Sosbud
30-Jun-2008 11:01:14 WIB
MAGIC BRAIN
Kenyamanan Hidup Didunia Tergantung dari Perumusan Tingkatan Kondisi Kita Masing-masing



* Oleh: H.Rd. Lasmono Dyar  

Kini makin banyak dilaksanakan penyelidikan yang menyangkut adanya makhluk manusia diplanet Bumi dan yang masih saja mencari <esensi> dari kreasinya tersebut. Banyak sekali diantara kita yang menginginkan hidup lebih panjang dari kondisi pada umumnya. Ingin meninggalkan dunia didalam kondisi puas dan sehat, tidak menderita suatu penyakit. Hal negatif tadi terjadi, karena kondisi lingkungan memberikan kenyataan yang demikian rumitnya, sehingga perlu dicari jalan yang utama serta mulus untuk bisa keluar dari kondisi kerumitan tersebut.

Penyelidikan seksama melalui berbagai bentuk penemuan dan inovasi, baik itu <Obyektif> maupun <Subyektif>, banyak memberikanya dukungan akan pengertian yang menyangkut suatu kemampuan <Non-Fisik> yang dapat memberikan jawabanya yang hingga saat terkini masih merupakan teka-teki bagi kebanyak dari kita.

Betapa tidak, kita, sebagai makhluk yang dinamakan manusia yang konon, dari masa ke masa, mampu merubah tingkatan kehidupan dari yang sangat sederhana menjadi <super canggih>, bukan? Dan, apakah hal itu dilaksanakan melalui jalan yang penuh hadangan maupun mulus, sudah menjadi kebiasaan yang menjadikanya <abdi> dari cetusan <pikiran>-nya sendiri, tanpa dapat merasakan bahwa hal itu bisa di diraih melalui intensitas dari suatu riset yang mengarahkan dirinya kepada dukungan <Subyektif> dan bukan <Obyektif< lagi.

Melalui pembiasaan dari penggunaan materi fisik, seperti kendaraan bentuk apapun, alat pendengaran serta penglihatan, kita di-<manjakan> untuk melepaskan diri dari kemampuan-kemampuan soal <subyektif> tersebut, karena ada yang dinamakan <jalan pintas>, sehingga tidak perlu lagi menggunakan perwujudan <tenaga> atau <power> yang memang telah berada pada diri masing-masing, dan merupakan perpanjangan dari vibrasi <kosmis> dengan suatu tindakan pembiasaan menggunakan <indra-indra> yang <non-fisik>.

Tapi justru dengan pemanjaan tersebut, mereka yang dapat mempunyai kemampuan kedudukan dari <Inteligensia> yang tinggi, dapat meraba adanya suatu kemungkinan <telak> dimana kita, tanpa kecuali, setelah dapat memahami hal itu semua, mampu menggunakan power tersebut, yang asal-usulnya tidak lain, adalah dari mana kita sebenarnya juga <berasal>. Misalnya saja, penemuan alat Radio, kemudian Televisi dan sel-fone, adanya perangkat satelit yang dapat memantau adanya pergerakan dibumi ini, internet yang wireless dan masih ada saja yang nantinya dapat diketemukan.

Apakah gerangan yang dapat memungkinkan hal itu semuanya dapat digunakan? Tidak lain, para pembaca, adalah adanya <getaran-getaran> yang ditimbulkan oleh <Vibrasi Maha Dahsyat> yang disebut juga <Gigantis> dari keberadaan <Universe> atau <Jagad Raya> dimana sebenarnya kita <ter-rendam> didalamnya! Apakah hal ini dengan telak dapat difahami oleh para pembaca?

Getaran vibrasi ini banyak kita gunakan secara <Tidak di-Sadari> dan juga kita adakan <interfensi> dengan cetusan vibrasi pikiran kita masing-masing untuk membentuk yang dikatakan suatu <Realita> yang kita bayangkan atau kehendaki. Interfensi tersebut dapat mempengaruhi lingkungan, baik yang lingkupnya kecil maupun besar, tergantung dari penggandaanya dan pada tingkatan mana vibrasi cetusan pikiran kita itu ditujukan serta berada.

Hanya saja, karena masih terlalu sedikit orang mengetahui pemahaman ini, dan kembali kepada hal pemanjaan tadi, maka pengaruh kemampuan <Tenaga Kosmik> itu, akan selalu terpatahkan melalui penggunaan komunikasi <Verbal> atau menggunakan bentuk kata-kata serta bentuk redaksi, yang selalu dapat diarahkan dan di-manipulasi menurut kehendak yang menginginkan pengaruh tersebut.

Dengan yang dinyatakan dengan <Remote Viewing> atau melihat dengan cara <Pengendalian Visi Otomatis> melalui suatu jarak tertentu, yang mana, yang telah mahir, dapat meraba serta menangkap bentuk kondisi informasi yang asli atau original, direkayasa ataupun dipalsukan, akan terjadi perubahan yang menonjol. Dari kenyataan fisik saja, melalui suatu penyelidikan yang seksama, manusia telah dapat membuktikan adanya <Keterampilan Fisik> yang luar biasa yang diwujudkan didalam bidang olah raga maupun bela diri. Bukan itu saja, banyak telah dilaksanakan peyelidikan mengapa banyak orang selalu tertarik pada hal-hal yang berbahaya, kondisi <vivere-peri-coloso> atau nyerempet-nyerempet bahaya serta merasakan kepuasan setelah melampau tantanganya itu dengan suatu keberhasilan yang mengagumkan, bukan begitu kini banyak ditayangkan didalam Televisi? Perhatikan tayangan televise dari <Geographical Magazine> dan <Discovery>, sekalipun terjalin adanya <animasi>.

Bila ditinjau secara mendalam sekali, maka kenyataanya adalah, bahwa makhluk manusia telah diperlengkapi dengan serangkaian kemampuan, yang hanya beberapa diantara kita yang baru dapat memahaminya.  Memang hal seperti itu seharusnya sudah dapat difahami benar pada saat <dini>, bila pada pendidikan masa lampau, para pendidik kita sudah mempunyai akses kepada perlengkapan yang berada pada diri masing-masing.

Kerumitan dan disangka sebagai kesemrawutan hal-hal yang terjadi didunia ini, berkat adanya ketidak tersinambungnya antara cetusan pemikiran masing-masing orang yang berada pada suatu tingkatan atas dengan yang lain, telah manjadikan arah kemajuanya kelihatan ber-<simpang-siur>. Kondisi seperti ini akan selalu terjadi pada setiap unsur pemikiran, bila tak ada yang dapat mengaturnya dengan melaksanakan suatu <koordinasi> dan dapat mengarahkan kepada suatu wujud tujuan yang akhirnya dapat di-<andal>kan, bukan?

Kita sangat membutuhkan <koordinator-koordinator> seperti itu untuk menjaga terjadinya kesemrawutan yang akhirnya akan demikian parahnya, sehingga harus diuhancurkan kembali untuk mampu memulai dari suatu permulaan yang bersih. Bukanya sang coordinator lalu yang akan berkuasa? Tidak akan demikian, mereka itu merupakan <pemilah> penting didalam mewujudkan <keserasian> didalam penggunaan cetusan pikiran yang demikian  banyak ragamnya.

Orang-orang seperti itu memang berada diantara kita, ada yang unggul dan ada yang masih didalam perkembanganya. Tapi kenyataanya adalah bahwa mereka, sekalipun diketahui, tidak diberikan kesempatan untuk ikut aktif didalam pengarahan suatu bentuk getaran informasi yang dikuasai oleh mereka yang berlomba mencari kekuasaan. Mencari kekuasaan demi kepentingan <masyarakat  luas> dengan dasar yang akan selalu <positif> bukan merupakan masalah bagi kita. Tapi kenyataanya adalah, bahwa mereka dengan <ambisi> seperti itu, tidak mempuyai visi yang luas dan akan selalu tumbuh dipengaruhi hasil pengalaman, bauk itu tepat maupun tidak. Kebanyakan hanya mementingkan diri serta kelompoknya sendiri dan yang diluar itu hanya sebagai unsur pendukung saja yang mudah dimanipulasi, bukankah demikian hingga kini terjadi, para pembaca? Apakah hal itu kita biarkan saja berlalu, tanpa ada yang memperhatikan dan berusaha merubah arah yang akan menyesatkan ?(Ijs)

H.Rd. Lasmono Abdulrify Dyar Dipl.Sys.Ing., Ph.D adalah Guru Besar dan Direktur Metode Silva Untuk Indonesia, yang berpusat di Laredo - Texas - United States of America

Nama:
Email:

More MAGIC BRAIN:
[ more Magic Brain ]
© 2008, INDOSIAR.COM | QUICK MENU :