Sosbud
10-Sep-2007 10:47:28 WIB
MAGIC BRAIN
Bagaimana Khayalan Mengarahkan Kita Pada Tujuan Positif atau Negatif



Oleh: H.Rd. Lasmono Dyar

Banyak sekali diantara kita belum mengetahui benar bahwa khayalan atau imajinasi akan mampu mengarahkan kita pada suatu tujuan yang positif maupun negatif. Dan bahwa hal itu merupakan suatu  p e n g e l o l a a n yang dilaksanakan oleh bagian Otak, yang mendapatkan hasil pengelolaan tersebut dari simpanan informasi yang berada dalam Otak itu juga.

Seperti pernah penulis uraikan terdahulu, ada Otak Kecil yang dinamakan  t h a l a m u s  yang melaksanakan  koordinasi dari semua pengelolaan informasi tersebut untuk bisa digunakan didalam cetusan pikiran dalam pelaksanaan suatu tindakan. Hal ini merupakan satu-satunya cara didalam pengelolaan Otak kita.

Mengetahui hal itu merupakan penyelidikan yang seksama yang telah dilaksanakan bertahun-tahun dengan hasil yang mengagumkan. Bila tak ada mereka, para penyelidik, yang dinamakan para cendekiawan atau para saintis, maka pengetahuan kita akan terbatas saja.

Penulis selalu mengikuti perkembangan baru didalam bidang bentuk serta perilaku  manusia beserta tabiatnya yang terkadang sangat menyimpang dari kondisi yang dikatakan normal atau wajar.

Sebelum kita mempunyai suatu pegangan untuk melaksanakan suatu tindakan serta bentuk pikiran, maka untuk sampai pada hasil yang dikatakan itu, kita menimbulkan suatu gambaran terlebih dahulu yang disebut suatu  k h a y a l  atau  I m a j i n a s i  itu. Hal ini memang terjadi dengan tuntas. Jadi pengertianya adalah, apapun yag menjadikan suatu tindakan mempunyai sumber cetusan yang dijadikan nyata. Apakah para pembaca masih mempunyai keraguan akan hal yang dikemukakan ini?

Yang tadinya merupakan khayalan, yang bentuknya masih sangat halus dan dapat terkena rangsangan dari lingkungan juga sebelum terkelola benar, merupakan sumber dari suatu kenyataan. Mampukah para pembaca mengikuti ungkapan ini? Penulis harapkan begitu, karena ini merupkan  cikal-bikal atau inti dari tindakan kita untuk selanjutnya.

Kita harus mengakui, adanya  mereka yang melampaui masa hidupnya dengan berbagai macam riset demi kemajuan serta kenyamanan kita semua. Esensi dari uraian ini akan menuju kepada penjelasan kejadian-kejadian pada masa depan yang terkadang mengagetkan tapi bisa juga menggembirakan.

Jadi, apakah tidak sepatutnya mulai saat ini, kita melaksanakan usaha untuk selalu mewaspadai suatu khayalan yang timbul dengan  s p o n t a n  dalam Otak kita, tanpa dapat dikendalikan dengan tuntas. Sebelum adanya riset yang menyangkut  M i n d, kita tak pernah tahu bahwa sumber dari cetusan pikiran itu adalah suatu khayal atau imajinasi terlebih dahulu dan baru dikelola sebagai suatu bentuk untuk dapat ditindakkan dengan nyata.

Nah, kini kita sampai pada ungkapan selanjutnya yang menyangkut hal khayal tersebut. Didalam pelaksanaan pengelolaan oleh thalamus akan terjadi pengaruh nuansa yang akan memberikan bentuk pada cetusan pikiran. Bila nuansanya negatif, maka bentuk cetusan pikiran akan pasti negatif pula, demikian bila kebalikanya. Dengan lain kata, nuansa  e m o s i  akan menjadi pengaruh serta peran utama didalam pengelolaan oleh thalamus tersebut.

Pada kejadian sehari-hari, kita telah dapat merasakan hal itu, tapi tidak pernah menaruh perhatian yang signifikan pada kejadian-kejadian yang ditimbulkan oleh pengelolaan tadi.

Sebagai suatu contoh, bila kita selalu menimbulkan sumber imajinasi yang bentuknya sulit meluangkan waktu, atau selalu mengundurkan apa saja yang akan dikerjakan, maka sudah dengan  P a s t i  hasilnya akan sesuai dengan imajinasi itu. Kita akan bergumul dengan kesulitan mengatur waktu dan mencegah sifat selalu mengundurkan apa yang seharusnya dikerjakan langsung.

Didalam subsadar, kita mempunyai banyak sekali sifat-sifat yang merugikan diri kita, karena terjadi dari pengalaman-pengalaman yang dialami pada saat sedang menjalankan tindakan-tindakan. Hal ini kini dapat dinetralisir atau duhilangkan sama sekali, yang akan membawakan akibat kita dapat membebaskan diri dari suatu nuansa negatif dan selalu menuju kepada nuansa positif.

Masa depan kita yang selalu diharapkan akan mempunyai nuansa positif, dengan demikian akan menjadi suatu hal yang nyata. Hal ini berkat kita telah dapat mewaspadai serta mengendalikan imajinasi dengan tuntas tanpa dapat dipengaruhi oleh provokasi negatif yang setiap harinya melanda diri kita sepanjang masa. Silahkan menelusuri kejadian-kejadian atau peristiwa-peristiwa yang telah pembaca alami pada masa lampau dengan jujur dan tanpa keraguan, pasti akan dapat menemui bukti-bukti dari tindakan yang tercetus oleh sumber imajinasi sebelumnya.

Bagaimana kini, apakah pembaca ingin melaksanakan perubahan pengelolaan dalam diri sendiri didalam mengatir imajinasi kearah masa depan yang akan jauh lebih cerah? Silahkan menghubungi penulis tanpa ragu-ragu lagi, dan akan diberi tahu mengenai cara-cara yang ampuh didalam hal tersebut.

H.Rd. Lasmono Abdulrify Dyar Dipl.Sys.Ing., Ph.D adalah Guru Besar dan Direktur Metode Silva Untuk Indonesia, yang berpusat di Laredo - Texas - United States of America 

Nama:
Email:

More MAGIC BRAIN:
[ more Magic Brain ]
© 2008, INDOSIAR.COM | QUICK MENU :