indosiar.com, Jember - Seorang penjaga malam gudang tembakau di Jember, Jawa Timur Selasa (26/08/08) malam, ditemukan tewas bersimbah darah dengan sejumlah luka sabetan benda tajam. Korban diduga melawan, karena saat jasadnya ditemukan ia masih memegang golok yang berlumuran darah.
Warga Desa Panca Karya, Kecamatan Ajung, Jember, Jawa Timur Selasa malam, heboh menyusul tewasnya Sunarto, penjaga malam disebuah gudang tembakau Desa Panca Karya. Korban ditemukan tewas bersimbah darah dengan sejumlah luka bekas sabetan benda tajam didalam salah satu gudang pengering tembakau yang sedang dijaganya. Saat ditemukan korban masih mengenakan pakaian dinas malamnya lengkap dengan sepatu boot berikut lampu senter.
Tangan korban juga masih memegang sebilah golok yang masih berlumuran darah. Setelah melakukan olah tempat kejadian perkara dan penyisiran untuk mencari barang bukti, polisi kemudian mengirim jasad korban ke RSUD Dokter Subandi Jember untuk divisum.
Semula warga mengira pelaku pembunuhan adalah Bukasan, sesama penjaga malam gudang. Pasalnya saat kejadian, Bukasan berada disamping jasad korban. Bukasan sendiri akhirnya harus dikirim ke Puskesmas karena juga mengalami sejumlah luka.
Sementara itu kepada polisi Bukasan mengaku sesaat sebelum kejadian sempat terlibat cekcok dengan korban didalam gudang. Korban bahkan langsung membacok dahi Bukasan.
Dari hasil penyelidikan polisi atas beberapa saksi termasuk Bukasan, pelaku pembunuhan yang sebenarnya akhirnya terungkap. Dia adalah Riyadi (43), yang tidak lain anak kandung Bukasan yang juga bekerja sebagai penjaga gudang. Kepada polisi Riyadi mengaku membunuh korban usai mendengar jeritan dari sang ayah.
Meski demikian hingga kini polisi masih belum memberikan keterangan resmi dan masih mendalami kasus pembunuhan ini. Diduga pembunuhan bermotif dendam. (Tim Liputan/Sup)