
John Mihalasky
Professor Emeritus of Industrial Engineering Director, PSI Communications New Jersey Institute of Technology
Newark, NJ
Kini para manager dibayar untuk menemukan, mendefinisi serta menyelesaikan masalah, mengadakan analisa, menseleksi alternatif-alternatif, menentukan alternatif mana yang paling jitu untuk dapat digunakan bagi sang pemutus. Yang diutamakan adalah, bahwa peramuan dasar keputusan akhirnya haruslah menguntungkan.
Seorang Pemutus harus Punya Kepekaan
Proyek komunikasi PSI dari Newark college of engineering, banyak melaksanakan riset didalam hal fenomena kepekaan ini serta kepribadian dari seseorang yang mempunyai kepekaan tersebut. Banyak bukti kini telah terkumpul untuk mengusulkan agar mereka yang sering menjalankan ‘tebakan ilham’ dengan berhasil, telah mempunyai bahan yang lebih kokoh daripada kesempatan yang disebut kebetulan. Eksperimen atau uji coba dari para peyelidik telah menunjukan, bahwa yang disebut keputusan ‘non-logik’ (dan yang oleh para manager secara pribadi, disebut ‘lucky’ atau keberuntungan), kini dapat dikatakan telah mempunyai pendukungan ilmiah karena dapat dipantau melalui verifikasi dan dapat diperjelas.
Proyek riset ini banyak menemukan gagasan, bahwa diantara para eksekutif ada yang mempunyai kepekaan yang lebih tinggi daripada yang lain. Mereka lebih mampu mengantisipasi masa depan dengan lebih intuitif diluar logik. Dengan sendirinya, bilamana ada kekurangan mengenai data-data yang akan dijadikan bahan keputusan, mereka akan selalu lebih peka terhadap intuisi dalam melaksanakan suatu keputusan. Kini telah ada tes-tes yang dapat diandalkan, untuk menentukan siapa-siapa yang mempunyai kemampuan itu dan yang tidak. Tes tersebut dilaksanakan melaui teknik random komputer, dengan memberikan nilai pada setiap 100 angka digit.
Seperti telah diduga, banyak yang dapat menerka angka nilai yang tepat, yang disebut tingkatan kesempatan. Ada yang mampu menebak 10 angka diatas tingkatan kesempatan, ada yang pas dan ada yang dibawahnya. Bahwa ada yang mampu menebak diatas tingkat kesempatan, tidak dapat dianggap sebagai seorang yang mempunyai kemampuan kepekaan yang dimaksud. Disini dapat dilihat hasil dari testing tersebut.
Score Keberhasilan dari Para Presiden
Pantauan dalam persentase yang menyangkut keberuntungan perusahaan yang dipimpin dalam masa lima tahun.

Penemuan ini merupakan implikasi untuk benar-benar diperhatikan didalam memilih mereka yang akan menjadi ‘Top – Spot’. Disini jelas kelihatan, bahwa mereka yang mempunyai kepekaan intuitif akan lebih efisien didalam lingkup kerja yang mana banyak data belum dikenal secara pasti, yaitu membuat suatu keputusan yang didasarkan atas keadaan kurang pasti.
Engineering Penyelesaian Masalah
Fungsi seorang engineer adalah untuk menemukan solusi dalam penyelesaian masalah. Untuk melaksanakan hal itu, mereka harus dapat mempunyai gagasan baru, yang menghasilkan metode, teknik, proses atau yang berhubungan dengan itu. Namun demikian, mereka tidak saja harus menemukan masalah pada buku pedoman yang memberikan petunjuk yang mangadalan pilihan dari fakta atau formula yang diperlukan yang ada pada buku pedoman tersebut.
Sebaliknya, dengan adanya begitu banyak masalah yang dihadapkan pada mereka setiap harinya, solusi untuk suatu masalah juga beragam dengan kemungkinan unutk dapat digunakan. Secara logik, bila begitu banyak alternatif bagi penyelesaian masalah tersedia, maka hal itu dapat dianalisa kembali untuk mendapatkan optimalisasi atau paling tidak mendapatkan yang paling tepat sebagai bahan akhir didalam suatu keputusan.
Didalam penyelesaian masalah, mereka harus bisa meningkatkan pengetahuanya diluar yang telah dipelajari serta diketahui. Mereka harus dapat mempertimbangkan peragaman informasi dan hal-hal yang belum pasti.
Para engineer harus bekerja dengan hal-hal yang masih belum pasti bila merencanakan pembuatan suatu produk bagi masa depan, dimana karakterisitk pengguna serta lingkungan masih merupakan suatu teka-teki. Disinilah terjadi kebtuhan untuk mendasarkan pemikiranya kepada kemampuan berintuisi yang harus peka. Akan timbullah beberapa hal alternatif, yaitu mana yang harus diandalakan, apakah rencana A, ataukah rencana B? Apakah material yang dipakai pada A lebih baik daripada pada B? Yang manakah bisa dipertanggung jawabkan yang menyangkut investai dan waktu?
Ada suatu usaha elektronik di Amerika yang menghadapi hal-hal seperti yang dikemukakan itu. Yang mempunyai serta pendiri perusahaan itu telah mengunakan lima konsultann ahli didalam mencari solusi bagi produk yang akan dipergunakan pada masa depan. Partnernya telan meningalkanya, karena banyak gagasanya tidak sesuai dengan perhitungan-perhitungan para ahli konsultan, yang tak dipakai lagi. Tapi alhasil beliau dapat mempunyai suatu usaha ‘multi-million’ atas intuisi yang ia percayai bahwa hal itu bisa dilaksanakan sungguhpun melawan hal yang logik. Kondisi yang banyak variabel, belum pasti, serta banyaknya komponen solusi teknis, sering membuat jengkel perhitungan-perhitungan yang dianggap sudah matang. Disinilah terbukti, bahwa disamping suatu pengetahuan teknis yang andal, harus juga mampu mempunyai intuisi peka untuk menangkap hal-hal yang belum pasti, yang lalu dikenal dengan ESP.(Idh)