Sosbud
3-Sep-2007 10:23:52 WIB
MAGIC BRAIN
Psychorientology Yang Merupakan Teknologi Berfikir Tercanggih Menurut Riset Terakhir



Oleh: H.Rd. Lasmono Dyar

Definisi Manusia Seutuhnya dan Tugasnya

Manusia dijadikan dibumi ini, memenuhi suatu T u g a s yang termasuk Ciptaan Yang Maha Esa  dari seluruh jagad, dari yang T i a d a menjadi A d a . Keteraturan serta segala bentuk ketentuan mengenai maksud serta tujuan dari ke-Inginan Y a n g  M a h a  E s a itu, telah merupakan pengolahan rencana yang berada pada inti jiwa manusia dan terwujud didalam  performa “electro-chemical processes”  pada neuron-neuron Pusat Pikir (Brain) yang terdiri dari dua belahan besar dengan sub-pendukung, yaitu Otak bagian Kiri dan Otak bagian Kanan.

Dari mulai terwujudnya neuron-neuron itu tadi, yang menjadikan pengembangan O r g a n i s  dengan lengkap, maka terjadilah wujud makhluk yang dinamakan manusia. Wujud manusia, didukung melalui pengisian Satuan Gelombang Spiritual (SGS)  pada setiap sel tubuh dan organ. Segala bentuk fungsi manusia diatur melalui SGS yang merangsang reaksi-reaksi kimiawi yang mencetuskan pikiran beserta segala tindakannya melalui koordinasi dari Otak Kecil dengan sistem jaringan aktivasi atau “Reticular Activating System” (RAS). DNA merupakan  c e t a k   B i r u dari setiap manusia.

Tugas manusia yang berada pada  B A K A T -NYA adalah untuk melestarikan Ciptaan apapun pada planet yang kita namakan bumi dan dunia ini dalam tujuan yang POSITIF atau selalu MEMBANGUN (constructive) dan bukan MERUSAK (destructive). Perusakan-perusakan terjadi, karena manusia belum dilatih serta menginsyafi benar untuk mampu mengendalikan E m o s i - nya, yang merupakan satu-satunya K e k u a t a n  sebagai anugerah TUHAN dalam menjalankan pembangunan dan pengembangan menurut tahap-tahap E v o l u s i - nya melalui penemuan-penemuan ilmu-ilmu baru dalam bidang F i s i k  dan  N o n – F i s i k.

Manusia diCiptakan dengan  K o d r a t  atau kesempatan bagi masing-masing beserta urut duduknya (hierarchy)  T a k d i r  yang telah ditentukan, tapi bisa saja menjadi disalah arahkan karena pengaturan N a s i b - nya yang diserahkan kepada manusia itu sendiri tak dapat dilaksanakan dengan baik dan tuntas. Kebebasan mengatur Nasib inilah yang mengakibatkan banyak terjadi m u s i b a h  dan k e s e n g s a r a a n . Mengapa demikian ?

Karena tidak mampu melaksanakan d e t e k s i dari kodrat beserta takdir tadi, berhubung dengan rentannya pengenaian diri, maka selalu akan terjadi “salah duduk” yang menyangkut hal itu dengan akibat timbulnya M a s a l a h. Apapun yang dikehendaki oleh manusia merupakan P i l i h a n  diri masing-masing.Oleh karena itu, sudah waktunya kita mengenali diri kita yang menyangkut  B a k a t . 

Adanya suatu hadangan, sebenarnya mempunyai arti untuk periingatan bagi sang manusia kepada kesalahan-kesalahan yang diperbuatnya. Masalah akan terus saja berkembang, bila kita sendiri sebagai manusia Ciptaan Tuhan tidak ingin merubah diri kita kearah yang akan selalu di- R i d h o i -  N y a , yang dipantau melalui Hukum timbal-balik Alam (HtbA), yang mana kita semua, tanpa pandang bulu, tidak dapat melepaskan diri dari Hukum tersebut.

Pengertian serta kepercayaan kepada suatu H u k u m   U n i v e r s a l , belum menjadi sesuatu yang U m u m bagi manusia. Apalagi tidak pernah mendengarkan atau mengetahui efek dari HtbA tersebut. Kita ketahui, bahwa Hukum yang dibuat oleh rangkuman pikiran manusia itu sendiri, tidak akan pernah S e m p u r n a adanya, karena selalu saja ada I n t e r v e n s i  dari mereka yang berkuasa dan ingin menekankan hal itu kepada aparat dan lingkungannya.

Bukankah hal ini kini terjadi di negara yang kita cintai ini ? Harapan dari generasi tua, yang masih merindukan suatu pimpinan yang mempunyai nuansa selalu P o s i t i f , kini terasa tidak ada harapannya, dengan timbulnya terlalu banyak permasalahan yang makin membengkak ! Kita selalu mengharapkan adanya timbul seorang pemimpin yang dapat menguasai lingkungan dekatnya, yang ternyata selalu terkena imbas dari suatu provokasi N e g a t i f yang menutupi hal-hal yang P o s i t i f.

Mencegah tertimbunnya negara kita dari masalah-masalah yang menjadi beban yang sangat berat bagi seorang manusia yang M e m i m p i n  begitu banyak manusia, ingat 225 juta manusia Indonesia, seharusnya merupakan manusia yang dapat disebut   L u h u r , mempunyai kepekaan intuitif serta  J u j u r  bukan ? Siapakah kini yang bisa dikatakan luhur itu ? Bila kita membicarakan sifat seperti itu didalam masa lampau, kita masih mendapatkan beberapa orang seperti itu, yang sudah sangat m a t a n g  untuk menjadi  P e m i m p i n   B e s a r .

Apakah sebenarnya  I n t i  dari kata luhur tersebut itu, kini tidak lagi mendapatkan perhatian yang tuntas, karena kita telah ter- C u c i  O t a k (brain-wash) dengan cara-cara kepemimpinan dari kini sudah  e n a m   P r e s i d e n  , bukan demikian kenyataanya? Bila ada pilihan baru, kita semua mengharapkan adanya perubahan yang tidak perlu terlampau drastis, tapi yang cukup memberikan kesan yang T e g a s yang menyangkut K e s e j a h t e r a a n  yang menyeluruh, bukan dengan uji-coba melalui cara-cara non-demokratis.

Orang nomor s a t u yang memenuhi T a k d i r, tapi yang tidak mampu mengaturnya melalui N a s i b, akan selalu terlindas oleh lingkungan yang bisa saja masih belum B e r s i h, dan sulit meninggalkan kebiasaan nuansa negatifnya seperti halnya dengan KKN. Mereka yang dipercayai menegakkan ke-Adilan didalam Hukum, tak dapat di-Percayai. Jadi akan bagaimanakah lalu arah kepemimpinannya ?

Orang masih sangat terpengaruh oleh adanya harta atau kekayaan, apapun namanya. Mangarah kesitu merupakan hal yang mudah menghapus niat-niat yang luhur. Apalagi bila emosi ke-serakahan- ikut berbicara. Dengan berbagai alasan mereka ingin membenarkan tindakan-tindakannya yang mengarah kepada kepentingan diri sendiri, dan bukan kepada kepentingan aspirasi rakyat yang sudah di-Merdeka-kan, bukan begitu kini opini pada umumnya ?

Bila penulis akan membuka buku keritiknya, maka sudah pasti akan terjadi gelombang emosi yang ingin mem- b e n a r -kan langkah-langkah dari cetusan pikiran masing-masing. Kita harus ingat benar, bahwa hanya dengan berdoa untuk mendapatkan pertolongan Tuhan, yang M a h a   B e r k u a s a itu, kita telah lupa, bahwa yang seharusnya me-rubah Nasib itu, adalah K i t a   S e n d i r i. Kita harus bekerja keras memenuhi T u g a s  kita yang telah dibebankan kepada kita oleh Tuhan, bukan memohon terus, supaya Tuhan bekerja untuk kita.

Kata DR.Jose Silva, bila manusia sudah kehilangan arah tugasnya, maka akan timbul banyak masalah, dan itu dikarenakan, manusia tidak menggunakan K e p e k a a n – I n t u i t i f -nya untuk mampu men-Deteksi dimana letak inti permasalahnnya. Dan bila telah diketemukan, tapi sengaja tidak dihiraukan penemuannya itu, maka kita tidak  b a k a l pernah mampu keluar dari per-masalahanya. Banyak menyatakan, bahwa kita harus belajar dari kesalahan-kesalahan yang kita perbuat, dalam bahasa asingnya, **we have to overcome problems through T r y and E r r o r ** atau ** kita dapat menyelesaikan masalah dengan jatuh dan bangun**. 

Hal ini didunia Barat sudah mulai ditinggalkan, mereka mencari jalan keluar dengan banyak me-implementasikan system yang telah ditemukan oleh DR.Jose Silva, yang telah diakui oleh para cendekiawan muda, sebagai pembuka jalan  didalam menemukan suatu cara baru bagaimana mengintensifkan penggunaan Otak Kanan, yang berarti menguasai bawah sadar atau Nirsadar, untuk difungsikan pada kondisi ke-Sadaran Bangun. Dengan demikian kita akan berperan dengan gelombang A l p h a  Optimal, yang merupakan integrasi atau penyatuan dari tingkatan kesadaran yang melalui EEG diukur mulai dari 1 Hertz sampai dengan 20 Hertz, dimana pusatnya menjadi berada pada gelombang kondisi A l p h a , yaitu pada 10 Hertz yang dikatakan  O p t I m a l .

Gelombang dengan frekuensi tersebut merupakan P o l a   P i k i r yang paling Sempurna, sedangkan didalam gelombang dengan frekuensi 20 Hertz, kita melaksanakan tindakan-nya. Pada 10 Hertz, kita akan  B e b a s  dari provokasi nuansa Negatif, dan akan selalu Positif serta mampu melaksanakan N e t r a l i s a s i dari hal-hal yang berkonotasi negatif. Penjelasan ini merupakan pintu masuk pada suatu ilmu pengetahuan baru yang dinamakan Psikhorientologi. Silahkan mencobanya sendiri dan merasakan hasilnya yang biasanya tak terduga.

H.Rd. Lasmono Abdulrify Dyar Dipl.Sys.Ing., Ph.D adalah Guru Besar dan Direktur Metode Silva Untuk Indonesia, yang berpusat di Laredo - Texas - United States of America 
 

Nama:
Email:

More MAGIC BRAIN:
[ more Magic Brain ]
© 2008, INDOSIAR.COM | QUICK MENU :