indosiar.com, Jakarta - Praktek kekerasan kembali menodai dunia pendidikan seorang santri di Bekasi dianiaya gurunya lantaran dituduh mencuri uang di Pondok Pesantren. Akibat penganiayaan tersebut korban menderita luka lebam di perut karena diinjak - injak dan dicekik dibagian lehernya.
Korban Sugi Taqwa Darmawan, kelas III Sanawiyah Pondok Pesantren Al Khoirah, Jati Kramat, Bekasi Rabu (27/8/08) pagi mengadukan penganiayaannya kepada Komnas Perlindungan Anak di Jakarta Timur. Penganiayaan dilakukan oknum guru bernama Haji Mamat Purtubi, saat itu korban diintrogasi karena dituduh telah mencuri uang santri lainnya sebesar 150 ribu rupiah.
Merasa tidak mencuri Sugi menolak tuduhan itu, tapi penolakan ini membuat sang guru naik pitam dan dengan geram Purtubi mencekik leher Sugi memukul muka dan menginjak - nginjak perutnya.
Sekjen Komnas Anak Aris Merdeka Sirait, sangat menyayangkan kejadian ini karena masih saja terjadi tindak kekerasan didunia pendidikan. Pihaknya akan mengirim surat laporan ke Polresta Bekasi dan surat panggilan terhadap pelaku untuk klarifikasi halus ini. (Tim Liputan/Dv).