penglihatan;
b. kurang pendengaran;
c. kecacatan fisik lain;
d. kebutuhan khusus;
e. lemah konsentrasi;
f. dyslexia; dan
g. masalah kesehatan
 
Latihan pengunaan alat keterampilan:
a. menggunakan gunting;
b. memegang pensil/bolpen/kuas;
c. mendang dan menangkap bola;
d. menggunakan kancing; dan
e. lari, lompat, manjat;

Mendengarkan anak:
a. tampilkan bahwa kita peduli terhadap mereka;
b. tampilkan ketertarikan kita;
c. inti masalah yang mereka hadapi; dan
d. pujian dan kritik yang membangun
3) Keterampilan berbahasa:

Percakapan:
a. mendogeng;
b. diskusi;
c. mengambarkan suatu kegiatan atau pengamatan;
d. membaca keras;
e. mempresentasikan kerja mereka ? drama

Membaca – memperhatikan kemampuan membaca anak;
Mendengar – memperhatikan kemampuan anak menangkap pesan yang disampaikan oleh orang lain.

4) Keterampilan matematika – Menggunakan matematika dalam kehidupan sehari-hari; Latihan matematika dasar.
5) Pengetahuan alam – Pengamatan dan pencatatan; Melakukan ujicoba; Memperhatikan kehidupan di rumah.
6) Geografi dan sejarah – Memahami kehidupan desa; Mengunjungi tempat-tempat yang bersejarah.
7) Teknologi informasi – Penggunaan telepon; Pembelajaran melalui CD; Penggunaan radio, TV, dan video.
8) Latihan seni, disain, dan teknologi – Pengetahuan tentang seni dan craf; Menggambar, melukis, craf; Mengkreasi dengan disain dan teknologi; Membuat musik; Menari; dan Mendengar musik.
9) Tertarik dengan olah raga – Temukan olah raga yang disukai anak; Kembangkan bakat anak tanpa tekanan; Bermain dalam tim; dan Temukan klub.
10) Keterampilan sosial – Pemahaman pentingnya keterampilan sosial; Mendukung anak yang pemalu; Paham tentang pengganggu; Membantu anak memahami situasi baru; dan Membantu anak mencari teman.

4.11. Zona Wajib Belajar
Salah satu indikator Gampong Ramah Anak yakni adanya Zona Wajib Belajar. Penentuan zona belajar ditetapkan atas musyawarah dan mufakat antara anak, orang tua, tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, tokoh perempuan, pemerintah desa, dan petugas keamanan lingkungan. Zona ini bertujuan untuk mengatur kegiatan belajar anak-anak diluar jam sekolah, sehingga anak-anak dapat terpantau kegiatan mereka. Pada zona wajib belajar yang perlu mendapat persetujuan antara lain jam belajar, sanksi sosial, dan peran anak, orang tua, tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, tokoh perempuan, pemerintah desa, dan petugas keamanan lingkungan.

5. Promosi Program
Kesuksesan program Gampong Ramah Anak adalah keberhasilan promosinya. Program ini perlu dipromosikan kepada individu, masyarakat, dan pemerintah yang terkait dengan perlindungan anak. Promosi program sebaiknya lebih banyak menginformasikan pentingnya pendidikan, kesehatan, bermain, dan perlindungan untuk anak. Untuk mencapai kesuksesan program perlu didukung tim promosi.
Tim promosi ini adalah:

  1. Orang tua – orang tua harus berperan serta dalam Tim Gampong Ramah Anak karena mereka menaruh perhatian pada anak mereka. Orang tua akan menjadi tim besar yang banyak terlibat dalam setiap kegiatan, perlombaan, kegiatan gampong, dan merekrut relawan. Orang tua juga harus mempunyai banyak pengetahuan tentang lingkungan ketetanggaan mereka dan mereka sebaiknya lebih tahu informasi tentang situasi dan kondisi gampong, bahaya yang ada di lingkungan gampong dan di komuniti mereka.
  2. Anak – anak-anak merupakan jantung dan hati dari program Gampong Ramah Anak. Ketika mereka diinspirasi, mereka akan antusias terlibat dalam program ini. Anak akan diajak bersama terlibat dalam mendisain program dan kita harus meminta masukan dari mereka menjadi bahan perencanaan.
  3. Kepala Gampong – antusias Kepala Gampong dapat dijadikan motivator untuk program Gampong Ramah Anak. Kepala Gampong menjamin program ini terlaksana dan memberi dukungan secara luas dalam mewujudkan program di gampong melalui kegiatan gampong.
  4. Tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, tokoh pemuda, dan pihak swasta – mereka merupakan agen penting yang dapat mensukseskan program ini dengan membawa informasi ke dalam gampong, mengemas program dan berbagai cara lain untuk disampaikan kepada seluruh warga gampong.
  5. Warga Lingkungan – Mereka ini lebih banyak mengetahui kondisi pendidikan, kesehatan, dan perlindungan anak mereka di gampong. Mereka juga mengetahui masalah-masalah pendidikan, kesehatan, dan perlindungan anak di lingkungan mereka dan mereka dapat dijadikan relawan untuk mensukseskan program Gampong Ramah Anak. Mereka juga dapat dijadikan relawan untuk tugas mengawasi anak-anak pada setiap sudut atau wilayah gampong. Selain itu mereka potensial untuk mempromosikan program ini ke orang lain.

Bentuk media yang dapat digunakan dalam promosi program Gampong Ramah Anak adalah Radio Komunitas. Radio in dimaksudkan agar menjadi pusat informasi gampong dan pusat sumber daya gampong. Dan perlu dipertimbangkan untuk membentuk sebuah Pusat Kegiatan Gampong. Pusat kegiatan Gampong yang dimaksud adalah berfungsi sebagai:

  1. Pusat informasi gampong – warga dapat mengakses informasi tentang pendidikan, kesehatan, pertanian, dan lain-lain;
  2. Pusat sumber daya – warga dan atau pihak dari luar dapat mengetahui potensi sumber daya alam dan sumber daya manusia yang dimiliki gampong; dan
  3. Pusat pelayanan – warga dapat mengakses semua program dan kegiatan pelayanan yang disiapkan oleh pemerintah pusat, pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten untuk warga gampong.
    Pusat kegiatan ini pembentukannya dimusyawarahkan dan disetujui oleh Kepala Gampong dan warga gampong.(bersambung/Indsib)

========================

* Program Officer Child Friendly City Yayasan Kesejahteraan Anak Indonesia


Nama:
Email:

More KATA:
[ more Kata ]
© 2008, INDOSIAR.COM | QUICK MENU :