indosiar.com, Australia - Jumlah korban jiwa akibat bencana alam meningkat di tahun 2004 hingga mencapai 250 ribu atau tiga kali lipat dibandingkan tahun 2003 dan 10 kali lipat dibandingkan tahun 2002.
Menurut laporan bencana alam dunia yang disusun oleh International Federation of Red Cross dan Red Crescent Societies, tingginya jumlah korban jiwa terutama akibat gelombang pasang tsunami di Samudera Hindia akhir tahun 2004 lalu.
Laporan itu juga menunjukkan jumlah korban yang tewas akibat bencana alam tahun 2004 lalu tiga kali lipat dibandingkan rata-rata tahunan selama periode 1994 - 2003. Sekitar 232 ribu orang tewas atau hilang akibat tsunami yang menghantam 13 negara, seperti Sri Lanka, Indonesia dan India.
Meskipun demikian, laporan ini memperlihatkan bahwa terjadi penurunan jumlah orang yang terkena dampak bencana alam di dunia, yakni berkurang dari 258 juta di tahun 2003 menjadi 146 juta pada tahun 2004.
Penyebab utama bencana alam di tahun 2004 adalah banjir dimana sekitar 110 ribu orang terkena dampak bencana tersebut di Bangladesh, India dan Cina. Sebanyak 719 bencana alam dilaporkan pada tahun 2004 dan tertinggi ketiga dalam satu dekade terakhir ini.
Selama lima tahun dari periode tahun 2000 - 2004, rata-rata jumlah korban jiwa akibat bencana alam per tahunnya adalah 55 % lebih tinggi dibandingkan periode sebelumnya. Selama periode tersebut, jumlah negara miskin yang terkena dampak bencana meningkat dua kali lipat, terutama di Afrika. (AAP/Tom)