indosiar.com, Cirebon - Seorang aktivis ormas Islam di Cirebon ditangkap polisi saat sedang bertransaksi sabu - sabu dari seorang pengedar. Tersangka yang sering berunjuk rasa menentang dan menghancurkan tempat - tempat maksiat itu ditangkap polisi karena membeli sabu - sabu.
Tersangka Ade alias Deko, hanya bisa tertunduk lesu saat berada di Satuan Narkoba Polresta Cirebon. Beberapa saat sebelumnya tersangka yang dikenal sebagai aktivis ormas Islam ini di kota Cirebon sebelum terjerat narkoba ia dikenal bersama ormasnya paling garang memberangus tempat - tempat maksiat. Tapi nyatanya dia sendiri menjadi setannya narkoba.
Kamis (4/9/08) kemarin dia tertangkap basah oleh polisi sedang bertransaksi sabu - sabu dengan pengedarnya. Beserta Ade, polisi juga menangkap Budi Raharjo yang diketahui sebagai pengedar sabu.
Keduanya disergap polisi di Jalan Kromong Pasar Pagi dengan setengah gram sabu. Untuk memastikan terlibat tidaknya Ade, polisi lalu mengujinya lewat tes urine dan hasilnya keduanya ternyata positif sebagai pengguna sabu. Saat diperiksa polisi tersangka Ade sempat menangis menyesali perbuatannya.
Ade mengaku terjun ke dunia narkoba karena kepepet kebutuhan karena istrinya tengah hamil. Kepepet atau tidak nyatanya menurut catatan polisi Ade telah 11 kali bertransaksi sabu - sabu. Selain dijual kembali sabu - sabu tersebut juga dikonsumsi sendiri oleh Ade.
Penangkapan ini cukup menggemparkan kalangan aktivis ormas Islam. Pasalnya tersangka termasuk getol mengikuti unjuk rasa menentang kemaksiatan. (Masyuri Wahid/Dv).