jeruk bali

Magic Brain

Memberikan nilai harga diri kepada sesama kita, merupakan awal dari hubungan harmonis antar manusia, yang merupakan unsur pokok pada konstruksi kebergaulan yang menjadi pondasi dari timbulnya komunikasi perdamaian antar kita.
Kebanyakan diantara kita, melalui harapann yang masih belum pasti, selalu menginginkin perubahan-perubahan yang positif bagi kita pada umumnya. Hal ini dilaksanakan dengan berbagai cara yang tak dapat dikategorikan dalam cara yang obyektif.
Bila kita mendapatkan suatu masukan baru, apakah itu datangnya dari orang yang lebih pintar ataupun kepintaran yang berada dibawah kita, baik itu orang tua maupun muda, akan merupakan tambahan pengetahuan dan jangan merasa digurui.
Kebanyakan diantara kita menanggapi suatu janji dengan TIDAK SERIUS, sambil lalu saja, dan terkadang karena keringanan nadanya itu, juga bisa lupa akan pernah berjanji tersebut, bukankah hal ini menjadi suatu kebiasaan ?
Bahwa didalam kehidupan didunia ini hanya segelintir orang saja yang pandai melalui kepekaan melihat suatu kesempatan, baik itu diperolehnya dengan cara positif maupun negatif, sering juga dijadikan penyelidikan, siapa-siapa yang mempunyai harta paling TOP.
Sikap terhadap seorang yang tadinya kelihatan akrab, bisa berubah tanpa alasan yang tepat. Hal seperti itu, terlalu sering dilihat dikalangan mereka yang mempunyai kedudukan tertentu yang terisi dengan nuansa kekuasaan.
Ada pendapat, yang menyatakan, diantara nuansa putih dan hitam ada nuansa abu-abu yang dianggap sebagai toleransi. Bagaimana kita menginterpretasi, mempersepsi, serta menterjemahkan performa arti kata itu ?
Banyak orang masih belum mampu untuk mengendalikan dengan telak suatu ke-INGINAN yang menggebu didalam sanubari, hendak mencapai sesuatu yang ditanggapi penting bagi kemajuannya.
Kita akan tidak percaya, bahwa yang dinamakan stress itu kini berjangkit dimana-mana, tanpa diperhatikan dengan serius. Kebanyakan orang selalu hanya memperhatikan bagian fisik dari jasad saja, tapi kurang sekali yang menyangkut mental.
Pemberian maaf dalam konteks yang paling tinggi, artinya tanpa pamrih apapun atau unconditional serta tanpa juga mempunyai suatu pretensi. Merasa diri lebih SUPER dari sesamanya, merupakan hal yang akan menjadikan kita seorang luhur.

‹ First  < 5 6 7 8 9 10 11 > 

© 2008, INDOSIAR.COM | QUICK MENU :