* H.Rd. Lasmono Abdulrify Dyar
Dokter yang menanggulangi penyimpangan rasa tidak nyaman pada tubuh, lalu mengadakan pemeriksaan dengan peralatan fisik, serta analisa dari keluhan yang berhubungan dengan gejala tidak nyaman tadi, lalu mengadakan DIAGNOSTIC. Atas dasar pemeriksaan itulah dikemukakan suatu konklusi atau pendapat menurut fakta-fakta dari pengalaman-pengalaman yang ada serta penanggulangan pada berbagai pasien.
Kini, karena telah ditemukan banyak kenyataan, bahwa ketidak nyamanan pada tubuh ada sangkut-pautnya dengan adanya TEKANAN PIKIRAN yang tak TERKENDALI, maka para ahli kesehatan mulai melaksanakan penyelidikan, sumber apa yang mengakibatkan gejala ketidak seimbangan pada tubuh tersebut. Makin banyak penyelidikan dilaksanakan, maka akan makin terungkap, betapa tekanan pikiran itu kini sudah disebut sebagai BIANG KELADI dari suatu ketidak nyamanan pada tubuh yang disebut PENYAKIT.
Didalam bahasa Inggris, yang penyakit itu dinamakan DISEASE, atau DIS-EASE = rasa tak nyaman, kini telah diketahui benar sumber pangkalnya, yaitu yang dikenal dengan sebutan S T R E S S. Pembentukan stres tersebut berasal dari suatu hal yang berbentuk KECEWA yang ter-akumulasi, karena tidak segera dapat ditanggulangi. Dari yang ringan yang tak dianggap serius, tapi tetap mempunyai nilainya didalam rekaman Otak, kepada yang setengah berat dan BERAT.
Akumulasi seperti yang penulis kemukakan inilah yang lalu menjadikan gejala stres, yang didalam Metode Silva, menurut ukurannya sudah mencapai stadium pertama. Tingkatan ini menjadikan manusia mudah terserang penyakit apapun yang menyerang tubuh, dimulai dari ketidak seimbangan dalam pelestarian proses kesehatan tubuh, yang mengakibatkan adanya kelainan fungsi dari organ-organ tubuh menurut kondisinya masing-masing.
Antara lain yang menyangkut peredaran darah yang menjadi tidak stabil. Hal ini akan mengurangi kondisi kestabilan berfungsinya setiap organ. Denyut jantung akan melebihi detak normal dalam semenit, yang ditanggapi menurut pengalaman para ahli kesehatan sesuai dengan perkembangan umur seseorang. Proses pencernaan dan pembagian produksi hormon akan terkena ketidak stabilan tersebut. Tubuh kita merupakan suatu konstruksi yang sangat RUMIT, dan secara ALAMI sudah terjaga dengan suatu kestabilan tuntas, asal dapat mengendalikan serta memelihara kestabilan itu. Kita seharusnya sudah diberi tahu cara apa yang dapat menjaga kestabilan tersebut.
Menganggap remeh dan acuh suatu kestabilan dengan keseimbangannya, akan membentuk tubuh yang LEMAH di-sana-sini. Pernahkah para pembaca mengetahui apa yang sedang penulis kemukakan kini ? Banyak sekali manusia yang begitu lemah didalam kondisi kesehatannya, sehingga sangat rentan terhadap serangan-serangan bakteri, virus dan lainnya yang mengelilinginya sepanjang masa. Bakteri dan Virus pun mengikuti suatu perkembangan atau evolusi. Tapi mereka tidak akan berdaya terhadap suatu keseimbangan serta stabilitas dari kelengkapan tubuh yang penunjangannya hanya bisa dilaksanakan melalui PENGENDALIAN MENTAL.
Bila mental ini STABIL dan dapat mempunyai pengendalian tuntas serta pemeliharaannya sepanjang masa, maka adanya rumah sakit bisa saja dirubah menjadi tempat pemeliharaan dari kestabilan tersebut. Menurut deteksi penulis, manusia generasi selanjutnya akan mengalami keadaan seperti itu, dalam suatu dunia yang telah berubah menjadi tempat tinggal yang NYAMAN, TENTRAM, HARMONIS, AMAN dan DAMAI. Bukan begitu yang diandalkan kita semuanya ?
Bukan merupakan sesuatu yang KEBETULAN, bahwa penemuan-penemuan kini yang menyangkut bagaimana kita harus merubah pola BERPIKIR dari masa LALU, kemasa KINI dan kemasa DEPAN sudah termasuk RENCANA BESAR TUHAN atau BIG PLAN-NYA didalam melanjutkan CIPTAANNYA, yang merupakan EVOLUSI tak terbendungkan. Masihkah ada keraguan mengenai hal ini ?
KERAGUAN selalu merupakan kelemahan manusia yang dijadikannya ter-umbang-ambing antara yang BENAR dan TIDAK BENAR. Sifat ini MERUSAK KEYAKINAN serta HARAPAN yang tadinya sudah terbentuk dengan MANTAP melalui suatu ke-INGIN-an yang besar. Ada yang bertanya, bagaimana menghilangkan sifat ragu tersebut. Hanya dengan KEPEKAAN dengan tingkatan tinggi, maka segala sesuatu yang bentuknya merupakan hal menganiaya manusia akan dapat ditanggulangi dengan tuntas serta mudah, tanpa melalui kerumitan yang terjadi karena keterbatasan dari kepekaan tersebut.
Semua peristiwa, apapun bentuknya, merupakan rangkuman dari hasil cetusan gelombang pikiran yang beraneka ragam yang mengelilingi dan melanda diri manusia dari masa ke masa. MUTU terbentuknya pikiran tersebut tidak dapat DIJAMIN dan diandalkan sebagai sesuatu yang dapat di-PERCAYA BENAR. Kebiasaan seperti ini merupakan pendidikan AWAL yang seharusnya dilaksanakan oleh orang tua yang BIJAK serta PEKA terhadap masa depan.
Kuatnya manusia menghadapi segala bentuk PROVOKASI yang NEGATIF terletak pada PENDIDIKAN AWAL-nya. Jose Silva telah mem-prediksi-kan keadaan serta kondisi itu didalan pernyataannya pada suatu SPECMESS atau ‘special message’. Untuk terjemahannya sudah penulis muat pada awal artikel-artikel magic brain ini.
Penulis akan memberikan bimbingan suatu cara yang dapat mengurangi stres dengan telak. Bila para pembaca ingin sekali menghilangkan stres tersebut, maka ikutilah bimbingan yang sederhana ini, yang diharapkan diikuti dengan disiplin dan seksama.
Bila kita sudah berniat untuk tidur, maka dengan berbaring, bentuklah suatu gambaran atau khayalan yang dapat menetap, tak diganggu oleh pikiran-pikiran lain yang bisa saja masuk kedalam bayangan Anda tersebut. Supaya bayangan itu dapat menetap, maka buatlah suatu ‘script’ atau semacam ‘skenario’ bentuk gambaran tadi secara DITULIS, sepertinya akan membuat sebuah film cerita. Hal ini diperlukan untuk menunjang penggambaran yang HARUS jelas dan menetap selama kurang lebih 7 menit.
Pada mulanya memang akan sedikit sulit. Karena belum dibiasakan saja. Tapi, bila sudah dilaksanakan beberapa kali, maka akan terjadi suatu gejala pembiasaan, sehingga gambaran itu dapat kita pertahankan dengan tuntas, dan paling tidak dapat dipertahankan kejelasannya itu selama minimal 7 menit tadi.
Setelah waktu yang sudah ditentukan itu, maka akan terasa gejala ngantuk, dan kita dapat tidur dengan sendirinya.
Untuk mendapatkan efek yang tuntas, laksanakan cara ini selama duapuluh satu hari. Cara ini menimbulkan suatu ke-MATANGAN pembiasaan pada diri kita, dan selanjutnya tinggal memelihara dengan sekali seminggu dahulu, kemudian sekali dua minggu dan seterusnya para pembaca dapat memelihara hal itu hanya sebulan sekali saja seumur hidup. Suatu pemeliharaan memang sangat penting, dan tak dapat diabaikan dan diremehkan, bukan ?
Nah, kini apa yang dapat meberikan perasaan santai, yang cukup dengan menggambarkannya ? Janganlah dipilih gambar yang memberikan rasa tertekan, seperti ditempat ramai, misalnya. Atau dimana pembaca sedang dikelilingi oleh banyak orang, dirumah ataupun ditempat pekerjaan, itu sama saja.
Pilihlah suatu bentuk gambar, berada pada PEMANDANGAN ALAM, berada di suatu tempat panorama yang asyik dan memberikan rasa NYAMAN menurut selera masing-masing kita. Bila gambaran itu di-skenario, maka akan dapat dipertahankan dengan tuntas dan akan makin jelas. Janganlah melaksanakan perubahan-perubahan, karena hal itu menandakan kurang FOKUS. Kemudian, jangan PASSIF, tapi kita merasakan ber-ADA didalam pemdangan yang dikarang itu.
Penulis sudah banyak memberikan bimbingan seperti itu, dan banyak yang sudah dapat menanggulangi adanya STRES menurut yang mereka laporkan. Dan bila stres telah hilang, maka kita akan merasakan suatu ketenangan serta kenyamanan, yang sebelumnya tak dapat dirasakan. Kita dapat bekerja dengan tenang, mendapatkan informasi apapun dengan rasa yang tenang. Inilah yang memberikan kita gelombang ALPHA optimal, yang diperlukan untuk mulai mengembangkan suatu kepekaan intuitif yang oleh banyak orang diangan-angankan.
Coba saja, dan ada kemungkinan para pembaca akan menemukan jalan hidup yang lebih santai dari sebelumnya. Dan pasti akan membawakan kemungkinan untuk menanggulangi masalah-masalah yang menghadang kita didalam perjalanan hidup masing-masing. Inilah kenyataan dari suatu cara melalui ketekunan dan disiplin. Sudah tentu, hal ini belum optimal benar, karena masih banyak cara yang dapat meningkatkan kemampuan hingga sempurna betul. Untuk itu dianjurkan mengikuti pelatihan dari Metode Silva dan Silva Mind system yang sudah termashur dengan hasilnya yang optimal.
Selamat mencoba.
H.Rd. Lasmono Abdulrify Dyar Dipl.Sys.Ing., Ph.D adalah Guru Besar dan Direktur Metode Silva Untuk Indonesia, yang berpusat di Laredo - Texas - United States of America