Sosbud
12-Aug-2008 10:11:10 WIB
MAGIC BRAIN
Filosofi yang Menjadi Dasar dari Suatu Riset Penemuan System Silva (3)



* Oleh: H.Rd. Lasmono Dyar 

Bila seorang telah belajar untuk selalu menggunakan bawah sadar dan mengembangkan fungsi <Otak bagian Kanan> yang akan <mendominasi> atau menonjolkan diri dengan <mengontrol> Otak bagian <Kiri>, ia akan melaksanakan pemikiran dengan Otak Kanan terlebih dahulu untuk kemudian melaksanaan <tindakanya> melalui fungsi Otak bagian Kiri.

Ini berarti, bahwa bila seorang melaksanakan tindakan seperti itu, maka ia akan mendapatkan informasi dari <Dua Dimensi> secara bersamaan, bukan? Mereka yang secara alamiah tidak dapat berfungsi seperti itu, akan membatasi dirinya dan bisa dikatakan hanya berfumngsi dengan <separoh> kemampuanya. Dan kenyataanya kini adalah bahwa sebagian besar (90 %) umat manusia , yang diketemukan oleh riset Silva, hanya berfungsi dengan separoh kemampuanya itu.

Pantas saja, bahwa banyak sekali informasi yang berhamburan dan saling bertabrakan satu dengan lainya, bukan?

System pengendalian Pusat Pikir yang ditemukan oleh DR.Jose Silva dan mengikuti namanya tersebut, memang telah diriset secara seksama dengan waktu lama yang mendekati pengembangan pematangan <generasi> yang memerlukan minimal waktu 25 tahun untuk bisa benar-benar dikatakan telah <matang> didalam segala pengembanganya. Riset Jose Silva dilaksanakan didalam masa 22 tahun.

Kematangan <obyektif> tak dapat disamakan dengan kematangan <Subyektif>. Hal ini mempumnyai perbedaan yang <Telak> atau <Signifikan>, karena yang obyektif dibatasi oleh <Ruang> dan <Waktu>, sedangkan yang subyektif tidak demikian, tak ada batas-batas yang ditemukan tersebut. Didalam berfungsi seperti itu, kita telah <Menyatu> dengan perkembangan atau evolusi dari Alam Semesta atau Jagad Raya.

Struktur atau <skala bentuk> manusia dengan demikian telah nyata <Sempurna> seperti memang segala <Ciptaan> dari <Yang Maha ESA>! Apakah masih ada diantara para pembaca yang budiman yang mempunyai persepsi lain didalam perumusan ke-sempurnaan dari Ciptaan-NYA?

Sains Alam Pikir yang disebut termasuk bidang <Isoteris>, dan memang kurang dimiknati oleh remaja zaman kini, karena ada sesuatu yang menghambat didalam niat-niat yang menuju kepada suatu <penyimpangan>. Mereka kurang memperhatikan justru bidang yang mengatur manusia kearah yang selalu <Positif>.

Ada yang mempunyai persepsi, bahwa bila kita tidak berbuat salah, maka tidak diketahui hal itu salah. Ini merupakan pandangan dari seorang yang terbatas dan tidak mengetahui keleluasan berfungsi secara sempurna. Dikatakan tidak ada <tantangan>, jadi harus melampaui keadaan <salah> terlebih dahulu serta kemudian memperbaikinya, bukan begitu kondisi pemikiran hingga saat terkini, para pembaca?

Hal ini tidak akan dapat memperbaiki bentuk dunia seperti yang terjadi sampai kini. Manusia lebih suka mencari hal yang dikatakan <INSTAN>, bukan? Ketahuilah, bahwa hal instan itu mempunyai banyak sekali keterbatasan, dimana banyak informasi yang berguna dalam pengembangan suatu <pematangan> akan terabaikan. Hal inilah yang harus kita singkirkan dari pemikiran yang dipengaruhi oleh adanya perkembangan <teknologi materi> yang memanjakan serta mempengaruhi kita dan menutup adanya kegunaan yang menyagkut hal informasi <subyektif>.

Perubahan yang akan <Pasti> terjadi melalui teknik-teknik yang diketemukan serta dikembangkan melalui <System Silva>, akan terasa sangat berfaedah dan akan bermanfaat bagi perkembangan <Jiwa> manusia pada <umumnya> untuk masa yang <tak terbatas>. Kita akan menjadi jauh lebih sehat, lebih terampil, spiritual, manusiawi, aman dari kejadian-kejadian negatif yang melanda diri kita sepanjang masa. Keberhasilan atau sukses akan selalu lengket pada diri kita.

Ingat selalu, bahwa kondisi <Alpha Oprimal> tidak dapat digunakan untuk tindakan atau timbulnya niat pemikiran yang <negatif>.

Mengapakah Silva selalu mengatakan <spiritual>? Karena segala bentuk informasi yang tak dapat ditangkap dengan pancaindra obyektif atau <fisik>, dikatakan tidak <materis>, tidak dapat dirasakan <keras> dan tak terlihat <wujud>-nya, karena suatu benturan yang dirasakan melalui <sentuhan> tidak ada. Ini yang disebut <immaterial> atau <spiritual> atau <subyektif>.

Sorga dan Yang Maha Esa merupakan kenyataan tidak <materis>, bukan? Setiap kejadian atau peristiwa yang mencakup atau mengandung suatu <kehidupan>, Datang dan Kembali  kepada yang <tidak materis> atau <immaterial> tadi, yaitu yang dihadirkan dari dimensi <subyektif> yang nyata tidak materis tapi dapat ber-<wujud> dengan <nyata>.

Bila alam Pikiran berhungan dengan dunia yang <non-fisik> yang tak dapat ditangkap oleh indra-indra nyata atau fisik, maka disebutkan kita berfungsi secara <Subyektif>. Penulis harapkan bahwa uraian filosofis ini akan bisa membawakan para pembaca pada suatu dimensi yang belum pernah dijelajahi secara terfokus.(dilanjutkan/Ijs)

H.Rd. Lasmono Abdulrify Dyar Dipl.Sys.Ing., Ph.D adalah Guru Besar dan Direktur Metode Silva Untuk Indonesia, yang berpusat di Laredo - Texas - United States of America

Nama:
Email:

More MAGIC BRAIN:
[ more Magic Brain ]
© 2008, INDOSIAR.COM | QUICK MENU :