jeruk bali
Ekonomi
14-Aug-2008 15:13:48 WIB
KISI-KISI
Budidaya Ikan Nila Hitam



Reporter : Fella Sumendap, Asep Syaifullah
Juru Kamera : Nyoman Ifrozim
Produser : Helmi Azahari
Penyunting Gambar : Wahyu Indra Rukmana
Lokasi : Pasuruan, Jawa Timur
Tayang : Kamis, 14 Agustus 2008 Pukul 12.30 WIB

indosiar.com, Pasuruan - Ikan nila hitam merupakan salah satu primadona ikan air tawar. Salah satu kelebihannya, ikan ini cepat besar, dan harganya cukup tinggi di pasaran. Salah satu lokasi budidaya ikan nila hitam terdapat di Waduk Grati, Pasuruan, Jawa Timur.

Di waduk ini terdapat ratusan kolam jaring apung tempat pembesaran ikan nila hitam. Sebagian diantaranya dikelola oleh petani ikan, yang tergabung dalam kelompok Minasari. Dari kota Pasuruan, Jawa Timur, Waduk Grati dapat dicapai selama satu jam perjalanan, dengan menggunakan kendaraan bermotor.

Untuk menuju lokasi jaring apung di tengah waduk harus menggunakan perahu. Pak Mitro, salah seorang petani ikan nila hitam telah menunggu saya di perahu untuk menuju jaring apung miliknya yang terdapat di tengah waduk.

Perahu dikayuh menuju lokasi jaring apung dengan menggunakan dayung. Perjalanan ke tengah waduk dengan cara seperti ini merupakan pengalaman tersendiri bagi saya. Jaring apung tempat budidaya ikan nila hitam terletak di tengah waduk yang memiliki kedalaman 200 hingga 900 meter.

Nah, kini perahu kami telah sampai di jaring apung milik Pak Mitro. Di tempat ini, terdapat tidak kurang dari 14 kolam jaring apung dengan ukuran setiap kolam 5 kali 5 meter. Kedatangan Pak Mitro ke jaring apung kali ini sembari membawa benih ikan, yang baru diperoleh dari balai benih ikan.

Di balai benih ikan yang terletak tidak jauh dari waduk grati inilah benih ikan nila hitam dihasilkan. Dalam waktu satu bulan, diperoleh benih ikan yang siap dibesarkan di jaring apung. Untuk menebar benih ikan, saya dan Pak Mitro harus melalui papan pengikat jaring di tengah waduk.

Nah, di kolam inilah benih ikan nila hitam ditebar. Sekarang saatnya menebar benih ke kolam. Penebaran benih dilakukan secara hati - hati agar tidak terpeleset ke tengah kolam. Saya ikut merasakan melepas benih ikan. Ternyata asyik juga ya.

Di jaring apaung ini, ikan dibesarkan selama tiga hingga tiga setengah bulan, hingga mencapai ukuran 4 hingga 5 ekor per kilogram. Pakan ikan berupa pelet diberikan secara teratur dengan ditebar ke tengah kolam.

Proses pembesaran ikan di jaring apung di tengah waduk memiliki kelebihan tersendiri. Ikan lebih cepat besar dan ikan tidak bau lumpur. Petani ikan di jaring apung disini lebih memilih membesarkan ikan nila hitam karena memiliki keunggulan dibandingkan membesarkan ikan air tawar lain, seperti ikan mujair.

Namun membesarkan ikan nila hitam bukannya tanpa tantangan. Ikan dapat saja mati karena terserang penyakit. Penyebabnya bakteri yang membuat perut ikan kembung, dan mata mencolok keluar. Karena itu, ikan yang dibesarkan di kolam kondisi kesehatannya harus terus diperhatikan.

Ikan nilai hitam dipanen setelah ukuran tubuhnya sesuai dengan permintaan pasar. Permintaan terbesar untuk ikan dengan ukuran 4 ekor setiap kilogram. Harganya sekitar 11 ribu rupiah perkilogram.

Ikan ini dipasarkan ke sekitar wilayah, Pasuruan, Malang, Surabaya dan Bali. Setiap harinya, tidak kurang dari 1 ton ikan nila hitam dikirim ke pasar, dari jaring apung yang dikelola petani disini.

Kini Saya ingin merasakan bagaimana memanen ikan nilai hitam di jaring apung. Ikan diambil dengan menggunakan serok dan ditampung di dalam jaring. Wah, ternyata seru juga ya mengambil ikan di jaring apung. Walaupun Saya harus ekstra hati - hati agar tidak tergelincir ke tengah kolam.

Kini saatnya kembali ke tepi waduk. Seperti saat berangkat, Saya bersama Pak Mitro menuju tepi waduk dengan menggunakan perahu. Kini saatnya merasakan kelezatan daging ikan nila hitam. Kebetulan Pak Mitro telah menyediakan di tempat makan di pinggir waduk.

Makan ikan nila hitam dengan bumbu saos, ditambah nasi, lengkap dengan lalap dan sambal ternyata sungguh lezat. Apalagi makannya di pinggir waduk seperti ini. Hmm, enak. (Dv/Sup).

 

Nama:
Email:

More KISI-KISI:
[ more Kisi-kisi ]
© 2008, INDOSIAR.COM | QUICK MENU :