Sosbud
2-Apr-2008 07:57:43 WIB
MAGIC BRAIN
Indonesia dari Pandangan Luar Kelihatan Maju Tapi Kebobrokan Tak Dapat Ditutupi (II)



* Oleh: H.Rd. Lasmono Dyar
 
Menurut penyelidikan terakhir telah diketemukan, bahwa <produktivitas> manusia, bila istirahat tuntas alias tidur <sehat>, akan dapat mempunyai produktivitas tersebut selama <empat> jam pertama sejak bangun. Kemampuan itu akan berkurang setiap jam tambahan bekerja dengan <drastis>, mulai dari 80 %, 60 %, 40 % dan akhirnya secara pukul rata, kita akan mempunyai produktivitas hanya 30 % saja selama 12 jam.

Apakah yang lalu dapat diharapkan dari suatu produksi berfikir serendah itu? Apakah para pembaca masih sangsi akan hal yang dikemukakan ini? Kanyataan-kenyataanya adalah, adanya hal sering lupa sesuatu, kurang konsentrasi atau fokus, lebih banyak membuat kesalahan, terkena banyak kecelakaan, baik kecil maupun bsar, kurang merasa <nyaman>, kurang senang, tidak puas dan masih banyak hal lagi yang dapat disebut.

Hal yang diungkapkan itu, memang pada masa lalu sangat kurang diperhatikan oleh para pendidik, para <boss> dan mereka yang mengelola bawahan. Mereka sendiri, karena juga berada pada kondisi produksi rendah, tidak dapat merasakan hal kekurangan tersebut dengan telak atau <signifikan>, bukan? Karena produksi daya <ingat> berkurang, maka banyaklah terjadi keurangan didalam penelitian yang menyangkut tindakan-tindakan.

Beginilah bentuk masyarakat kita dan dunia pada umumnya. Adakah diantara kita yang benar-benar mewaspadai hal-hal seperti ini? Seperti diketahui, bila kita ikuti benar kejadian-kejadian disekeliling kita, maka adanya kekurangan-kekurangan yang terjadi pada perilaku kita, tidak mungkin akan memberikan kewaspadaan yang diperlukan. Hanya dengan suatu <perhatian> yang <tuntas> akan adanya kekurangan-kekurangan itu, dapat memberikan kita suatu pengertian serta pemahaman akan pentingnya artinya <istirahat tuntas> alias tidur dengan <sehat>!

Nah, disinilah letaknya sesuatu yang saat kini bisa diperoleh dengan telak, melalui cara yang sangat efektif dan efisien, dengan menggunakan system <pengendalian tidur>. Hal ini merupakan teknik pertama dari pelatihan dan pelajaran yang dibimbingkan menggunakan <metode> yang ditemukan Jose Silva dalam risetnya sejak tahun 1944 selama 22 tahun.

Mengapakah diperlukan waktu begitu lama? Sudah tentu hal ini akan merupakan pertanyaan yang sudah pasti akan timbul pada Pusat Pikir para pembaca. Penulis pun pada mulanya mempunyai pertanyaan seperti itu. Ciri-ciri yang khas yang menyangkut tekniknya, memang ditekankan kepada teknik sebelumnya, yang mengarahkan kita pada suatu cara <Pengendalian> yang tahap demi tahap ditrapkan pada neuron-neuron Otak kita dan dijadikan <reflex>.

Hal seperti ini akan merupakan <Kebiasaan> untuk menjadikanya sebagai pondasi didalam pelaksanaan selanjutnya dengan berkembangnya bentuk teknik-teknik yang lain serta peningkatanya. Hal ini serupa dengan <jurus-jurus> yang kita pelajari pada cara pembentukan teknik <bela diri> apapun. Bedanya, yang terakhir ini melalui pendekatan <Fisik> dan yang satunya dengan pendekatan <Mental> didalam keseluruhanya.

Tidak ada penekanan kepada hal fisik tadi. Penulis harapkan, penjelasan ini dapat ditangkap dengan baik dan dalam oleh para pembaca, yang masih mempunyai keraguan besar ataupun kecil akan kemampuan efek Mental terhadap fisik atau perangkat tubuh.

Hal ini mengingatkan kita pada saat-saat dimana seseorang yang telah divonis tidak dapat hidup panjang, karena menderita suatu penyakit, lalu akan berpaling kepada pengobatan <alternatif>, bukan begitu kenyataanya? Hanya saja, yang sudah terdesak itu, kurang <sabar> dan memahami, bahwa sesuatu yang alternatif <alami>, tidaklah seperti ke-<instanan> yang diharapkan dari obat kimiawi.

Kemudian juga kurang dapat difahami, bahwa mendapatkan dan menderita suatu penyakit berasal dari pikiran kita sendiri, yang setiap hari dilanda oleh kejadian-kejadian <Stress> yang tak dirasakan dan tidak ditanggulangi dengan tuntas.

Caranya melalui kesabaran dan kematangan dari kondisi sang penderita sendiri didalam ke-<pasrahan> dan jangan melawan adanya penyakit yang telah dideritanya. Melalui penetrapan pemikiran yag selalu <positif>, akan terjadi pembangunan baru dari DNA yang akan <menyatu> dengan Mind atau pikiran kita.

Disinilah kita harus menginsyafi, bahwa pemikiran negatif, antara lain <keraguan> yang menyangkut kemampuan mental kita,  harus dapat dihilangkan sama sekali. Hal ini merupakan sesuatu yang tidak akan mudah bila belum mempunyai kebiasaan yang menyangkut suatu pengendalian.

Jadi, singkat kata, bila seluruh penduduk dunia pada umumnya dan Indonesia pada khususnya, dapat menguasai diri dengan suatu sifat <Percaya Diri> atau PD yang dasarnya akan selalu <Positif>, maka dapatlah dibayangkan bagaimana akan terjadi kehidupan didunia ini. Akan pasti terjadi kemantapan dari adanya keharmonisan, kenyamanam dan keamanan disekeliling kita sepanjang masa.

Tantanganya ada didalam cara <pemeliharaan> serta <control> terhadap sesama kita  mengenai perilaku masing-masing  serta memperbaikinya tanpa harus melaksanakan hubungan yang <verbal> dan fisik, bukan? Inginkah kita semua berada pada lingkungan dunia seperti itu??? Bukanya mustahil hal itu bisa terjadi, tapi kenyataanya adalah, bahwa kita kurang berusaha untuk <merubah> diri sesuai dengan kondisi yang kita juga inginkan sendiri.(Dilanjutkan/Ijs)


H.Rd. Lasmono Abdulrify Dyar Dipl.Sys.Ing., Ph.D adalah Guru Besar dan Direktur Metode Silva Untuk Indonesia, yang berpusat di Laredo - Texas - United States of America

Nama:
Email:

More MAGIC BRAIN:
[ more Magic Brain ]
© 2008, INDOSIAR.COM | QUICK MENU :