Sosbud
1-Nov-2007 14:08:10 WIB
KISI-KISI
Budidaya dan Pengolahan Melinjo



Reporter : Fella Sumendap, Yadi Supyandi
Juru Kamera : Medi Kuswadi, Warsam Aji
Penyunting Gambar : Mira Aryani
Lokasi : Gunung Putri, Pandeglang, Banten

Banten dikenal sebagai penghasil produk makanan olahan dari melinjo, seperti kerupuk melinjo. Biasanya disebut juga emping atau keceprek. Rasanya yang khas dan gurih, membuat makanan ini banyak digemari.

Di Kabupaten Pandeglang Banten, hampir setiap rumah pekarangan ditanami pohon melinjo. Selain menjadi pohon peneduh, buahnya dapat menjadi tambahan ekonomi keluarga.

Salah satu petani melinjo dan pengusaha olahan melinjo di Pandeglang adalah Hajjah Enong.

Dia memiliki sekitar lima puluh pohon melinjo di pekarangan rumahnya, di Desa Gunung Putri, Pandeglang, Banten.Lokasinya sekitar setengah jam perjalanan ke arah selatan dari Kota Pandeglang. Dengan melewati jalan pedesaan yang kecil dan berbatu.

Dari mulai tanam hingga berbuah pohon melinjo membutuhkan waktu tiga hinga lima tahun. Daur hidupnya bisa mencapai lebih dari lima puluh tahun.

Pohon melinjo dapat dipanen setahun tiga kali. Setiap kali panen, satu pohon dapat menghasilkan dua ratus kilo gram buah melinjo.

Untuk membuat emping, prosesnya cukup sederhana. Mula-mula buah melinjo dikupas kulitnya lalu dikeringkan dibawah terik matahari. Setelah kering kuli t bijinya dibuang dengan cara dipanaskan dalam tungku pasir. Panas pasir membuat kulit biji mudah mengelupas.

Karena merupakan industri rumahan, hampir semua pekerja disini adalah ibu rumah tangga. Jika saat panen raya, dapat dihasilkan lima ratus kilogram emping.

Pemasarannya tidak hanya di wilayah Kabupaten Pandeglang saja, tetapi juga menyebar ke Jakarta dan Lampung. Di pasaran harga emping berkisar lima belas ribu hingga delapan belas ribu rupiah per kilogramnnya. (Helmi Azahari/Ijs)

Nama:
Email:

More KISI-KISI:
[ more Kisi-kisi ]
© 2008, INDOSIAR.COM | QUICK MENU :