Mancanegara
16-May-2005 12:00:28 WIB
PROFIL
Tony Blair : Berkibar Ditengah Terpaan



Artikel Terkait:
Berita HOT:
"Ia merupakan orang pertama dari Partai Buruh yang menjadi Perdana Menteri Inggris selama tiga kali berturut-turut. Meski ia sempat dituding menjadi penyebab Partai Buruh kehilangan kursi mayoritas sebanyak 160 kursi menjadi 66 kursi".

Anthony Charles Lynton "Tony" Blair, yang dilahirkan tanggal 6 Mei 1953, telah memimpin Partai Buruh sejak pendahulunya John Smith wafat di tahun 1994 lalu. Blair berhasil membawa Partai Buruh kembali berkuasa dengan memenangi pemilihan umum tahun 1997, menggantikan John Mayor sebagai perdana menteri, dan sekaligus mengakhiri kekuasaan Partai Konservatif selama 18 tahun berturut-turut.

Blair membawa Partai Buruh menuju ke pusat perpolitikan di Inggris, dengan menggunakan istilah "Buruh Baru" untuk membedakan dukungan partainya atas privatisasi industri-industri dan pasar, termasuk reformasi dari keyakinan pendahulunya di Fabian Socialism.

Meskipun demikian, kritik-kritik yang ditujukan Blair mulai dirasakan saat dibawah kepemimpinannya, dia sepakat dengan prinsip-prinsip pendahulunya dan pemerintahnya menempatkan tekanan yang tidak efisien terhadap prioritas-prioritas tradisional Partai Buruh, seperti pembagian kembali kemakmuran.

"Perang Melawan Teroris" sebagai agenda utamanya telah mendominasi kebijakan luar negerinya, dimana dia bersekutu dekat dengan George W Bush dan mengirim pasukan Inggris untuk berpartisipasi dalam invasi Irak tahun 2003, yang kemudian berhubungan dengan penjajahan dan konflik.

Meskipun menuai banyak kritik, Partai Buruh pimpinan Blair kembali memenangi pemilihan umum untuk ketiga kalinya di tahun 2005 ini. Tapi kepopuleran seorang Tony Blair mulai tampak meredup. Hal ini terlihat dari perolehan jumlah kursi di parlemen yang berkurang menjadi 66, sehingga menimbulkan pertanyaan berapa lama lagi kepemimpinan Blair ini akan berlangsung?

Blair dilahirkan di Edinburgh, Skotlandia. Ayahnya, Leo adalah seorang pengacara Inggris dan kemudian menjadi pengajar hukum yang aktif di Partai Konservatif. Leo Blair mempunyai ambisi menjadi anggota parlemen di Durham, namun cita-citanya tidak tercapai karena dia mengalami stroke ketika Blair berumur 11 tahun. Blair menghabiskan masa kanak-kanaknya di Durham.

Setelah menuntut ilmu di Sekolah Durham Choristers, Blair disekolahkan di Fettes College di Edinburg, dimana dia bertemu dengan Charlie Falconer, yang kemudian menjadi Ketua Mahkamah Agung Inggris.

Setelah menyelesaikan sekolahnya dari Fettes, Blair melanjutkan pendidikan hukumnya di St. John's College, Oxford. Selama masa pendidikannya itu, dia juga ahli dalam memainkan piano dan bernyanyi untuk sebuah band rock bernama Ugly Rumours.

Lulus dari Oxford, Blair mendaftarkan dirinya sebagai seorang murid pengacara Inggris dan bertemu dengan calon isterinya, Cherie Booth. Blair menikahi Booth pada tanggal 29 Maret 1980. Dari perkawinannya, mereka memiliki tiga orang putra, yakni Euan, Nicky dan Leo, serta seorang putri bernama Kathryn.

Leo adalah putra bungsu Blair yang sedikit berbeda dengan anak kandungnya yang lain karena dia menjadi anak pertama yang lahir secara resmi saat Blair sudah menjadi Perdana Menteri. Situasi ini mirip seperti 150 tahun lalu, dimana Francis Albert Rollo Russel dilahirkan saat ayahnya masih sebagai Raja John Russel pada tanggal 11 Juli 1849.

Blair berupaya untuk melindungi anak-anaknya dari sorotan media, namun hal ini tidak mungkin terjadi. Leo menjadi titik fokus perdebatan atas vaksin Mumps, Measles, Rubella atau MMR (imunisasi yang diduga dapat mengakibatkan penyakit autisme, red), ketika Tony Blair menolak untuk mengkonfirmasikan apakah putranya menerima perawatan kontroversial tersebut.

Euan Blair juga menjadi pusat perhatian publik setelah polisi menemukan dia dalam keadaan mabuk di Lapangan Leicester, London, saat tengah merayakan hari terakhir ujian GCSE bulan Juli 2002, hanya beberapa hari setelah ayahnya mengajukan usulan denda ditempat bagi orang yang kedapatan mabuk. Blair telah dua kali mengajukan protes atas cerita media massa soal anak-anaknya.

Kepopuleran Blair di mata publik mulai terusik ketika dia memberikan dukungan kuat rencana kontroversial Presiden Amerika Serikat George W Bush untuk menginvasi Irak dan menjatuhkan diktator Saddam Hussein.

Beberapa saat setelah memberikan dukungan penuh terhadap invasi Irak, Blair mulai dihadapkan dengan sejumlah tekanan dari komunitas internasional. Banyak pihak menilainya lebih persuasif dibandingkan Bush, dimana lebih banyak memberikan pidato alasan menjatuhkan Saddam Hussein menjelang perang Irak.

Ditengah-tengah pro dan kontra soal dukungannya terhadap invasi Irak, Blair masih menunjukkan superioritasnya dengan membawa Partai Buruh pimpinannya untuk ketiga kalinya berturut-turut memenangi Pemilu.

Tanggal 6 Mei 2005 sekitar pukul 04.28 waktu setempat mungkin tidak bisa dilupakan oleh Blair karena Partai Buruh akhirnya dinyatakan memenangi Pemilu dengan memperoleh batas minimum jumlah kursi, yakni 324 dari 646 kursi yang tersedia di Parlemen Inggris. Sehari setelah itu, Blair diundang untuk membentuk pemerintahan baru oleh Ratu Elizabeth II.

Meskipun memenangi Pemilu kali ini, namun jumlah kursi yang diperoleh oleh Partai Buruh berkurang. Salah satu faktor yang mempengaruhi penurunan jumlah kursi tersebut akibat keputusan Blair mendukung invasi ke Irak. Bahkan ada beberapa politikus dari Partai Buruh meminta Blair untuk mundur sekarang daripada dimasa yang akan datang.

Akankah Tony Blair menerima kenyataan sesungguhnya bahwa dia harus mengundurkan diri sebagai perdana menteri Inggris atau sebaliknya tetap mempertahankan hingga masa akhir jabatannya. Jawabannya hanya ada di tangan Blair, yakni gaya kepemimpinan bagaimana yang akan dia kedepankan.(Tommy Alwi/Idh)

Nama:
Email:

More PROFIL:
[ more Profil ]
© 2008, INDOSIAR.COM | QUICK MENU :