Para pembaca yang budiman, karena adanya nuansa negatif yang sudah lama meraja lela ditanah air kita pada khususnya dan di manca negara pada umumnya, tak heran, bahwa banyak terjadi pertengkaran dan kekecewaan yang timbul dari performa <janji menjanji> itu. Hal ini memang sudah menjadi kebiasaan yang membudaya. Marilah penulis akan bahas sebab-musababnya.
Banyak orang sudah dikecewakan oleh sifat itu. Para penguasa, baik pada bidang pemerintah maupun swasta, sengaja atau tidak, telah tanpa dirasakan dan diketahui, memberikan gelombang getaran negatif yang mempengaruhi nuansa lingkungan yang dapat dirasakan sepanjang masa. Banyak pendidik, termasuk para orang tua, sering kali melanggar janji kepada anak didik dengan akibat timbulnya rasa <kecewa>.
Tahukah para pembaca akan akibatnya? Performa seperti itu menjadikan timbulnya <frustrasi>. Bila hal ini tidak diperhatikan dan ditanggulangi secara tuntas akan meningkat menjadi <stres>. Hal inilah yang mengakibatkan adanya kekacauan didalam <pelestarian proses pemeliharaan kesehatan tubuh>. Para ahli kesehatan sudah lama mengetahui hal itu tapi tidak kuasa untuk menanggulanginya dengan tuntas.
Karena hal itu menyangkut pengendalian dari <Alam Pikiran> atau mind, maka sentuhanya tidak mungkin melalui pendekatan fisik. Telah banyak obat-obatan ditemukan dan dibuat supaya performa stress dapat dikendalikan. Kekuatan Alam Pikiran disini merupakan suatu kekuatan yang belum dapat diterima oleh masyarakat. Banyak yang masih meragukan kemampuan mental yang pada hakekatnya merupakan <kekuatan dahsyat> yang tak ternilai dampaknya bagi keselamatan serta pemeliharaan apapun bagi umat manusia.
Para pakar penyelidikan hal Alam Pikiran manusia banyak yang telah mengakui dan mengerti serta memahami kelemahan manusia mengendalikan Alam Pikir tersebut. Bila performa seperti itu tidak dapat dipengaruhkan melalui pendidikan sejak dini, maka akibatnya akan bisa fatal. Apakah lalu kita akan membiarkan keadaan seperti itu berlangsung sepanjang masa? Tidakah kita bisa menginsyafi hal itu dengan suatu tindakan untuk merubah situasi?
Sebenarnya banyak sekali penyebab dan variabelnya yang dapat memberikan dampak negatif secara menyeluruh yang akan membentuk <sifat> pada jiwa. Dan bila itu terjadi dan dibiasakan, maka akan terjadi suatu keadaan seperti <tong setan> yang diharapkan dapat dimengerti serta difahami.
Didalam sebuah <janji> terdapat suatu <niat> yang jujur untuk menepatinya dengan telak. Dan tindakan seperti itu memberikan kepercayaan yang merupakan gelombang vibrasi timbal-balik diantara yang memberikan janji dan yang dijanjikan. Entengnya hal ini ditanggapi pada masa kini, terletak pada niat yang benar-benar <serius> atau hanya sebagai suatu <alas an> tertentu.
Suatu niat untuk melaksanakan penepatan suatu janji memang haruslah diteliti dan dipelihara dengan tuntas untuk menjaga adanya pelanggaran terhadap Hukum Alam yang tanpa pandang bulu akan selalu memantau tingkah laku Ciptaan Yang Maha Kuasa. Ketidak sempurnaan performa manusia dengan telak harus dirubah sesuai dengan ke-Hendak Sang Pencipta, bukankah begitu yang dinamakan kesempurnaan kewajaran?
Memberikan kerelaan untuk tidak lagi mengharapkan suatu penyataan janji, pada hakekatnya bukanlah merupakan hal yang tepat, karena bagaimanapun, yang merelakan hal itu tak dapat menghilangkan pantauan dari HTBA yang bakal memberikan timbal-baliknya pada yang melanggar janji dan dalam banyak peristiwa akan memberikan timbulnya masalah bagi yang tidak menepati janjinya.
Sudah pasti yang merelakan akan terhindar dari suatu hadangan yang tertimbul karena terjadi dari hal adanya <timbal-balik> tersebut.
Bila setiap orang dapat memenuhi pentepatan dari suatu janji serta mempertanggung jawabkanya dengan positif, maka banyak terjadinya ketidak mulusan didalam perjalanan hidup kita, dapat dihindari. Pengertian serta pemahaman akan hal yang diuangkapkan ini memang harus dapat ditangkap dengan suatu keterbukaan dari Alam Pikir yang diinginkan menuju kepada perubahan telak dari suatu kebiasaan yang menjadi penyebab terjadinya banyak ketidak serasian hubungan antar manusia.
Penulis dengan ungkapan ini ingin memberikan pandangan <serius> dari hasil penyelidikan yang telah dilaksanan oleh banyak cendekiawan yang masih dapat mempunyai pikiran yang jernih, bahwa terjadina masalah didunia ini merupakan akibat dari adanya peristiwa janji-menjanjikan antar kita yang ditanggapi dengan anggapan remeh yang tak patut dipelihara sepanjang masa. Kita harus mempunyai niat besar, keyakinan tuntas dan harapan pasti, bahwa perbaikan sifat-sifat akan membawakan dampak <Positif> pada lingkungan dimanapun kita berada.
Begitulah hendaknya terjadi dan dapat dilaksanakan melalui suatu penemuan yang tak dapat ditanggapi dengan ringan, dinamakan <Psikhorientologi> oleh DR.Jose Silva yang diharapkan akan tetap dapat dipertanggung jawabkan sepanjang masa oleh yang meneruskan beserta mereka yang telah menjadi alumnus dari pendidikan <subyektif> ini.(Ijs)