
Berkebun holtikultura atau sayur mayur merupakan salah satu usaha yang dapat ditekuni. Permintaan yang tidak pernah habis terhadap produk holtikultura, membuat usaha ini tidak akan pernah kehabisan pembeli.
Salah satu lokasi kebun holtikultura terletak di Kabupaten Lebak, Banten. Disini banyak ditanam kacang panjang dan timun. Salah seorang warga Lebak yang menekuni usaha ini adalah Haji Elli.
Untuk mencapai lokasi kebun holtikultura di Lebak, Banten, dari Jakarta, dapat melalui jalan tol Jakarta - Merak, keluar di pintu tol Serang Timur. Lalu menuju Kampung Sasak, Lebak, Banten.
Di hamparan lahan seluas 7 hektar inilah Haji Elli menanam kacang panjang dan timun. Menanam kacang panjang dan timun. Tanah yang akan ditanam terlebih dahulu diolah sehingga gembur dan berbentuk gundukan. Setelah itu diberi pupuk serta dibuatkan bedengan dan saluran air selebar 20 hingga 30 centimeter.
Kemudian ditanam bibit kacang panjang dan timun. Karena tanaman ini termasuk jenis setengah merambat, untuk mempermudah perawatan setiap tanaman diberi bambu. Untuk menghindari hama penyakit berupa ulat diberi pestisida dengan kadar yang diizinkan.
Yang terpenting diperhatikan dalam menanam kacang panjang dan timun adalah tersedianya air yang cukup. Biasanya air menggenangi saluran air di sekitar tanaman. Tanaman sudah dapat dipanen setelah ditanam selama 40 hari dengan ukuran buah 6 hingga 9 centimeter.
Setiap 1 hektar lahan yang ditanam kacang panjang dapat menghasilkan 10 sampai 15 ton. Sedangkan 1 hektar lahan yang ditanam mentimun, dapat menghasilkan sekitar 25 ton.
Keuntungan bertani holtikultura cukup menjanjikan, rata–rata setiap hektarnya mencapai 5 sampai 10 juta. Sayuran yang dihasilkan dipasarkan ke Tangerang dan Jakarta melalui super market, pasar tradisional dan pasar induk.
Kelebihan bertani holtikultura, pasarnya akan selalu ada. Karena itu, berkebun holtikultura termasuk usaha yang menguntungkan. Asalkan dilakukan dengan cara yang benar dan tidak terkena hama.(Helmi Azahari/Ijs)