indosiar.com, Jakarta - Penggerebekan bunker aktif itu dilakukan oleh tim rece (pengintai) Konga XXIII-B yang tengah berpatroli. Setelah melakukan pengintaian, pasukan TNI yang mencoba memasuki bunker, mendapati tempat bunker telah kosong.
Namun dari dalam bunker tersebut didapati bekas-bekas peninggalan gerilyawan Hizbullah seperti bekas bungkus penutup roket, kabel listrik untuk generator, jaring samaran tempat dan beberapa kasur. Berdasarkan hasil penemuan itu, Komandan Yon Mekanis TNI Konga XXIII B Letkol AM Putranto menyimpulkan bahwa bunker tersebut masih dipergunakan gerilyawan Hizbullah.
Bahkan dalam dua bunker yang memiliki kapasitas masing-masing 20 orang ini, juga ditemukan lubang-lubang persembunyian. "Akan digunakan lagi oleh milisi Hizbullah sebagai basis pertahanan maupun penyerangan terhadap Israel apabila perang pecah kembali," ujar Putranto.
Setelah dilaporkan, Komandan Sektor Timur UNIFIL Brigjen Sanjuan Martinez menyatakan penghargaan terhadap hasil patroli TNI. Menurutnya dewasa ini ditengarai milisi Hizbullah sedang melakukan konsolidasi kekuatan di wilayah utara Sungai Litani termasuk diantaranya dengan membangun bunker-bunker dan lubang persembunyian.(Her)