Mancanegara
1-Sep-2005 16:20:02 WIB
PROFIL
Maria Sharapova, Tak Sekedar Punya Wajah Cantik



Berita HOT:
Muda, cantik dan penuh prestasi. Begitulah kira-kira gambaran dari petenis putri nomor dua dunia saat ini, Maria Sharapova. Petenis Rusia ini sejak awal bersikeras ingin membuktikan bahwa dirinya bukanlah Anna Kournikova yang baru. Dan impiannya itu benar-benar diwujudkannya ....

Remaja yang baru berusia 18 tahun ini membuktikan kepada dunia bahwa dirinya patut diperhitungkan di dunia tenis, meskipun mempunyai kesibukan diluar arena, yakni menjadi seorang model mengikuti jejak seniornya, Anna Kournikova.

Sebelumnya, banyak orang membanding-bandingkan Sharapova dengan Kournikova baik dalam karirnya sebagai petenis maupun model. Namun, semua itu berakhir sudah setelah Sharapova mengukir prestasi sensasional dalam kejuaraan Wimbledon tahun 2004 lalu.

Dunia pun tercengang dengan penampilannya yang luar biasa saat menumbangkan juara bertahan Wimbledon Serena Williams dalam babak final Wimbledon 2004. Padahal, Sharapova saat itu baru menginjak usianya yang ke-17. Dengan gelar juara Grand Slam-nya itu, saat ini Sharapova adalah petenis putri termuda yang memenangi Wimbledon sejak Martina Hingis mengukirnya pada tahun 1997.

Kini, Sharapova sudah membuktikan bahwa dirinya memang berbeda dengan Anna Kournikova, yang belum pernah memenangi pertandingan singlenya atau bertahan hingga babak semifinal sepanjang karirnya di turnamen Grand Slam.

Bahkan, posisi prestisius yang diidam-idamkan oleh seluruh petenis sejagat raya ini pun sudah diperoleh Sharapova. Berdasarkan peringkat petenis dunia yang dikeluarkan oleh WTA per tanggal 22 Agustus 2005, Sharapova resmi dinobatkan sebagai petenis putri nomor satu dunia dan sekaligus menjadi wanita pertama dari Rusia menjadi petenis nomor satu dunia. Tapi, gelar nomor satu dunia itu hanya dinikmati Sharapova selama satu minggu saja, karena Lindsay Davenport berhasil merebut kembali gelar tersebut.

Tapi, jika menelusuri perjalanan hidup petenis muda ini, bisa dimaklumi bahwa Sharapova memang dididik untuk menjadi petenis terbaik oleh keluarganya. Di usianya 9 tahun, Sharapova telah dimasukkan ke akademi tenis Nick Bollettieri di Florida oleh ayahnya, Yuri.

Sharapova mulai memukul bola tenis saat berusia 4 tahun. Kemudian, menginjak usianya ke-6, dia berpartisipasi dalam sebuah eksibisi tenis di Moskow, yang saat itu diikuti oleh petenis terkenal Martina Navratilova.

Selama dua tahun, Sharapova pun terpaksa berpisah dengan ibunya tercinta, Yelena, karena adanya pembatasan pemberian visa. Dan selama di negara paman sam itu, Sharapova hanya ditemani oleh ayahnya, sedangkan ibunya tetap tinggal di Siberia.

Bollettieri, yang segera dapat melihat bakat luar biasa putri Yuri, menyatakan bahwa pengorbanan dan keyakinan dari keluarganya sebagai kunci utama kesuksesan Sharapova. "Yuri menemukan orang tepat yang membantu putrinya untuk menjadi pemain tenis terbaik," ujar Bollettieri kepada harian The Independent seperti yang dikutip dari BBC News.

Keluarganya tidak hanya saja melengkapi Sharapova dengan kemampun fisik di lapangan, tetapi juga memberikan mental yang kuat dan sikap pantang menyerah kepada remaja putri yang dilahirkan pada tanggal 19 April 1987 tersebut.

Dalam konferensi pers setelah kemenangannya atas petenis Amerika Serikat Lindsay Davenport di babak semifinal Wimbledon 2004, Sharapova, yang selalu tampil dengan wajahnya yang ceria, sempat tersinggung ketika keterlibatan keluarganya dalam karirnya dipertanyakan.

"Saya tidak tahu mengapa kamu akan mengatakan itu tentang ayah saya. Saya sangat berhutang kepada orang tua saya. Pindah ke Amerika Serikat adalah pergorbanan yang luar biasa," jawab Sharapova saat itu kepada para wartawan.

Saat ini, Sharapova masih duduk dibangku SMU di tahun keduanya dengan mempelajari sosiologi, aljabar dan Inggris melalui sekolah internet. Diluar lapangan, remaja kelahiran Kota Nyagan - Russia ini memiliki hobi bernyanyi, fashion, dancing dan film.

Sharapova yang memiliki berat 59 kg dan tinggi 1,83 cm ini terjun ke tenis profesional pada tanggal 19 April 2001 saat mengikuti ITF/Sarosa di Amerika Serikat. Petenis yang menyukai film Mona Lisa Smile, Something's Gotta Give dan Love Actually ini mencatat karir yang cukup membanggakan saat berhasil menembus babak semifinal di turnamen Birmingham pada tahun 2003.

Selain perkasa di lapangan, Sharapova juga bisa menampilkan sisi feminimnya layaknya seorang gadis cantik. Pada bulan November 2003, dia menandatangani sebuah kontrak untuk menjadi seorang model dengan IMG Models.

Dengan kemampuannya itulah, kini wajah cantik Sharapova telah menghiasi berbagai cover depan majalah, seperti ESPN edisi bulan Juni 2005 dan Forbes edisi Juli 2005 yang memasukkannya ke dalam daftar atlet wanita paling kaya di dunia.

Kemudian, People Magazine's menobatkannya sebagai salah satu dari "50 Most Beautiful People" di tahun 2005. Dan dari kalangan industri marketing dan public relations menobatkannya sebagai salah satu dari atlet wanita yang paling disukai oleh pasar di tahun 2005. Kini, petenis cantik ini tengah mengejar gelar Grand Slam-nya yang kedua saat mengikuti US Open 2005.

Berikut ini gelar juara yang diraih oleh Maria Sharapova selama karir profesionalnya :

Di nomor tunggal :
2003: Tokyo dan Quebec City
2004: Birmingham, Wimbledon, Seoul, Tokyo dan WTA Championships
2005: Tokyo, Doha dan Birmingham

Di nomor ganda :
2003: Tokyo dan Luxembourg (berpasangan dengan Tanasugarn)
2004: Birmingham (berpasangan dengan Kirilenko)

Perjalanan karir Maria di turnamen Grand Slams 2005 :
Australian Open : babak Semifinal
French Open : babak perempat final
Wimbledon : babak semifinal
US Open : ??? (Berbagai Sumber/Tom/Idh)

Nama:
Email:

More PROFIL:
[ more Profil ]
© 2008, INDOSIAR.COM | QUICK MENU :