Mancanegara
13-Sep-2005 15:49:03 WIB
PROFIL
Hosni Mubarak, Diktator Moderat di Mesir



Berita HOT:

Dalam 24 tahun terakhir ini, setiap pemilihan presiden di Mesir dilakukan melalui referendum. Begitupun dengan Hosni Mubarak, yang terpilih sebagai presiden. Dan, karena Mubarak adalah calon presiden tunggal sehingga dipastikan dia akan mengatongi suara mayoritas.

Namun, awal tahun ini Mubarak tiba-tiba mengumumkan nama-nama calon lain yang untuk pertama kalinya boleh ikut serta dalam pemilihan presiden. Dan tanggal 7 September 2005, rakyat Mesir pun memulai sejarah politik barunya, yakni bisa memilih presiden secara langsung dengan beberapa calon presiden.

Meskipun demikian, Hosni Mubarak tetap bisa memenangkan pemilihan presiden yang diselenggarakan dengan calon multi-kandidat itu. Hosni Mubarak pun kembali dipercayakan oleh rakyat Mesir untuk menjalankan mandat di negaranya.

Bahkan, kemenangan yang diraih Mubarak masih sangat mutlak dibandingkan dengan calon-calon lainnya. Beliau dinyatakan berhasil meraih suara terbanyak yakni 78 % dibandingkan pesaing terdekatnya, Ayman Nour, yang hanya memperoleh 12 % suara.

Dengan kemenangan tersebut, Mubarak semakin mendominasi percaturan sejarah kepemimpinan di Mesir. Sebagai Presiden Mesir, Hosni Mubarak yang menginjak usianya yang ke-77 ini dianggap sebagai pemimpin paling berkuasa di negara tersebut.

Di bawah Konstitusi Mesir 1971, Presiden Mubarak memiliki kuasa yang luas atas Mesir. Dia bahkan dianggap banyak orang sebagai seorang diktator, meskipun yang moderat. Dia dikenal karena posisinya yang netral dalam Konflik Israel-Palestina dan sering terlibat dalam negosiasi antar kedua pihak.

Program kerja yang ditawarkan Mubarak selama kampanyenya, antara lain melanjutkan reformasi politik; penghapusan undang-undang (UU) keadaan darurat yang diterapkannya sejak 1981; mempertahankan kuota 50 persen kursi parlemen untuk kaum buruh dan petani; mengurangi pengangguran dan membuka lapangan kerja; serta menaikkan taraf hidup rakyat dan jaminan kesehatan bagi semua warga.

Presiden Mesir Hosni Mubarak dilahirkan tanggal 4 Mesi 1928 di Al-Menoufiyah, yang berlokasi di tengah kota Mesir. Sejak menyelesaikan sekolah menengah atas, Mubarak bergabung dengan akademi militer Mesir dimana dia berhasil meraih gelar sarjana strata I di bidang ilmu militer.

Pada tahun 1950, Mubarak ikut bergabung dengan akademi angkatan udara dan mendapatkan gelar sarjana di bidang ilmu penerbangan. Kemudian, sejak itu dia menjabat berbagai posisi komandan di angkatan udara Mesir sebagai seorang pilot, instruktor dan pemimpin skuadron serta komandan pangkalan.

Di tahun 1964, Mubarak mengepalai delegasi militer Mesir untuk USSR dan ditunjuk sebagai komandan dari pangkalan angkatan udara barat Kairo. Selama periode dari tahun 1967 hingga 1972, dia dipilih sebagai direktur akademi angkatan udara dan kepala staf angkatan udara Mesir.

Kedua posisi itu bertahan hingga tahun 1972 ketika dia diangkat menjadi komandan angkatan udara dan deputi menteri untuk masalah militer. Pada bulan Oktober 1973, Mubarak dipromosikan hingga tingkat Air Marshall atau letnan jenderal.

Bulan April 1975, Mubarak terpilih menjadi wakil presiden Mesir dan ditunjuk sebagai wakil ketua partai demokratik nasional (NDP) pada tahun 1978. Kemudian di tahun 1981, Mubarak menjadi presiden Republik Arab Mesir dan Ketua NDP sejak terbunuhnya mendiang Presiden Anwar Saddat. Presiden Mubarak terpilih kembali dengan suara terbanyak dalam pemilihan di tahun 1987, 1993 dan 1999.

Sementara itu, peranan suami dari Suzanne Thabet ini yang diakui di dunia internasional, dimana beliau terpilih dua kali sebagai Ketua Organisasi Persatuan Afrika (OAU) selama periode 1989-1990 dan 1993-1994. Ayah dari dua orang putranya, Alla dan Gamal, juga mendapatkan sejumlah penghargaan baik tingkat nasional maupun internasional.

Penghargaan internasional yang diberikan kepada Hosni Mubarak antara lain “Man of Peace” (1983), "Personality of the Year" (1984), "Man of the Year 1984" (1985), medali Astrolabe (1989), hadiah dari Democratic Human Rights  (1990),  Membership and Decoration "Honoris Causa" (1991) dan UN Prize of Population (1994). (Berbagai Sumber ": Tom/Idh)

Nama:
Email:

More PROFIL:
[ more Profil ]
© 2008, INDOSIAR.COM | QUICK MENU :