indosiar.com, Jenewa- Sekretaris Jenderal PBB Ban Ki-Moon mendesak konperensi perlucutan senjata PBB untuk menghidupkan kembali perundingan tentang larangan produksi bahan-bahan yang digunakan untuk pembuatan bom nuklir.
Perjanjian itu penting untuk mencegah timbulnya kembali perlombaan senjata nuklir, demikian dikatakan Ban Ki-Moon di Jenewa, kemarin (Rabu, 23/1/2007), Konperensi yang beranggotakan 65 negara itu macet sejak tahun ’90-an karena adanya perbedaan pendapat antara negara berkembang dan negara maju yang sudah punya senjata nuklir.
Dunia berkembang minta supaya perlombaan senjata nuklir di ruang angkasa dihentikan, sementara Amerika dan sekutu-sekutunya ingin dihentikannya produksi bahan-bahan fissil yang dipakai untuk membuat bom nuklir. Sementara itu, Cina dan Rusia menentang sikap Amerika itu.
Konperensi perlucutan senjata PBB adalah satu-satunya forum multi-lateral untuk perlucutan senjata, yang berhasil menyusun perjanjian non-proliferasi nuklir tahun ’60-an. Tapi India, Pakistan, Korea utara dan Israel tidak mau menandatangani perjanjian itu.(VOA/Ijs)