indosiar.com, Pemalang - Seorang guru Sekolah Dasar yang juga istri anggota Polres Pemalang, Jawa Tengah, Kamis (04/09/08) dini hari ditemukan tewas di kamar tidurnya dengan kondisi kepala retak tertembus peluru. Korban diduga kuat bunuh diri menggunakan senjata api milik suaminya, tapi belum jelas apa motif tindakan korban nekad mengakhiri hidupnya sendiri.
Jenazah korban Sri Marhaeni usai diotopsi di Rumah Sakit Umum Daerah Azhari, Pemalang, Jawa Tengah langsung dipulangkan ke rumah duka di Perumahan Asabri Jalan Satria 101 Pemalang kemarin siang.
Guru Sekolah Dasar ini ditemukan tewas bersimbah darah di kamar tidurnya pukul 00.15 WIB Kamis pagi. Dari hasil otopsi yang dilakukan tim dokter Forensik Polda Jawa Tengah ditemukan luka tembak dibagian kepala korban. Diduga kuat korban bunuh diri dengan cara menembak kepalanya menggunakan senjata api milik suaminya, Aeptu Sapto Marsono, Anggota Satuan Intelkam Polres Pemalang.
Kasus ini terkesan sangat ditutup-tutupi sebab tidak ada satupun anggota keluarga korban dan tetangga korban yang bersedia memberikan keterangan seputar kronologis kasus ini. Bahkan Kapolres Pemalang, AKBP Bambang enggan memberikan penjelasan saat diwawancarai wartawan di rumah korban.
Namun menurut salah seorang tetangga korban sekitar pukul 00.15 WIB Kamis pagi terdengar suara letusan senjata api sebanyak satu kali dari rumah korban, disusul jeritan minta tolong Aeptu Sapto Marsono. Korban ditemukan sudah tak bernyawa tergeletak bersimbah darah diatas tempat tidurnya.
Belum diperoleh kepastikan motif tindakan korban mengakhiri hidupnya sendiri. Isu yang berkembang bahwa kasus ini dilatarbelakangi cinta segi tiga. Tapi rumor itu dibantah tetangga korban. Sebab menurut mereka, kehidupan keluarga korban cukup harmonis. Kasus ini kini masih dalam penyelidikan petugas Polres Pemalang. Suami korban saat ini juga masih menjalani pemeriksaan petugas P3D Polres Pemalang. (Kuncoro Wijayanto/Sup)