indosiar.com, Jakarta - Hingga 17 Oktober cakupan Pekan Imunisasi Nasional (PIN) polio putaran kedua yang dilaksanakan 27 September 2005 lalu telah mencapai 97,4 persen.
Kepada wartawan di Jakarta, Selasa (18/10), Menteri Kesehatan Siti Fadilah Supari mengatakan imunisasi hingga saat ini telah menjangkau 22.996.982 anak dari total proyeksi provinsi sebesar 23.426.156 balita.
"Dengan demikian pada PIN putaran kedua telah terjadi peningkatan cakupan sebanyak 735.410 anak dibandingkan PIN putaran pertama," katanya seraya menambahkan bahwa PIN putaran I hanya dapat menjangkau 22.261.572 anak atau 95 persen dari proyeksi target.
Menteri Kesehatan Siti Fadilah Supari mengaku meningkatnya angka cakupan imunisasi polio itu terjadi karena pemerintah bergerak lebih agresif, sehingga kendala yang ditemui pada PIN putaran kedua relatif bisa diatasi.
Berbagai kalangan termasuk jajaran TNI dan Polri, DPR, organisasi kemasyarakatan dan kewanitaan, tokoh masyarakat, tokoh agama, dan media massa dalam sosialisasi program tersebut sangat membantu kesuksesan PIN polio kali ini.
Siti Fadilah menjelaskan bahwa permasalahan yang masih ditemui pada PIN putaran kedua hanya belum tercapainya angka cakupan maksimal sebesar 100 persen. Angka cakupan di empat provinsi yakni Maluku, Maluku Utara, Papua dan Irian Jaya Barat, kata dia, masih dibawah 90 persen yakni masing-masing 89,6 persen, 88,3 persen, 74,28 persen, dan 85 persen.
Selain itu angka cakupan imunisasi di sejumlah daerah yang sebelumnya mengalami Kejadian Luar Biasa (KLB) polio seperti DKI Jakarta, Banten, Lampung, Jawa Barat dan Jawa Tengah juga belum mencapai angka cakupan maksimal (100 persen).
Cakupan imunisasi polio di DKI Jakarta, Banten, Lampung, dan Jawa Barat berturut-turut sebesar 95,4 persen, 91,7 persen, 98,8 persen, 94,8 persen, dan 92,3 persen. Menkes juga menyebutkan akan adanya pelaksanaan PIN putaran III secara nasional pada akhir November mendatang.
Hal ini setelah departemen kesehatan menemukan ada dua kasus polio baru di provinsi Nanggroe Aceh Darussalam (NAD) dan Riau. Tujuan pelaksanaan PIN putaran III ini untuk memaksimalkan cakupan PIN polio agar Indonesia kembali bebas dari ancaman virus polio.
Sementara itu, Direktur Jendral Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan Departemen Kesehatan I Nyoman Kandun mengatakan setelah evaluasi pelaksanaan PIN putaran kedua selesai, pemerintah akan membuat rencana rinci mengenai pelaksanaan PIN polio tahap ketiga itu.
Hingga 11 Oktober 2005 kasus lumpuh layu (Acute Flaccid Paralysis/AFP) pada anak dibawah 15 tahun yang ditemukan di Indonesia sebanyak 1.352, sedangkan jumlah anak yang dinyatakan positif terserang virus polio liar sebanyak 269 anak yang tersebar di 35 kabupaten di 10 provinsi.
Untuk anak-anak yang lumpuh akibat serangan virus polio liar, menurut Menteri Kesehatan, pemerintah memberikan bantuan fisioterapi, sepatu khusus dan sepatu roda untuk anak yang kekerasan otot sangat rendah. (Hr/Tom)