Sosbud
30-Jan-2006 11:06:20 WIB
PROFIL
Prajurit TNI Jangan Menjadi Tentara Bayaran



Udara dingin pagi belum lagi hilang di bumi markas besar TNI Cilangkap. Tapi suasana 'panas' sangat terasa di kalangan wartawan yang berkumpul menunggu kemunculan pria berbaju biru dengan empat bintang emas di pundak kanan kirinya. Sayangnya, sang Kepala Staff itu tengah menerima tamu kerjanya asal negeri Jiran Malaysia.

Hingga waktu menunjukkan pukul 10.15 WIB, pria baru baya yang tak lain tak bukan adalah Kepala Staff Angkatan Udara Marsekal Djoko Suyanto itu akhirnya keluar dari ruang kerjanya. Bukan wartawan jika tidak langsung mengambil kesempatan, untuk dapat mewawancarai sang calon panglima TNI ini.

Sepanjang kariernya di Angkatan Udara, pria kelahiran Madiun 2 Desember 1950 itu lebih banyak menghabiskan waktunya sebagai pilot pesawat tempur. Namun sejak menggantikan Marsekal Chepy Hakim pada 18 Februari 2005, kini Djoko lebih banyak berkutat di belakang meja.

Masuk Akademi Militer tahun 1973 lalu, Djoko kemudian mengentaskan pendidikannya bersama dengan Susilo Bambang Yudhoyono yang kini menjabat presiden. Bersamaan dengan Djoko, Kapolri Jenderal Sutanto juga lulus dalam waktu yang bersamaan.

Suami dan ayah dari Ratna Sinar Sari dan Yona Didya Febrian (almarhum) dan Kania Devi Restya ini memiliki pengalaman menarik dibalik pertemanannya dengan Susilo Bambang Yudhoyono. Menurut sumber di Angkatan Udara, Djoko pernah berbagi tempat tidur dengan Susilo Bambang Yudhoyono.

Ia mengemukakan, Marsekal Djoko Suyanto yang merupakan putera dari Mayor (Pur) Soepeno dan Siti Rubiyah itu cukup lama bertugas di Lanud Iswahjudi, sebelum akhirnya menjadi orang nomor satu di pangkalan pesawat-pesawat tempur TNI-AU tersebut. Kedua orang tuanya itu kini sudah meninggal.

Selepas Akabri, Djoko, putra dari Mayor (Purn) Soepeno dan Siti Rubiyah (kedua orang tuanya telah meninggal dunia, red), kembali menamatkan sekolah Penerbang pada angkatan XX (1975), dengan predikat terbaik. Predikat itu mengawali seluruh perjalanan puncak karirnya yang terus berdatangan. Menjadi Komandan Skadron Udara 14 di Madiun (1990), Komandan Lanud Jayapura (1992), Panglima Komando Sktor Pertahanan Udara Nasional I, Jakarta (1999), Panglima Komando Operasi TNI AU I Jakarta (2000) dan Makassar (2001). Asisten Operasi Kasau (2003) dan Kasau (2005).

Hingga penunjukkan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono kepada dirinya untuk mengisi jabatan panglima TNI, Djoko masih berharap karirnya tidak hanya berhenti sampai di situ. Bukan tanpa dasar jika harapan itu masih dilontarkan Djoko. Dibalik kesibukan dan keseriusanya dalam pekerjaan, pria berperawakan tegap ini ternyata juga menyukai olah raga golf, tenis dan bowling. Ia juga dikenal sebagai jago matematika dan mahir bermain alat musik drum.

"Ada banyak filosofi di dalam olahraga yang dapat kita terapkan dalam kehidupan sehari-hari," kata Djoko. Djoko mencontohkan dalam bermain golf, untuk melakukan pukulan tee off, pe-golf harus merancangnya secara matang. Sedikit saja tidak, bola akan melenceng jauh dari jalurnya.

Anak buahnya di kantor, juga kerap diingatkan Djoko agar tidak hanya mengasah otak kiri, karena otak kanan juga perlu dilatih melalui aktifitas seni, untuk mempertajam intuisi.

Djoko mengakui intuisilah yang selama ini menuntunnya dalam melaksanakan tugas sehari-hari. Apalagi, seorang prajurit dituntut untuk mengambil keputusan yang cepat dan tepat.

Oleh karenanya, sikap profesionalisme dalam jati diri masing-masing prajarit TNI perlu ditanamkan. "Profesionalisme itu bukan berarti prajurit TNI menjadi tentara bayaran, seperti seorang petinju saja," tandas Djoko.(Bagus Herawan/Idh)

Pendidikan Militer:
- Akabri Bagian Udara (1973)
- Sekolah Penerbang XX/Lulusan Terbaik (1975)
- Seskoau (1990)
- KRA - XXXII Lemhanas (1999)
- RAAF Flying Instructor Course, Australia (1980)
- Test Pilot Course F-5, USA (1982)
- F-5 Fighter Weapon Instructor Course, USA (1983)
- Joint Services Staff College, Australia (1995)

Jabatan:
- Komandan Skadron Udara 14 (F-5E Tiger II), Madiun (1990)
- Komandan Lanud Jayapura (1992)
- Kepala Staf Koopsau I, Jakarta (2000)
- Panglima Koopsau II, Makassar (2001)
- Komandan Kodikau, Jakarta (2002)
- Asisten Operasi KSAU, Jakarta (2003)
- KSAU (2005)

Tanda Kehormatan:
- Bintang Yudha Dharma Pratama
- Bintang Swa Bhuwana Paksa Utama
- Bintang Bhayangkara Utama
- Satyalancana Kesetiaan VIII/XVI/XXIV Tahun
- Satyalancana Dwidya Sistha
- Satyalancana GOM VII/IX
- Satyalancana Seroja


Nama:
Email:

More PROFIL:
[ more Profil ]
© 2008, INDOSIAR.COM | QUICK MENU :