jeruk bali
Sosbud
5-Aug-2008 13:35:12 WIB
MAGIC BRAIN
Filosofi yang Menjadi Dasar dari Suatu Riset Penemuan System Silva (2)



Berita HOT:

* Oleh: H.Rd. Lasmono Dyar 

Dr.Jose Silva mula-mula tertarik pada pelajaran <psikhologi> ketika ia ditarik untuk terlibat dalam perang dunia ke II pada akhir tahun 1942. Sedang beliau mempelajari psikhologi tadi, maka berkenalan dengan istilah <para-psikhologi> yang sangat menarik perhatianya. Dipelajari  sains ini dengan seksama serta mengikuti pengalaman-pengalaman sebanyak mungkin.

Tak lama kemudian muncullah istilah <hipnosis> yang pula ia pelajari dan mempraktekanya sebanyak mungkin yang mana menyangkut pengunduran umur dan kemajuanya. Kemudian dikenal juga suatu alat yang dinamakan <EEG> atau Elektronik Encephalo Graph yang para ahli namakan alat <bio-feedback>.

EEG digunakan untuk <meraba> serta mengukur <vibrasi> dari <Pusat Pikir> atau satuan Otak yang merupakan organ Utama didalam diri manusia. Amplitude diraba oleh alat itu dan memberikan skala dari kadar vibrasi Otak yang merupakan arus sangat halus dengan ukuran <frekuensi> dalam satu detik. Hal ini merupakan penemuan <DR.Hertz> yang bilangan frekuensinya menggunakan nama beliau, misalnya, 20 Hertz, 10 Hertz dan setrusnya.

Didalam riset yang hingga saat terkini masih dilaksanakan, terdapat kenyataan, bahwa getaran Pusat Pikir seorang anak, selalu lebih rendah daripada orang dewasa. Kesimpulan yang didapat melalui pengamatan yang cermat adalah, bahwa makin meningkat umur seorang anak, maka makin meningkat pula ukuran getaran atau gelombangnya. Dan hal ini terjadi sampai batas umur 20 tahun, suatu kondisi, dimana seseorang masih didalam keadaan <normal>, bebas dari kondisi <frustrasi> dan <stres>.

Menurut para ahli penyelidik, manusia mengembangkan gelombang itu melalui suatu <siklus> dengan jangka waktu <7 tahun>. Ada yang menyebut sepertinya mengikuti <oktaf> musik, yaitu <7 not> setiap oktafnya. Oktaf <sinar> terdiri dari 7 warna dasar yang terdapat pada <pelangi> atau kita kenal juga dengan bahasa asing <rainbow>. Lalu, oktaf yang ada pada diri manusia adalah oktaf <7 cakra> dan seterusnya.

Memang, banyak diantara kita tidak pernah mempunyai perhatian pada diri sendiri dan apa yang sebenarnya harus diketahui dengan seksama, supaya didalam pemeliharaan fungsinya akan tuntas dan tanpa halangan. Didalam oktaf pertama, yaitu yang berlangsung dalam <7 tahun>, maka pada tubuh manusia terjadi perkembangan tumbuhnya <gigi bayi>. Kemudian bayi itu akan belajar untuk melaksanakan gerakan, berjalan, berbicara dan secara nyata akan berpusat pada pengembangan <mental> atau <alam pikir> melalui yang dapat di-induksikan dari lingkungan atau yang berada diluar struktur tubuh kita.

Didalam pertumbuhan tahun <oktaf kedua>, yaitu antara 7 dan 14 tahun, terjadilah pertumbuhan gigi dewasa, suara berubah pada lelaki, dan wanita masuk kedalam siklus <haid> atau <menstruasi>. Didalam jangka waktu pertumbuhan manusia kedua ini, secara mental terjadi perkembangan untuk berfungsi dengan cara <induktif> dan <deduktif> atau pertumbuhan yang dipengaruhi dari keadaan luar dan yang terjadi dari dalam <diri> pada kedudukan <bawah sadar> atau <nirsadar>, yang pada kondisi <sadar> menumbuhkan perabaan <analitis> dan <kritis>!

Didalam oktaf kedua ini, sang anak akan dipengaruhi atau di-<Program> oleh <konsep>-nya sendiri yang sangat <pribadi>, setelah melaksanakan analisa dan penglihatan kritis dari suatu peristiwa atau kejadian yang mungkin bisa merupakan bentuk masalah. Bila informasi yang diperoleh itu berlanjut dengan mudah dengan cara <obyektif> atau diluar struktur tubuh, melalui pancaindra fisik, maka ia tidak didorong untuk menggunakan kemampuan analitis didalam memperoleh informasi dari dalam dirinya. Bila kondisi seperti itu terjadi, maka timbullah suatu kebiasaan untuk tidak menggunakan informasi <subyektif>, yaitu yang berada pada nirsadarnya, dalam analisa penyamaan suatu peristiwa yang merupakan bentuk masalah.

Seorang anak akan terbiasa untuk hanya menggunakan informasi obyektif saja dalam menyelesaikan  serta menanggulangi suatu masalah. Seorang anak yang hanya menggunakan informasi subyektif saja untuk memecahkan bentuk masalah, hanya akan mengembangkan penggunaan berpikir dengan fungsi Otak bagian Kanan terlebih dahulu kemudian akan melaksanakan tindakanya melalui fungsi Otak bagian Kiri. Dapatkah para pembaca mengikuti ulasan ini ?

Seorang anak yang pada umur antara 7 dan 14 tahun dibiasakan untuk memulai menggunakan informasi subyektif, yang biasanya ditangkap melalui nirsadarnya dengan fungsi Otak bagian Kanan, nantinya juga dengan mudah akan mendapatkan hal-hal yang belum terdapat pada dimensi obyektif. Jadi dengan sendirinya hal-hal yang bakal datang dapat ditanggulangi dengan tepat.

Bila seorang telah melampaui umur 14 tahun, dan tak pernah menggunakan kedua belahan Otaknya, maka orang seperti itu harus diberikan kesempatan untuk mengikuti pelajaran bagaimana seharusnya berfungsi sebagai seorang manusia yang sempurna. Mereka yang telah belajar mengendalikan kedua belahan otaknya, dengan sendirinya akan berfungsi secara <Optimal>. Semua tangkapan oleh Otaknya akan sangat Luas dan mempunyai tendensi untuk tidak mudah diganggu oleh adanya <provokasi-provokasi> yang sering kali menyerang dengan informasi yang <redundans> atau berlebihan dan terkadang bisa membingungkan.(Ijs)

H.Rd. Lasmono Abdulrify Dyar Dipl.Sys.Ing., Ph.D adalah Guru Besar dan Direktur Metode Silva Untuk Indonesia, yang berpusat di Laredo - Texas - United States of America

Nama:
Email:

More MAGIC BRAIN:
[ more Magic Brain ]
© 2008, INDOSIAR.COM | QUICK MENU :