---------------------
Sebanyak 66 orang putra-putri dari 33 provinsi di Indonesia terpilih menjadi anggota Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) 2006 yang nantinya akan ikut serta dalam upacara peringatan Hari Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia pada 17 Agustus 2006 di Istana Negara.
Para anggota Paskibraka 2006 mendapatkan pendidikan dan pelatihan di Pusat Pengembangan Sumber Daya Pemuda (PPSDP) Cibubur, Jakarta Timur dan di halaman Istana Merdeka, Jakarta Pusat. Mereka digembleng latihan baris berbaris, kepemimpinan, wawasan kebangsaan, nasionalisme dan kesenian dengan disiplin tinggi.
Semangat tampak terpancar dari wajah mereka yang mengaku bangga dapat mengemban tugas penting mengibarkan bendera pusaka pada peringatan detik-detik Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia 17 Agustus 2006 mendatang.
Menjadi anggota Paskibraka merupakan kesempatan emas yang dapat menumbuhkan kebanggaan dan rasa percaya diri. Bahkan bagi anggota Paskibraka asal Irian Jaya Barat, kesempatan ini merupakan peluang emas untuk mewujudkan masa depan yang gemilang. Seperti yang diungkapkan Yunita Noboba dan John Kaleb Irisetaw, dua pelajar asal Manokwari, Irian Jaya Barat ini.
Dalam setiap latihan yang berlangsung sekitar 7 jam ini, keduanya terlihat serius mengikuti semua instruksi yang diperintahkan tim pelatih, terutama dalam teknik baris berbaris dan keselarasan formasi.
Yunita Noboba, asal SMAN 1 Manokwari, mengaku bangga menjadi anggota Paskibraka. Selain dapat mengangkat nama sekolah dan keluarga, juga mengharumkan provinsi Irian Jaya Barat, sebagai propinsi yang baru dibentuk. "Nita bangga karena sudah terpilih. Ini merupakan kesempatan membawa nama propinsi dan nama baik keluarga. Kesempatan ini hanya datang sekali, tidak mungkin dua kali. Kesempatan ini Nita gunakan sebaik-baiknya," ungkap Yunita.
Sementara itu, John Kaleb Yerisetouw, asal SMAN 2 Manokwari berharap dapat menjadi batu loncatan untuk meraih cita-cita sebagai anggota kepolisian. "Saya ingin masuk Akademi Kepolisian. Kalau tidak tembus, masuk STPDN," ujarnya.
Harapan dan kebanggaan kedua pelajar asal Irian Jaya Barat tersebut merupakan hal yang wajar, mengingat seleksi untuk menjadi anggota Paskibraka sangat berat. Belum lagi program penggemblengan yang harus dijalani, menuntut mental baja dan kedisiplinan yang tinggi.
Menurut Deputi Pengembangan Kepemimpinan Pemuda Budi Setiawan, metode yang dipakai dalam keseharian mereka di asrama menggunakan pendekatan keluarga bahagia dengan penerapan kas dalam gambaran desa bahagia.
Selain harus menjalani pengemblengan fisik dan latihan baris berbaris sepanjang hari, anggota Paskibraka juga memperoleh bekal keagamaan dan kepemimpinan.Menurut Doktor Arif Rahman, yang menjadi narasumber pembekalan keagamaan dan kepemimpinan, pembekalan itu sangat penting bagi anggota Paskibraka. Tujuannya, agar mereka tidak saja unggul dalam kegiatan baris berbaris, tetapi juga unggul dalam pelajaran dan yang terpenting unggul dalam sikap kepemimpinan sehingga akan terjadi keseimbangan antara kekuatan fisik dan mental mereka.
Sedangkan dalam program debat dan diskusi kepemimpinan yang dipandu oleh anggota DPR dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Rama Pratama, para anggota Paskibraka harus mampu menunjukkan kemampuannya karena untuk membentuk sikap anggota Paskibraka dalam menghargai pendapat orang lain.
Menurut Rama, sebagai calon pemimpin masa depan, seorang Paskribaka harus menguasai teknis debat dan diskusi, sehingga mereka dapat menjadi pemimpin yang cerdas.Untuk menambah wawasan kepemimpinan anggota Paskibraka 2006 ini, mereka juga akan mendapatkan berbagai pelatihan seperti manajemen organisasi serta latihan komunikasi yang efektif.(sumber : Fokus/Indsib)