Kita belumlah terbiasa untuk mendapatkan suatu pandangan yang menyeluruh yang ditangkap melalui pandangan hanya fisik saja. Segala sesuatu yang ditangkap melalui indra-indra fisik memang mempunyai keterbatasan yang telak.
Didalam kehidupan manusia kita tak dapat meremehkan suatu aspek penting yang sangat menentukan. Bila hal ini diabaikan, maka akan sangat sulit untuk mencari solusi yang tepat untuk memperbaiki dan merubahnya.
Suatu kekuatan yang dapat dikembangkan pada jiwa seseorang, tapi tidak atau kurang ada pemeliharaanya, akan pasti melarutkan kembali kekuatan tersebut, sehingga akan rentan kembali terhadap pelandaan provokasi-provokasi yang menyerang.
Bila kita berada didalam lingkungan yang memberikan rasa tidak nyaman pada jiwa kita, maka hal itu menandakan ada sesuatu yang tidak beres atau tak wajar. Disinilah terdapat yang dinamakan keimanan atau sifat yang mengutamakan kejujuran.
Para penguasa, baik pada bidang pemerintah maupun swasta, sengaja atau tidak, telah tanpa dirasakan dan diketahui, memberikan gelombang getaran negatif yang mempengaruhi nuansa lingkungan yang dapat dirasakan sepanjang masa.
Dengan berkembangnya penggunaan System Silva ditanah air, penulis melihat banyak harapan untuk menanggulangi kemelut yang terutama disebabkan oleh tidak adanya ‘pengendalian’ diri sendiri yang mencakup kekuatan emosi.
System Silva atau Psychorientology diperkenalkan didunia sejak tahun 1966, setelah melalui masa penyelidikan sejak 1944 selama 22 tahun oleh penemunya :DR. JOSE SILVA.
Bagaimakah jadinya keadaan kita, bila hidup tanpa adanya indra penglihatan, penyentuhan dan pendengaran? Dan seberapa besar indra-indra ini dihargai oleh kita?
Merasa berKuasa terhadap sesama kita, memang masih merupakan hal yang menggelitik dengan kuatnya didalam sanubari. Energi itu menggetarkan emosi tadi dan bila tidak dapat mempunyai cara pengendaliannya, maka hasilnya akan selalu menuju kepada hal-hal yang mempunyai konotasi negatif!
Banyak diantara manusia yang cerdik pandai, dan mereka yang terbatas visinya karena adanya batas-batas yang dikarenakan suatu dogma dan doktrin itulah, ternyata sangat enggan menerima kenyataan.
1 2 3 4 5 6 7 8 > Last ›