Polkam
12-Nov-2008 12:30:01 WIB
LIPUTAN UTAMA
Pameran Senjata Militer Indonesia
Amerika, Inggris, Belgia Ikut Serta
indosiar.com, Jakarta - Keikutsertaan negara negara maju dalam pameran yang diselenggarakan oleh Indonenesia ini merupakan yang pertama kali dilakukan. "Dua periode pameran yang sama sebelumnya Amerika, inggris, Belgia tidak ikut," ujar Ketua Panitia pameran Herman Suwendo kepada wartawan di kantor Departemen Pertahanan, Selasa (11/11) sore.
Negara negara maju tersebut menurut Herman, akan ikut meramaikan pameran bersama dengan 35 negara lain di dunia. "Kurang lebih ada empat ratus perusahaan besar telah meregistrasi kesediaannya untuk ikut,'.
Diantaranya Singapura, Rusia, Amerika, Polandia, Jerman, Korea, Malaysia, Inggris, Belanda dan Bulgaria. "Selama pameran akan ditampilkan sistem teknologi pelayanan pertahanan udara, darat dan laut," ujar Herman.
Keikut sertaan negara Amerika dalam pameran ini kata Herman juga terkait dengan telah dibukannya kembali embargo senjata terhadap Indonesia yang selama ini diberlakukan terhadap pengadaan alat tempur TNI. "Mereka juga melihat peluang pasar yang selama ini di alihkan kepada negara di asia lainnya,".
Sebanyak 13 produsen dalam negeri juga akan ikut memamerkan hasil karyanya dalam pameran indo defence dan indo aerospace. "Seperti CN235, dan panser buatan IPTN dan pindad,".ujar Herman.
Herman juga menyebut dalam pameran pihaknya tidak menyebutkan besarnya transaksi yang ditargetkan. "Tapi sejumlah transaksi dipastikan akan tejadi saat pameran, diantaranya pengadaan kapal patroli TNI AL oleh imtech marine & offshore,".
Untuk menjaga keamanan selama berlangsungnya pameran ini, pihak panitia kata Herman terpaksa membatasi pengunjung. "Untuk tiga hari pertama ditujukan kepada kalangan profesional seperti anggota TNI, Polri, mahasiswa,". Pada hari ke empat pameran, baru akan dibuka untuk umum dengan mengenakan bayaran sebesar Rp 100 ribu kepada setiap pengunjung pameran.(
Her)