Sosbud
21-Dec-2006 17:55:42 WIB
PROFIL
Sarwono : Politisi Lintas Orde



Berita HOT:

indosiar.com - Sarwono Kusumaatmaja adalah salah satu tokoh yang menjabat sebagai menteri di tiga periode. Yaitu sebagai Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara pada tahun 1988 – 1993, Menteri Negara Lingkungan Hidup tahun 1993 – 1998 dan Menteri Eksplorasi Kelautan pada tahun 1999 – 2001. Dari Order Baru ke Orde Reformasi.

Adik kandung mantan Menteri Luar Negeri Mochtar Kusumaatmaja ini, sudah aktif berorganisasi sejak menjadi mahasiswa di Teknik Sipil, Institut Teknologi Bandung (ITB). Setelah menjabat Ketua Umum Dewan Mahasiswa ITB, mengikuti Program Pertukaran Pelajar ke Amerika Serikat pada tahun 1968 dan tahun 1970 ia menjadi Ketua Organizing Commitee ASEAN University Student Association, pada tahun 1971 ia terpilih menjadi anggota DPR RI.

Aktifitasnya di Partai Golkar digeluti sejak tahun 1970-an. Pada tahun 1983 – 1988, ia menjabat sebagai Sekretaris Jenderal DPP Golkar. Pria yang tamat dari kuliahnya pada tahun 1974 ini merupakan anak kedua dari tiga bersaudara Almarhum R. Mohammad Taslim, yang lahir di Jakarta, 24 Juli 1943. Bapak empat anak yang gemar bermain tenis ini kini menjabat sebagai salah seorang Ketua Dewan Perwakilah Daerah (DPD) mewakili DKI Jakarta.

Pria yang tak jarang berbicara kritis ini dikenal sebagai orang yang tekun, cerdas dan mempunyai daya analisa yang tajam. Pemikirannya sering melawan arus, namun demikian ia merupakan sahabat semua orang. ''Kalau cocok, dengan siapa pun saya bisa cepat akrab,'' kata suami dari Nini Maramis, putri A.A. Maramis, bekas Duta Besar RI di Moskow.

Perjalanan kariernya di bidang politik, tak lepas dari bimbingan A. Rahman Tolleng, tokoh senior R. Soekardi Soegiharto, dan Almarhum Mas Isman. Kesukaannya pada olah raga tenis sempat menjadikan dirinya sebagai Ketua Persatuan Lawn Tennis Indonesia (Pelti) tahun 1995 – 1998. Selain itu ia juga pernah menjabat sebagai Penasihat Koperasi pengemudi Taksi Indonesia (KOSTI JAYA) di Jakarta. 

Di masa lalu integritasnya telah teruji. Ia jauh dari masalah hukum dan bebas dari KKN. Kehidupan pribadinya tetap bersahaja dan konsisten. Karena itulah, di era mantan Presiden Soeharto ia dua kali diangkat sebagai menteri yaitu Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara (1988 – 1993) dan Menteri Negara Lingkungan Hidup (1993 – 1998).Dan pada masa pemerintahan mantan Presiden Abdurrahman Wahid atau Gus Dur, ia dipercaya menjadi Menteri Kelautan dan Perikanan (1999 – 2001).

Di ajang internasional, ia pernah menjadi Wakil Indonesia di PBB pada Council for Sustainable Development (1993 - 1998), sebagai Ketua Delegasi Indonesia pada The UN Conference on Climate Change, Kyoto (1991),  Ketua Konferensi PBB tentang Biodiversity Convention, Jakarta(1995), Ketua Delegasi Indonesia pada Konferensi PBB tentang Biodiversity Convention, Buenos Aires (1996) dan tahun 1997 Ketua Delegasi Indonesia pada PBB tentang Small Islands, Barbados.

Tentang pencalonannya sebagai Gubernur DKI Jakarta, dalam http://www.sarwono.net, disebutkan visinya adalah menyelenggarakan pemerintahan yang mempunyai legitimasi, dukungan kuta dan bertanggung gugat. Sedangkan misinya adalah :

  1. Memperkuat jaringan masyarakat yang bebas dari kepentingan sempit dan berpihak pada kepentingan umum, bangsa, dan negara dan mempunyai daya gerak untuk menciptakan perubahan ke arah yang lebih baik.
  2. Memberdayakan masyarakat sehingga mengurangi ketergantungan pada kekuasaan, bahkan sebaliknya menjadikan rakyat penentu kekuasaan melalui upaya pencerahan politik serta demokratisasi kelembagaan politik.
  3. Mendengarkan keluh-kesah dan harapan serta tuntutan orang banyak, menyuarakannya, serta merumuskan jalan keluarnya untuk diperjuangkan dalam program pemerintah pusat maupun daerah, atau diatasi sendiri secara swadaya.
  4. Mengembangkan wawasan dan kegiatan budaya berbekal keanekaragaman kebudayaan bangsa sehingga bangsa Indonesia menjadi bangsa yang kreatif, produktif, berwibawa, dan disegani.

Dari semua itu, Visi, misi dan program perlu memenuhi syarat berikut :

  1. Menggugah optimisme, daya juang dan kebersamaan.
  2. Logis dan berdaya pikat.
  3. Mewakili kepentingan semua golongan dan semua lapisan masyarakat.
  4. Dapat diuraikan dan dilaksanakan melalui berbagai instrumen kebijakan publik.
  5. Menggarisbawahi komitmen terhadap asas-asas pemerintahan yang baik.
  6. Mencerminkan kemauan politik Jakarta sebagai Ibukota Negara yang tidak hanya sanggup mengatasi masalah warganya, namun juga sanggup melayani kepentingan ekonomi dan budaya seluruh bangsa dan semua daerah bahkan masyarakat internasional.

Dengan hal yang disebut diatas, Sarwono akan berlaga di ajang pemilihan Gubernur DKI Jakarta 2007, dengan kendaraan politik Partai PDI Perjuangan, dan kemungkinan Partai Demokrat. Selamat berjuang Pak !(berbagai sumber/Idh)


  

Nama:
Email:

More PROFIL:
[ more Profil ]
© 2008, INDOSIAR.COM | QUICK MENU :