
Sang Presiden itu berasal dari Jembatan Lima, Jakarta Barat. Lekaki yang bernama asli Mochammad Taufik ini, tidak pernah menyangka akan menjadi seorang yang terkenal di Indonesia. Sebagai pembawa acara atau MC, sebagai komedian yang sangat dikenal di kalangan pelawak-pelawak lainnya. Dan tentu saja sebagai presiden !
Perjalanan karier pria bertubuh gempal pemilik nama beken Taufik Savalas ini terbilang cukup panjang. Terhitung setelah sempat 15 tahun menganggur, pekerjaan menjadi pencuci mangkok baso, kondektur dan mengamen pernah dilokoninya. Hingga mencapai seperti yang saat ini dia jalani adalah cita-citanya sejak kecil. Yakni menjadi pelawak dan memberi hiburan pada orang lain. Radio humor Suara Kejayaan yang melihat bakat dan kemampuannya mengocok perut akhirnya menerima permohonan kerjanya sebagai penyiar di tahun 1990.
Nampaknya keberuntungan mulai menghampiri Taufik, ditempat itulah dia berkenalan dengan grup komedi Warkop yang dipelopori oleh Dono (alm, Kasino (alm) dan Indro. Dari grup pelawak papan atas itulah, Taufik banyak belajar terutama bagaimana menjadi seorang komedian yang hebat.
Hingga di tahun 1995, Taufik memutuskan untuk keluar dari radio yang telah memberikan banyak pelajaran dan mencoba mencari pengalaman baru. Taufik pun menjejal layar kaca dengan menjadi bintang tamu dan MC diberbagai stasiun televisi. Sejalan dengan kariernya itu Taufik mulai merambah ke dunia akting dan sampai sekarang diakuinya sudah banyak sinetron yang ditelah dilakoni. Wajah jenaka suami dari Rina Rusdiana ini juga sempat menjadi ikon satu sabun mandi.
Pria yang lahir dan dibesarkan di Jakarta, 9 Juni 1966 mengaku sangat bersyukur kepada Tuhan Yang Maha Esa, atas semua rejeki yang telah diberikan selama ini. Kehidupannya yang dulu keras menempanya menjadi manusia yang selalu menjalani hidup apa adanya dan selalu bersyukur. Dan meski sudah terkenal dan telah dijadikan sebagai orang nomor satu di Republik Benar Benar Mabok, Taufik tetap Taufik yang selalu ramah dan suka merendahkan diri.
Ketika ditanya soal pandangan menjadi Presiden di Republik Benar Benar Mabok, Taufik mengaku ada kebanggaan tersendiri, karena dia dianggap mampu membawakan peran itu dengan baik."Sekarang gue kalau pergi ke mana-mana selalu dipanggil Pak Presiden. Rasanya bagaimana gitu," kata Taufik dengan gaya lawaknya.
Senang dong disapa Pak Presiden ? "Iya sih, seminggu sekali gue merasa jadi presiden betulan," ucap bapak dua anak ini. “Banyak orang pada kasih salam, ngajak foto bareng. Bahkan Pemilu yang lalu ada yang meminta saya untuk dicalonkan menjadi anggota legislatif...ha....ha..."
Menurut Taufik, program tayang Indosiar dengan tajuk Republik BBM itu memberikan gambaran sebuah negeri yang amat demokratis, dengan presiden yang arif bijaksana dan tahan kritikan. Acara yang dikemas dalam bentuk komedi ini disajikan agar masalah yang sulit bisa disampaikan dengan ringan, menarik, menghibur serta bisa diterima lapang dada oleh siapapun tanpa batas usia.
Meski demikian, Taufik mengaku tidak mungkin terjun ke dunia politik karena ia tetap akan pada pendiriannya yakni menghibur masyarakat. "Lebih enak jadi rakyat biasa. Pusing kalau mengurusi politik. Pada prinsipnya saya ini tidak ingin stress dan menjalani hidup apa adanya."
Bagi Taufik yang tengah sibuk syuting sinetron dan acara talk show, jabatan publik yang pernah dipegangnya sebatas jadi Ketua RT, saat masih tinggal di Jembatan Lima, Jakarta Barat. “Jadi Ketua RT 03/RW 04 di Kelurahan Tambora dan berakhir tahun 2005 lalu," jelas Taufik yang merasa bangga karena telah memimpin daerah kelahirannya.
Pria yang salah satu iklan yang dibintanginya pernah diprotes ini mengaku keberhasilannya saat ini merupakan dukungan dari keluarga serta orangtuanya. Dengan keberhasilannya itu, ia mampu membantu perekonomian keluarga dan berhasil menyekolahkan adiknya hingga lulus sarjana. "Gue gak jadi sarjana, yang penting adik gue berhasil. Dengan pekerjaan gue yang gila ini, gue bisa menjadi kebanggaan keluarga" papar ayah dari Muhamamad Abizard (7) dan Adinda Fatima (4) ini.
Diakhir perbincangan Taufik mengatakan ia sangat bangga dengan kedua anaknya serta istrinya, Rina, karena mereka sangat mengerti dengan pekerjaan yang dijalaninya saat ini. Apalagi pekerjaannya sebagai pelawak, yang kalau tidak lucu tidak dapat uang.(Suprihatin/Idh)