Sosbud
17-Apr-2008 11:35:54 WIB
MAGIC BRAIN
Indonesia dari Pandangan Luar Kelihatan Maju Tapi Kebobrokan Tak Dapat Ditutupi
* Oleh: H.Rd. Lasmono Dyar
Kebobrokan yang kini telah terjadi dimana-mana, ibaratnya penyakit kulit seperti
, seharusnya sejak lama sudah bisa diobati, bila kita mempunyai kepercayaan terhadap cara bukan? Didalam tubuh telah terjadi banyak kontroversi yang disebut dan dibiarkan berkembang !
Membiarkan hal itu terus menerus berlangsung, seperti yang dipercontohkan ibarat penyakit kulit tadi, akan membawakan peyakitntnya makin , akan terjadi dan merembet kemana-mana didalam yang akhirnya akan menjadi penyakit menetap. Ibarat ini bagi yang sedang menderita penyakit , bukan demikian kenyataanya???
Inginkah kita, sebagai warga Negara Kesatuan Republik Indonesia, yang harus , mempunyai kondisi negara seperti itu, para pembaca? Apakah pada zaman perjoangan masa lalu materi berupa berbicara dan mengatur nilai pengorbanan yang dipersembahkan oleh kita? Mampukah kita mengerti serta menginsyafi akan hal seperti itu? Pengorbanan para pejoang tidak dapat diukur dengan berupa . Penghargaanya seyogianya terlaksana sepanjang masa.
Pengorbanan yang seperti itu, dinilai dengan materi yang dinamakan . Penilaian seperti itu akan memberikan efek yang dapat merusak nilai-nilai lain yang jauh lebih . Membicarakan soal uang dirasakan bisa mempengaruhi hubungan yang tadinya sudah baik, menjadi tidak baik, bukan begitu kenyataanya?
Disini akan terjadi unsur yang dapat membentuk sifat , , serta akan kehilangan rasa yang mantap. Kepedulian yang menyangkut pun akan menjadi pudar.
Dapatkah dirasakan oleh para pembaca, bahwa materi pada umumnya dapat lebih mengarah kepada merusaknya sifat pribadi yang seharusnya serta hubungan kemanusiaan yang baik? Memang, kebanyakan diantara manusia yang kehilangan sifat -nya terjadi setelah mendapatkan materi berupa secara . Akan terus menerus dicari kesempatan untuk menambahnya sampai , kata orang. Benartkah seharusnya seperti itu??? Padahal, bila meninggalkan dunia. kita tak dapat membawa kekayaan, hanya kekayaan yang disimpan tanpa pengaruh materi, bukan?
Berapa banyak terjadinya keretakan diantara keluarga, karena adanya suatu peristiwa . Ini semuanya, karena pengaruh materi uang tadi. Berjoang untuk suatu kebiasaanya tidak dipengaruhi oleh materi tersebut. Bila terjadi suatu kehidupan menurut yang diatur oleh Alam, maka pasti tidak akan banyak terjadi penilaian-penilaian yang tidak tepat. Percayakah pembaca kepada menolong sesama dan akan terus dilimpahi materi serta nilai lainya untuk melaksanakan pertolongan itu?
Kata DR.Jose Silva, cukupilah kebutuhan kita yang dan sisanya diperuntukan menolong sesama dengan cara yang memberikan kemandirian. Jangan membentuk sesama kita yang hanya mengerti . Bentuklah mereka menjadi juga seorang yang selalu pada tingkatan yang wajar. !!!
Dengan fungsi dari Otak bagian Kiri, kita selalu memerlukan bukti-bukti nyata, karena adanya suatu dari fungsi itu. Merasakan orang yang telah berbuat memberikan kita rasa jengkel.
Dan pada hakekatnya kita mampu memberikan pertolongan melalui yang tidak menggunakan cara , karena hal itu belum ada jaminan bahwa akan ditangkap oleh seorang yang bersalah, tapi tidak merasa berbuat !
Nah para pembaca, disinilah letaknya kemampuan dengan memfungsikan yang benar-benar dapat dirasakan serta di--kan didalam merubah sifat-sifat yang melawan kebaikan dan dengan sendirinya akan merusak diri sesama kita sendiri. Belum pernah mengalami hal seperti itu?
Ikutilah akses pada milis UltraMind ESP dan Silvamind pada Yahoo dan Google, yang memberikan banyak kenyataan bagaimana hal itu bisa bekerja tanpa mengindahkan performa yang sering menyesatkan.
Para penguasa Negara didunia seharusnya lebih mengutamakan suara yang ditimbulkan pada hati, menurut kebiasaan orang didalam pengertian ini. Mereka hendaknya meninggalkan analisa serta persekongkolan yang sering memberikan hasil yang bahkan lebih banyak membentuk kesengsaraan daripada kenikmatan sejahtera.
Apakah penilaian para pembaca terhadap ? Apakah hal itu mengarah kepada ke- ataukah justru kebalikanya? Kita tidak pernah belajar untuk mengikuti suara hati nurani, yang sebenarnya diatur melalui pengelolaan bawah sadar. Dasarnya selalu , ini kenyataanya, karena secara alami unsur negatif. Demikian pula dengan kita yang menolak unsur asing yang tidak , bukan?
Sebabnya, menurut penyelidikan seksama, patokan unsur positif berada pada tingkatan dan bukan pada tingkatan . Maka itu, memfungsikan kemampuan penggunaan akan membawakan pelestarian dari unsur positif tadi untuk sepanjang masa. Memang kepositifan tidak pernah menimbulkan . Inginkah para pembaca hidup ? Renungkan dan tindakan hal ini ! Demikianlah Kenyataanya.(Tamat/Ijs)
H.Rd. Lasmono Abdulrify Dyar Dipl.Sys.Ing., Ph.D adalah Guru Besar dan Direktur Metode Silva Untuk Indonesia, yang berpusat di Laredo - Texas - United States of America