indosiar.com, Pontianak - Seorang waria menganiaya seorang balita berusia 2 bulan yang ia adopsi hingga kakinya melepuh. Tim gabungan buser Polsek Pontianak Barat dan Poltabes mendatangi rumah Abui yang terletak di Jalan Jeruju, Pontianak karena laporan warga ada anak balita yang kerap dianiaya orang tua angkatnya.
POlisi mendapatkan kondisi korban yang baru berusia 2 bulan ini sangat mengenaskan. Kedua kaki bayi perempuan bernama Elen ini melepuh hingga tampak dagingnya.
Namun Abui, waria yang telah mengadopsi korban itu mengaku ia tidak pernah menganiaya Ellen. Luka di kaki korban tanpa disengaja tersiram air panas ketika dia membuat susu.
Setelah melakukan rekonstruksi polisi meyakini, korban dianiaya Abui yang berprofesi sebagai dukun ini. Sebabnya mirip dengan tersiram minyak goreng panas. Sehingga Abui yang merupakan waria tersebut diamankan ke poltabes Pontianak.
Sedangkan korban dilarikan ke Rumah Sakit Polda Kalimantan Barat untuk mendapatkan perawatan intensif. Elen diadopsi secara ilegal dari Fitri, ibunya. Sebab ibu kandung korban tidak memiliki biaya untuk persalinan.(Andi Wardayanto/Hr)