indosiar.com, Jakarta - Kepala Badan Meteorologi dan Geofisika Sri Woro dalam seminar sehari peranan teknologi modifikasi cuaca menyebutkan pengamatan cuaca terhadap hujan di wilayah Jakarta dan kota sekitarnya terjadi dalam intensitas rendah. Bahkan tidak terdapat adanya awan pekat yang mengandung uap air dalam jumlah tinggi.
Meski curah hujan sesekali turun, namun peristiwa itu dikatakan Sri terjadi karena peristiwa alam biasa, tidak seperti terjadi pada musim penghujan semestinya.
Sri memastikan, menjelang hingga bulan puasa, mesim panas masih akan menerangi wilayah wilayah di Indonesia, hingga memasuki bulan Oktober.(AVL/Her)