jeruk bali
Sosbud
17-Jul-2008 16:24:11 WIB
KISI-KISI
Sukses Berkebun Ganyong



Reporter : Fella Sumendap, Asep Syaifullah
Juru kamera : Damar Galih
Penyunting Gambar : Wahyu Indra Rukmana
Lokasi : Sukamantri, Ciamis, Jawa Barat
Tayang : 17 Juli 2008 Pukul 12.30 WIB

Hamparan hijau ini, merupakan tanaman ganyong, yang banyak dibudidayakan petani di kabupaten Ciamis, Jawa Barat.

Menanam ganyong merupakan salah satu alternatif usaha bagi petani disini, karena menjanjikan keuntungan. Umbi ganyong dapat diolah menjadi tepung, sebagai substitusi tepung terigu.

Kebun ganyong disini memiliki luas sekitar 60 hektar, yang tersebar di beberapa desa di Kecamatan Sukamantri, Ciamis. Perkebunan ini dikelola oleh petani yang tergabung dalam Gabungan Petani Ganyong Harapan Mulia.

Lokasi perkebunan ganyong ini berada di ketinggian 900 meter diatas permukaan laut. Sehingga ketika saya berjalan menuju kebun, udara terasa sangat dingin.

Pak Endang Hamdani merupakan Ketua Gabungan Petani Ganyong Harapan Mulia. Menurut Pak Endang, umbi ganyong sejak dulu sudah dikenal masyarakat di Ciamis.

Namun baru sebatas makanan pengganjal perut. Kini umbi ganyong memiliki nilai ekonomi yang tinggi, karena memiliki kandungan serat yang tinggi, dan dapat diolah menjadi tepung ganyong.

Tanaman ganyong tumbuh subur di lahan dengan ketinggian 800 meter sampai 1000 meter di atas permukaan laut. Penanaman ganyong dilakukan pada akhir musim kemarau atau awal musim hujan, sehingga petani tidak perlu melakukan penyiraman, dan ganyong tumbuh subur.

Berkebun ganyong tidak sulit. Pemeliharaannya mudah serta tahan terhadap serangan hama dan penyakit. Sebelum bibit ditanam, tanah terlebih dahulu diolah dengan cara digemburkan.

Setelah itu, bibit berupa tunas ganyong ditanam di lahan yang telah disiapkan. Pemupukan dilakukan agar ganyong tumbuh subur dan cepat besar.

Setelah 3 bulan, tanaman ganyong sudah dapat mencapai ketinggian 1 meter. Satu hektar lahan dapat ditanam sekitar 10 ribu tunas ganyong. Dalam waktu 8 bulan, dapat dihasilkan 50 ton umbi ganyong, dengan harga 400 rupiah per kilogram.

Umbi ganyong yang dipanen kemudian dibawa ke tempat penampungan dan dibersihkan. Setelah umbi bersih lalu diparut dengan mesin.

Serat umbi ganyong yang bercampur dengan air kemudian ditampung di dalam bak kayu. Serat inilah yang nantinya akan diolah menjadi tepung ganyong.

Tepung ganyong yang masih kasar kemudian dijemur dibawah sinar matahari. Lama penjemuran bisa lebih dari dua hari tergantung kondisi cuaca. Proses penjemuran dilakukan secara tradisional di tempat terbuka.

Tepung ganyong yang telah kering kemudian dihaluskan dengan mesin molen. Dari 100 kilogram umbi ganyong dapat diolah menjadi sekitar 20 kilogram tepung ganyong.

Seperti inilah tepung ganyong yang sudah jadi. Tepung ini banyak dibutuhkan pabrik pengolahan makanan bayi. Permintaannya sekitar 30 ton perbulan. Harganya 6 ribu rupiah per kilogram. Namun belum semuanya dapat dipenuhi petani.

Kini saatnya merasakan bagaimana rasanya kue bolu coklat yang terbuat dari tepung ganyong. Wah, ternyata rasanya enak. tidak kalah dengan kue bolu yang terbuat dari tepung terigu.(Helmi Azahari/Ijs)

Nama:
Email:

More KISI-KISI:
[ more Kisi-kisi ]
© 2008, INDOSIAR.COM | QUICK MENU :