Sosbud
4-Aug-2007 10:40:25 WIB
KISI-KISI
Usaha Perkebunan Nanas Madu



Reporter : Jenny Tan, Yadi Supyandi
Juru Kamera : Medi Kuswedi, Ahmad Susanto
Penyunting Gambar : Yogya Harmoko
Lokasi : Desa Tambakan, Subang, Jawa Barat
Tayang : 4 Agustus 2007 Pukul 07.00 WIB

Kabupaten Subang, Jawa Barat, dikenal sebagai sentra produksi nanas unggulan. Buah nanas Subang terkenal hingga ke manca negara. Keistimewaannya, selain rasa buahnya manis, aromanya harum, dan bila dimakan terasa segar di lidah. Nanas Subang terkenal dengan sebutan nanas madu.

Kecamatan Jalan Cagak adalah salah satu sentra pertanian nanas di Subang. Salah satunya dikelola oleh seorang petani bernama Irianto. Dia telah menekuni usaha perkebunan nanas sejak dua puluh tahun lalu. Kebun nanasnya terletak di kawasan Desa Tambakan.

Dari Kota Subang, Desa Tambakan dapat dicapai dengan kendaraan bermotor selama setengah jam perjalanan, ke arah timur menuju Ciater Bandung. Begitu memasuki kawasan ini, para penjual nanas terlihat di sepanjang jalan.

Menanam nanas madu tidak sulit. Asalkan kondisi kesuburan tanahnya mendukung. Penanaman bisa dilakukan di berbagai lokasi. Idealnya nanas ditanam pada lokasi dengan ketinggian lebih dari 500 meter diatas permukaan laut.

Budi daya buah nanas, dari awal tanam hingga panen pertama, bisa dilakukan dalam 15 bulan. Selanjutnya, setiap tiga atau empat bulan kemudian, nanas bisa dipanen kembali. Usia produktif pohon nanas bisa mencapai dua puluh tahun, sehingga dalam kurun waktu ini, para petani dapat terus memanen tanpa menanam bibit baru.

Jarak tanam antar pohon nanas sekitar setengah meter, sedangkan jarak baris antar pohon sekitar satu meter. Dalam satu hektar lahan dapat ditanam 40 sampai lima puluh ribu pohon. Setiap kali panen, satu hektar lahan dapat menghasilkan 4o sampai lima puluh ton buah nanas. Jika tanahnya subur, dalam setahun petani dapat memanen sampai tiga kali.

Di pasaran harga buah nanas madu berkisar antara seribu hingga dua ribu rupiah per kilogram. Pemasarannya tidak hanya untuk konsumsi di dalam negeri, tetapi juga diekspor ke Korea dan Hongkong.

Bila ingin lebih menguntungkan, buah nanas diolah lagi menjadi berbagai produk makanan, seperti selai nanas atau dodol nanas. Proses pengolahannnya sederhana dengan mempekerjakan warga sekitar lokasi perkebunan.(Helmi Azahari/Ijs)

Nama:
Email:

More KISI-KISI:
[ more Kisi-kisi ]
© 2008, INDOSIAR.COM | QUICK MENU :