
indosiar.com - Setiap tanggal 26 September, seluruh dunia memperingatinya sebagai Hari Kontrasepsi Dunia. Hal ini dilakukan guna meningkatkan kesadaran masyarakat akan berkeluarga berencana, dengan tujuan menurunkan angka kehamilan yang tidak diinginkan dan juga angka aborsi diseluruh dunia serta meningkatkan pengetahuan masyarakat akan kesehatan reproduksi dan seks sehingga dapat meningkatkan kualitas hidup masyarakat.
Kontrasepsi adalah suatu cara atau alat yang digunakan untuk mencegah kehamilan. Biasanya wanita menggunakan kontrasepsi untuk menunda kehamilan pertamanya dahulu atau menjarangkan kelahiran dengan anak berikutnya.
Dengan adanya berkontrasepsi maka bisa membuat menjadi keluarga sejahterah dan kontrasepsi disediakan dengan sistim kafetaria. Ditahun 2000 program KB telah berhasil mencegah kelahiran sekitar 80 juta jiwa. Bila terjadi peningkatan program KB baik untuk penduduk Indonesia sudah mencapai 2,27 jiwa. Komposisi penduduk Indonesia di tahun 1971 sekitar 118 juta dan ditahun 2008 mencapai 227 juta jiwa.
Wanita di Indonesia untuk berkontrasepsi paling diminati KB suntik dan yang terendah KB Kondom. Menurut Kepala BKKBN dr. Sugiri Sjarief, MPA mengatakan, sebagai suatu kebutuhan, kontrasepsi terkait dengan kebutuhan fisik dan sosial. Sebagai kebutuhan fisik, kontrasepsi memiliki peranan dalam setiap reproduksi yaitu menunda kehamilan, menjarangkan / mengakhiri kesuburan sehingga kontrasepsi yang digunakan sesuai dengan tujuan pengaturan kelahirannya dan kondisi fisik biologisnya.
Jenis alat kontrasepsi, antara lain berupa :
1. Pil KB
Untuk mencegah pematangan dan pelepasan sel telur.
Keuntungannya : - Mengurangi mens yang lama dan nyeri.
- Menurunkan kanker indung telur.
- Menurunkan kanker rahim.
- Menurunkan infeksi radang panggul.
- Mencegah kehamilan.
- Menurunkan angka tumor payudara dan penyakit jantung.
- Tidak membuat berat badan naik.
2. Suntik
Suntik KB ada dua macam ada yang sebulan sekali dan ada yang 3 bulan sekali. Yang 1 bulan sekali biasanya siklus haid akan teratur sedangkan suntuk yang 3 bulan sekali kebanyakan wanita tidak akan mengalami haid atau bahkan siklus haidnya menjadi jarang. Ini merupakan hal yang biasa, tidak perlu terlalu dicemaskan.
Keuntungannya :
- Menghentikan (meniadakan) keluarnya sel telur dari indung telur.
- Membuat sperma sulit memasuki rahim karena mengentalkan lendir mulut rahim
(serviks).
- Tidak dapat mengeluarkan/ menghentikan kehamilan yang sudah terjadi.
3. Kondom
Metode kontrasepsi ini paling banyak digunakan. Cara kerjanya kondom mencegah sperma bertemu dengan sel telur yang menyebabkan tidak terjadinya pembuahan. Alat kontrasepsi ini lebih efektif digunakan tetapi jika penggunaannya secara tepat dan benar.
4. Susuk
Susuk, yang biasanya dimasukkan ke dalam lengan dan tahan sampai beberapa tahun.
5. Spiral
jenis alat KB yang bekerja dari dalam rahim untuk mencegah pembuahan sel telur oleh sperma. Spiral bisa bertahan dalam rahim dan terus menghambat pembuahan sampai 10 tahun lamanya. setelah itu harus dikeluarkan dan diganti. Bahan spiral yang paling umum digunakan adalah plastik bercampur tembaga.
Efek sampingnya seminggu pertama, mungkin ada pendarahan kecil. Ada pemakai spiral yang mengalami perubahan haid, menjadi lebih ‘berat’ dan lebih lama bahkan lebih menyakitkan. Tetapi biasanya semua gejala ini akan lenyap dengan sendirinya sesudah 3 bulan.
Penggunaan Kontrasepsi sebagai berikut :
1. Salah satu bentuk alat kontrasepsi pertama dalam sejarah adalah vaginal suppository yang dilubrikasi dengan menggunakan madu oleh wanita Mesir pada tempo dulu.
2. Kondom banyak digunakan pada peradaban kuno dan kebanyakan terbuat dari kain linen dan jaringan binatang.
3. Pil KB pertama mendapatkan ijin edar di Amerika tahun 1960 dan digunakan oleh setengah juta wanita.
4. Sekitar 85 % wanita aktif secara seksual yang tidak menggunakan kontrasepsi akan hamil dalam waktu 1 tahun, alasan wanita tidak menggunakan alat tersebut karena kurangnya kesadaran akan resiko terjadinya kehamilan.
5. Harga dari alat kontrasepsi dijadikan alasan oleh 1/3 wanita untuk tidak menggunakan alat kontrasepsi.
Prevalensi peserta KB di Indonesia adalah mencapai 66,2 % dengan angka prevalensi peserta KB tertinggi di Bali 77 % dan terendah di Papua 44 %. Salah satu berita disitus milik BKKBN 2,3 juta aborsi tiap tahun dilakukan di Indonesia. Angka kepersertaan KB kaum pria di Indonesia mencapai 5 %. (Dv/Ijs)