Sosbud
28-Apr-2008 08:33:10 WIB
MAGIC BRAIN
Ingin Berkuasa Tanpa Modal Inteligensi Tinggi akan Banyak Menimbulkan Masalah



* Oleh: H.Rd. Lasmono Dyar
 
Kita ketahui sudah bahwa banyak sekali diantara manusia yang belum mempunyai kesiapan keseimbangan didalam menggunakan atau , telah berusaha keras dengan segala cara, untuk dapat mencapai kedudukan tinggi didalam suatu masyarakat. Hal ini dapat kita ikuti melalui sejarah dari jutaan tahun lalu, dimana mulai muncul adanya .

Mengapakah penulis menyebutnya seperti itu? Karena dengan tidak adanya keberadaban itu, maka penguasaan seorang terhadap orang lain akan terjadi dengan cara kasar dan tidak manusiawi. Hal ini telah dapat kita ketahui.

Memang gejolak itu ada pada setiap diantara kita untuk bisa dikatakan lebih didalam hal apa pun. Pada mulanya hal kekuasaan ini, timbul dari suatu kepemimpinan Alami. Bentuk gejalanyanya bisa kelihatan pada saat masih kecil. Didalam bermain ada perilaku yang suka mengatur teman sebaya, mempunyai sifat pemberani dan tidak . Lagi pula sering diikuti oleh teman sepemainya.

Biasanya hal perilaku seperti itu masih belum dianggap serius oleh orang tua. Dan terkadang bisa saja ditekan, karena ditanggapi sebagai anak . Didalam mengajarkan , menghormati satu dengan yang lain yang lebih tua, melaksanakan tuntunan dan bukan pemaksaan, orang tua sendiri masih belum memperhatikan hal itu dengan seksama. Kesibukan sehari-hari bisa saja tidak memungkinkan memberikan perhatian tuntas kepada anak-anak asuhnya.

Kemudian, diluar lingkungan orang tua, terkadang ada hal-hal yang tidak sesuai dengan pengembangan bakat kepemimpinan tersebut. Disinilah diperlukan suatu dari orang tua maupun lingkungan berupa yang memperhatikan kelakuan anak didiknya. Mereka seharusnya sudah mempunyai , bahwa anak yang sedang berkembang tersebut dapat dibimbing untuk menjadi seseorang yang mampu memberikan kepada teman atau suatu lingkungan disekolah. didalam memberikan kesempatan pada pengembangan anak yang bisa dituntun kearah yang hanya positif saja yang merupakan

Dapat juga dilihat, adanya suatu bentuk yang secara alami timbul pada seorang anak. Banyak orang tua yang mempunyai intelektualitas yang mapan, sering kali ingin melihat anaknya bisa berkembang seperti halnya mereka sendiri. Mereka memaksakan hal itu pada anaknya dan menggiringnya kearah yang terkadang tidak sesuai dengan bentuk jiwa yang merupakan alami anak tersebut .

Akibat dari suatu pemaksaan, merupakan bentuk perlawanan pada jiwa dan akan membentuk dan akhirnya berkembang menjadi yang cukup tinggi. Dan bila hal itu dipaksakan terus menerus, maka sering kali terjadi anak itu menjadi sakit oleh karenanya. Apakah para pembaca tidak menginsyafi hal ini didalam memacu anak untuk selalu berada pada tingkatan teratas? Padahal belum tentu bisa merupakan jaminan, bahwa anak itu akan selalu dapat mempertahankan kedudukanya tersebut.

Seorang anak yang berkembang didalam suasana seperti itu, sudah akan menjadi orang dewasa yang terisi dengan penuh stres, dengan akibat sering mengalami kondisi badan yang dihinggapi penyakit serta bertindak tidak seimbang. Banyak sudah dilaksankan penyelidikan oleh para yang merupakan orang-orang berintelektualitas super yang menyangkut hal pengembangan jiwa serta pendidikanya itu.

Ada sekolah-sekolah khusus mengenai cara-cara pendidikan dengan bertujuan memberikan pengertian yang sesuai dengan cara pengembangan jiwa yang mantap. Tetapi, disini juga harus kita ketahui, bahwa cara yang diutamakan adalah, bagaimana bisa menjadi terampil didalam memfungsikan , bukan?

Dan cara seperti itu, masih belum bisa berkembang secara mantap, karena tidak diimbangi dengan kemampuan yang banyak berada pada kedudukan semua manusia.

Kini sudah makin diketahui dan menjadi pedoman mutlak, bahwa pengembangan subsadar pada kondisi sadar, sangat diperlukan didalam memupuk inteligensia yang merupakan kemampuan bertindak dengan yang . Kondisi seperti itu membawakan kita pada kemampuan-kemampuan yang lebih luas, mantap dan tinggi, sehingga menguasai keadaan apapun pada keadaan sadar.

Banyak sudah yang melaksanakan bentuk yang atau pada agama bentuk apapun, dengan suatu cara yang mengandalkan penekanan pada fungsi fisik. Ini disebabkan kurang adanya suatu penyelidikan yang seksama yang menyangkut hasil dari meditasi seperti itu. Macam-macam cara bermeditasi yang ingin mencapai suatu kondisi yang tenang, damai dan membawakan rasa nyaman serta menjadi peka.

Dengan riset yang sudah dimulai sejak dua ratusan tahun lalu, dan dilanjutkan dengan generasi penerus, yang dapat ditangkap maknanya oleh DR.Jose Silva pada tahun empat puluhan, maka kini kita dapat menggunakan cara yang ilmiah. Tidak lagi diperlukan hal penekanan fisik tersebut, seperti dengan bentuk dan yang serupa dengan hal tersebut. karena sudah ada cara untuk mengendalikan diri pada kondisi .

Penggunaan yang merupakan suatu . membuktikan hal kemampuan sempurna manusia yang dapat dikembangkan dengan , sehingga dapat menguasai diri dengan lebih tepat dan ketat, untuk memberikan pengaruh yang akan selalu pada tingkatan . Hal inilah yang kita dambakan bila para pemimpin negara sudah dapat memanfaatkan kemampuan tersebut melalui penggunaan fungsi dari . Apakah hal ini masih diragukan, para pembaca? (Ijs)

H.Rd. Lasmono Abdulrify Dyar Dipl.Sys.Ing., Ph.D adalah Guru Besar dan Direktur Metode Silva Untuk Indonesia, yang berpusat di Laredo - Texas - United States of America
Nama:
Email:

More MAGIC BRAIN:
[ more Magic Brain ]
© 2008, INDOSIAR.COM | QUICK MENU :