Magic Brain

Informasi yang dianggap cangih bagi para pemutus makin lama mempunyai pengertian yang kacau terhadap peran ‘intuisi’. Dimana hal ini jauh dari kenyataan fakta didalam organisasi atau berada diluar fakta-fakta tersebut.
Keputusan yang direncanakan merupakan pengulangan dan rutin, mempunyai prosedur yang sudah ditentukan dan tidak memerlukan banyak cerita lagi didalam pendekatanya, bila terjadi suatu masalah.
Banyak keputusan yang didasarkan atas pertimbangan penyusunan data-data ‘obyektif’, sebagai hal kenyataan dan ada yang disusun atas dasar ‘obyektif-subjektif’ disusun sebagai yang belum dan tidak nyata.
Manusia terlalu banyak dipengaruhi oleh informasi yang terlalu banyak ragamnya, lagi pula juga berlebihan didalam memberikan arti adanya infomasi tersebut. Tidak sering kita terjebak didalam pengulangan-pengulangan yang tidak lain akan memperlambat waktu saja.
Bila kita mengamati kemajuan-kemajuan teknologi yang didasarkan atas perangkat keras dan lunak, kelihatanya bisa dikatakan sangat maju, tapi tujuanya lalu banyak menyimpang dari azas mensejahterakan umat manusia.
Ada dua aspek dari cinta, yaitu cinta dengan menyayangi satu dengan yang lain sampai terpisah karena salah satu meninggalkan dunia. Kemudian cinta b i o l o g i s yang terbentuk karena hawa nafsu, daya tarik alami ....
Kebanyakan orang akan selalu mencari suatu kesalahan pada pihak lain, bukan pada tindakan diri sendiri, yang bisa dikatakan telah melaksanakan provokasi untuk menarik perhatian serta menyentuh perasaan orang lain ....
Menciptakan gagasan baru yang tepat dan jitu, mengembangkan daya kreativitas, malaksanakan inovasi pemikiran merupakan sesuatu yang normal saja, karena memang telah mempunyai kemampuan untuk itu melalui kepekaan intuitif.
bila seseorang sudah mampu melaksanakan pengendalian atau kontrol pada produksi gelombang Otaknya, maka mereka juga dapat mengontrol fenomena para-normal yang hingga kini merupakan suatu kejadian atas dasar ....
Manusia diciptakan dengan kodrat masing-masing beserta Urut Duduk Takdir (UDT) atau “hirarkhi takdir” yang telah ditentukan, tapi bisa saja menjadi salah arah karena pengaturan nasib-nya yang diserahkan kepada manusia itu sendiri ....

‹ First  < 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 > 

© 2008, INDOSIAR.COM | QUICK MENU :