Polkam
5-Sep-2008 17:05:47 WIB
LIPUTAN UTAMA
Dituduh Tipu Presiden
Heru Lelolo Bantah Dipecat
indosair.com, Jakarta - Heru Lelolo justru mempertanyakan adanya desakan mundur kepada dirinya dari Wakil Ketua Dewan Pimpinan Pusat Partai Demokrat Prof Ahmad Mubarok. Dalam keterangan pers di kantornya Wijaya 9 no 12, Jakarta Selatan, Heru Lelolo mengaku geram dengan sikap Mubarok "Jangan samakan saya dengan yang lain, beda donk jabatan saya dengan jabatan lainnya" katanya.
Desakan mundur dirinya diakui Heru diketahui setelah membaca email yang dikirimkan Setiawan Djodi, bahwa dirinya telah membuat citra Presiden Susilo Bambang Yudhoyono jelek selama ini. "Saya tidak menipu dengan hasil benih padi super toi ini, saya juga tidak menipu soal blue energy".
Justru dia mempertanyakan sikap anggota partai Demokrat yang tidak mendukung kebijakan pengenaan hasil lokal dalam swasembada dan teknologi. "Sebagai partainya presiden seharusnya mendukung presidennya bukan membuat fitnah".
Meski geram, Heru menyebut pernyataan Ahmad Mubarok terhadap dirinya hanya khilaf. "Saya tidak akan menuntut dia, ini bulan puasa, saya tidak mau menjadi konflik".
Setelah aksi petani Grabag, Purworejo yang membakar hasil panen gabah lantaran mereka memanen gabah kopong dirinya diminta Susilo Bambang Yudhoyono untuk menyelesaikan persoalan dengan petani. "Saat ini kasus petani Purworejo telah di supervisi oleh departemen pertanian".
Sementara itu Ruswatan, tenaga ahli PT. Sarana Harapan Indopangan, menyebut dirinya tidak menolak bertanggung jawab. "Saya akan mendatangi mereka dan meminta penjelasan, ada apa dengan padi mereka," ditempat sama.
Hasil panen yang menjadi kekecewaan para petani di Purworejo itu diakui bagian dari isi perjanjanjian dengan PT SHI. "Untuk panan pertama kita memang menyediakan bibit dan pupuk serta hasil panen, untuk tanam berikutnya, perusahaan hanya membeli hasil panen tidak menyumbang pupuk dengan pertimbangan petani bisa menyediakan sendiri dari hasil panen yang pertama".(
Her)