Sosbud
23-Apr-2007 09:26:12 WIB
MAGIC BRAIN
Pendapat yang Menyangkut Penyempurnaan Manusia



 Berita yang dimuat pada web Indosiar, telah menggelitik penulis untuk sedikit membahas ceritanya yang dibentangkan disitu. Hal penguasaan DNA yang merupakan ‘Cetak Biru’ manusia, bila dipandang dari sudut suatu kemajuan, yang menyangkut pertumbuhan fisik manusia dengan segala kerumitanya, memang bisa disebut ‘spektakuler’.

Tetapi, didalam segala perkembangan fisik  atau tubuh manusia, pendekatan penyelidikanya adalah tetap masih obyektif. Disini dimaksudkan, bahwa tubuh makhluk manusia, sudah seperti alat canggih, yang terdiri dari unsur elektron dan foton yang berkembang atau berevolusi menjadi atom, molekul, sel, organ dan akhirnya sistem organ.

Sistem organ berada pada suatu tingkatan kesadaran yang terbagi atas yang tidak- dan mampu berpindah tempat. Makhluk manusia termasuk yang bergerak dan berpindah tempat, seperti juga hewan mulai dari yang terkecil sampai yang terbesar. Begitu pula yang kita sebut bakteri yang bisa mengadakan perpindahan tempat, yang disebut virus, yang banyak melaksanakan perusakan pada bentuk tubuh fisik.

Kita sudah mengetahui, bahwa bila kondisi obyektif tadi tidak di- p e r s e n y a w a k a n  dengan suatu vibrasi yang tidak kasat mata, maka yang disebut  H i d u p  atau suatu sosok fisik yang diberi unsur vibrasi dengan nilai frekuensi tertentu, baru bisa melaksanakan gerakan dan mampu berpindah tempat. Manusia lalu mampu ber- f i k i r .

Pada hakekatnya yang menjadi unsur  U t a m a  , bukanlah hal yang  F i s i k , tapi justru yang  N o n – f i s i k yang akan selalu menguasai bagian fisiknya, dan  b u k a n  sebaliknya. Hal inilah yang sering tidak diperhatikan sama sekali, karena tidak kasat tadi, berhubung hanya dapat dilihat dengan indra penglihatan fisik.

Seperti halnya dengan komputer, yang kini makin diperkembangkan untuk membantu manusia didalam peraihan serta penyimpanan informasi, maka digunakan suatu nilai gelombang tertentu untuk memfungsikanya yang merupakan  arus listrik yang memang memenuhi seluruh  J a g a d. Sudah tentu didalam hal ini, ada tingkatan-tingkatan tertentu, seperti Ketegangan atau Volt yang mendorong arusnya yang disebut Amper.

Listrik ini merupakan suatu tenaga yang jauh lebih besar dan kuat daripada yang dikembangkan oleh adanya panasnya api. Bisakah pembaca mengikuti penjelasan ini? Kini, tanpa adanya listrik, kita tidak atau sulit sekali melangsungkan perjalanan hidup kita yang nyaman, bukan?

Vibrasi yang di-induksikan pada tubuh manusia, sangat halus dan mempunyai getaran frekuensi mulai dari 0,5 GPD atau Gelombang per detik atau Hertz sampai dengan batas tertinggi yang dapat digunakan oleh manusia. Gelombang-gelombang tersebut terbagi atas yang menyangkut hal menghidupkan tubuh manusia, penerimaan gelombang pendengaran dan yang digunakan untuk menghubungi antar manusia tanpa verbal atau telepati.

Getaran yang paling nyaman bagi manusia dan yang memberikanya keleluasan, sehingga mampu melaksanakan hubungan  S u b y e k t i f , berkisar antara 0,5 Hertz tadi sampai dengan 20 Hertz. Ditengah-tengahnya terdapat suatu kondisi pemusatan yang berada pada 10 Hertz, yang oleh penemuanya Psychorientology disebut kondisi Alpha Optimal. Suatu penyatuan atau integrasi antara 0,5 dan 20 Hertz, dimana tingkatan itu dapat mengembangkan kemampuan kita tanpa batas ruang dan waktu.

Penyelidikan Alam Pikir menyatakan, bahwa dengan adanya kondisi penyatuan antara  kesadaran dan sub-sadar, maka keterbatasan indra-indra kita akan jauh lebih luas didalam menjangkau informasi yang berada didalam batas-batas galaxy dimana bumi kita berada.

Kondisi nuansa  P o s i t i f hanya berada pada bagian subsadar kita dan akan mampu mempengaruhi kondisi sadar, karena kekuatan disitu mempunyai sifat tiga tingkatan kesadaran, yang menjaga pelestarian proses kesehatan tubuh kita, dimana tingakatan kesadaran selalu  r e n t a n  terhadap segala bentuk informasi yang ditangkapnya melalui keterbatasan berfungsinya Otak bagian Kiri, yang dibatasi oleh ruang dan waktu. Begitulah cara manusia berfungsi.

Jadi mengenai penyelidikan mempengaruhi DNA, juga akan sangat terbatas, karena segala sesuatu hanya berdasarkan penyelidikan fisik.  Itu juga terjadi beberapa waktu yang lalu dengan gencarnya melaksanakan ‘ c l o n i n g ‘ yang akan sulit dipertanggung jawabkan, karena SGS atau Satuan Getaran Spirit (ual), yang merupakan monopoli dari Yang Maha Kuasa, tak mungkin dibuat oleh manusia. Bila hal itu yang dicita-citakan manusia, maka dia ingin menyelaraskan diri dengan Kecerdasan Utama atau Tuhan, sehingga segala sesuatu keteraturan, ketentuan  dan urut duduk takdir akan menjadi kacau.

Hal seperti itu akan menjadikan justru gejala penghancuran dari kehadiranya dibumi dan bukan membangun untuk suatu masa yang bisa dikatakan merupakan s o r g a  dalam kenyataan dan bukan yang dinamakan hanya  a n g a n – a n g a n  belaka. Sebab, hingga saat terkini, sifat manusia yang tak terkendali yang menyangkut  E m o s i , telah menjadikan bumi ini kancah perkelahian, pembunuhan dan peperangan, yang tidak pernah akan berakhir, yang pada hakekatnya merupakan  T i m b a l – B a l i k  dari Hukum Alam Semesta. Entah bagaimana dan apapun tanggapan mereka yang selalu mencoba menyamakan dirinya dengan Tuhan dengan mengutak-atik unsur DNA, yang masih merupakan hal fisik, sudah pasti akan melanggar hal HTBA.

Lebih baik, para penyelidik memusatkan perhatian pada unsur vibrasi dan efeknya terhadap kesehatan manusia secara tuntas, yang akan mengakibatkan K e s e h a t a n  dalam semua bidang yang ditekuninya, sehingga akan jauh dari nuansa  negatif untuk selamanya.

Mampukah kita menuju kearah itu ? Pasti akan bisa, bila ada kemauan untuk merubah diri menjadi lebih sempurna. Demikianlah Kenyataanya.

Nama:
Email:

More MAGIC BRAIN:
[ more Magic Brain ]
© 2008, INDOSIAR.COM | QUICK MENU :