Sosbud
14-Jan-2008 13:08:09 WIB
MAGIC BRAIN
Kemampuan Manusia Diukur dari Keadaan Gelombang Frekuensi Beta - Alpha - Theta dan Delta



* Oleh: H.Rd. Lasmono Dyar

Penulis kini akan memberikan ungkapan yang telah diselidiki melalui riset ilmiah, yang menunjukan bahwa kita semua mempunyai gelombang frekuensi yang dibentuk oleh kondisi daya listrik dan magnet yang dipunyainya. Perhatikanlah secara baik-baik, yang merupakan jawaban atas banyak pertanyaan yang disampaikan melalui email kepada penulis.

Renungkanlah hal dibawah ini:

Pengungkapan Paling Utama Bagi Umat Manusia



Penemuan serta ungkapan yang paling hebat seorang manusia dalam abad ke 19 bukanlah didalam bidang sains fisik atau obyektif, tapi adalah kekuatan alam pikir sub-sadar atau bawah sadar yang disentuh oleh takdir. Setiap individu kini mampu menemukan suatu cadangan kekuatan eternal atau yang dapat digunakan untuk menyelesaikan setiap bentuk masalah yang dihadapinya.

Segala bentuk kelemahan dapat diatasi, penyembuhan fisik melalui Alam Pikir, kebebasan finansial, pengembangan spiritual, kesejahteraan yang sebelumnya tak dapat diharapkan. Ini yang merupakan pembentukan tingkatan istimewa dari kebahagiaan.(Ucapan dari William James, Psikholog Universitas Harvard. Yang merupakan Bapak Psikologi Amerika)

Bagaimakah jadinya keadaan kita, bila hidup tanpa adanya indra penglihatan, penyentuhan dan pendengaran? Seberapa besar indra-indra ini dihargai oleh kita? Memang kita tak bisa memberikan suatu nilai yang tepat. Tapi banyak diantara manusia yang merasa normalsaja untuk mengarungi kehidupan tanpa pernah menggunakan rasa , serta kemampuan Alam Pikirnya untuk menciptakan suatu kondisi ‘kebetulan’ yang menguntungkan yang dapat mendorong kearah tujuan hidup yang sempurna.

BETA : Suatu kondisi dimana kita dapat mewaspadai segala sesuatu didalam keadaan Bangun Sadar. Gelombang frekuensi berada pada 20 Hertz. Bila didalam keadaan , dimana kita bebas dari kondisi STRES dan FRUSTRASI yang penyebabnya adalah , kita akan mempunyai penglihatan yang cerah, tapi ada suatu keterbatasan menurut kondisi kenormalan masing-masing.

Begitu timbul kondisi seperti stres dan frustrasi diatasnya 20 Hertz s/d 60 Hertz k.l., maka kecerahan berfikirn akan makin mundur, berkurang dan akhirnya akan menimbulkan keterbatasan telak, sehingga kewajaran menjadi sama sekali.

Makin tinggi gelombangnya, yang dipacu oleh adanya EMOSI yang lagi, maka kita akan menuju kepada kondisi DEPRESI, yang akan menutup segala bentuk kewajaran. Disinilah terjadi, bahwa kita sebagai makhluk manusia menjadi seperti hewan dan mudah melaksanakan penghancuran sesama dan diri sendiri (bunuh diri).

Kondisi seperti ini hanya dapat dikuasai kembali, bila kita dapat mengendalikan gelombang Alpha kita. Oleh karena itu, sebagai makhluk yang peka dan mempunyai sikap kewajaran sebagai sosok manusia , suatu dari gelombang-gelombang frekuensi merupakan sesuatu yang menjadi dan harus dipelajari dan dipelajarkan kepada semua sesama kita. Makin menurun gelombang frekuensinya, maka kita akan merasakan keadaan dan akan disusul dengan kondisi Alpha.

ALPHA : Suatu kondisi dimana kita merasa akan tertidur atau juga disebut , tapi masih menyadari hal-hal disekeliling kita. Seperti diketahui, Alpha mempunyai gelombang dengan frekuensi mulai dari 14 Hertz dan menurun hingga 7 Hertz.

Disinilah timbul segala bentuk perbaikan yang menyangkut keausan beserta kerusakan didalam tubuh untuk dapat dipulihkan kembali. Stres dan frustrasi tidak akan bisa ditimbulkan pada bagian gelombang frekuensi seperti ini.

Bila didalam keadaan kita mempunyai pengendalian dari kondisi Alpha, maka segala sesuatu yang menyangkut berfikir dan segala fungsi indra-indra fisik serta , akan menjadi cerah, jelas dan luas, yang menjadi suatu yang sangat kita butuhkan didalam mengendalikan dan menggunakan .

Kondisi ini merupakan hal yang sangat perlu dipunyai, dikendali serta disadari, tanpa mempunyai keraguan ataupun kebimbangan, karena kondisi inilah yang membuat kita sebagai manusia yang yang menyangkut hal ke-geniusan. Perasaan sangat segar dan cerah yang didapat bila kondisi kita sehat sempurna.

THETA : Kondisi ini mulai timbul pada saat kita didalam keadaan . Ukuran frekuansinya adalah mulai dari 7 Hertz s/d 4 Hertz. Pada saat seperti ini, maka kemampuan-kemampuan seperti daya ingat, konsentrasi atau focussing, kepekaan intuitif, penyembuhan total suatu penyakit dan hal akan timbul secara alami.

Tetapi, bila kondisi ini dapat dikendalikan pada keadaan bangun sadar, maka kita akan benar-benar didalam keadaan sehat sempurna. Inilah yang merupakan idaman setiap kita dan masih merupakan hal angan-angan yang belum dapat tercapai dengan sempurna. Pada kondisi seperti ini, kita akan mendapatkan kesegaran istimewa serta perasaan , yang belum pernah dapat tercapai, sekalipun tidur lama sekali, karena tanpa pengendalian.

DELTA : Pada kondisi seperti ini, kebanyakan diantara kita akan . Kondisi gelombang frekuensi berada pada 4 Hertz s/d 0,5 Hertz, suatu keadaan didekat kondisi yang ditakuti setiap orang, yaitu keadaan .

Disinilah, didalam keadaan sakit ataupun terkena pengaruh kelebihan obat-obatan kimiawi, antara lain narkotika atau bentuk apapun, kita akan melewati batas kesadaran minim tersebut. Dan menurut penyelidikan seksama telah ditemukan juga, bahwa bila didalam satu setengah jam, tidak ada usaha untuk mengembalikan keadaan koma ini pada kesadaran minim , maka tubuh spiritual akan melepaskan diri dari jasad atau tubuh fisik, yang akibatnya jasad tidak mempunyai tanda kehidupan sama sekali.

Dengan suatu cara atau system pengendalian yang dapat dilatih melalui pelajaran , kita akan mampu menjaga diri untuk juga mengendalikan Delta ini pada keadaan bangun sadar.

Dengan banyak praktek dan latihan, maka manusia pada hakekatnya menjadi makhluk yang paling sempurna, karena memang itulah Ciptaan oleh Sang Khalik. Kita ini tidak menyadari sama sekali, bahwa segala sesuatu bentuk apapun, merupakan konstruksi dari getaran atau yang membentuk atau ini.

Makin lama, kematangan manusia akan mempunyai pengertian yang akan meluas sekali, sehingga segala sesuatu yang menyangkut kehidupan pada Jagad Raya ini akan terungkapkan dengan kematangan jiwa kita untuk dapat memahami mengapa kita di-Ciptakan pada sebuah planit yang dinamakan ini.

Dan bila suatu ketika terdapat suatu penyatuan atau dari ke-empat bentuk gelombang yang mana kita dapat kendalikan, maka akan terbuka banyak kemungkinan untuk tidak lagi terjerumus didalam kancah ke-, yang dari masa ke masa belum pernah dapat dihilangkan dari kehidupan kita.

Kita masuk kini dalam tahap kedua dari perkembangan makhluk manusia yang akan makin merasa kesempurnaanya dan akan mengikuti segala bentuk vibrasi darimana manusia dengan segala kepinteranya berasal, tapi kenyataanya tidak mempunyai pemahaman akan kemungkinan serta kelanggenganya.

Tingkatkanlah pengertian serta pemahaman tersebut dan marilah kita bersama-sama membentuk suatu sorga nyata dan bukan yang merupakan hanya belaka. Kesempurnaan telah diberikan oleh Alam, dan melalui suatu penyelidikan yang akan makin meluas dan mendalam, maka tujuan kita akan dapat tercapai.

Janganlah terperangkap didalam kata , karena hal ini menutup jalan yang telah kita menurut auatu ketentuan dari Sang Khalik yang diperuntukan bagi perkembangan positif manusia.Manusia didalam hal apapun tak akan Tuhan. Demikianlah Kenyataanya.(Ijs)

H.Rd. Lasmono Abdulrify Dyar Dipl.Sys.Ing., Ph.D adalah Guru Besar dan Direktur Metode Silva Untuk Indonesia, yang berpusat di Laredo - Texas - United States of America

Nama:
Email:

More MAGIC BRAIN:
[ more Magic Brain ]
© 2008, INDOSIAR.COM | QUICK MENU :