
indosiar.com - Setelah 12 tahun, fraksi Demokrat mempunyai suara mayoritas di Senat maupun Dewan Perwakilan. Ini terjadi karena terpilihnya Nancy Pelosi dari fraksi Demokrat menjadi ketua Dewan Perwakilan Amerika.
Terlahir sebagai Nancy D' Alesandro, keturunan Italia yang lahir di Baltimore, Maryland, pada tanggal 26 Maret 1940, adalah Ketua DPR Amerika Serikat ke 60. Pelosi mewakili Distrik ke 8 negara bagian California sejak 6 Januari 1987.
Ia juga berjanji akan mendesakkan agenda domestik mereka seperti memperlonggar batasan atas riset sel batang, menaikkan upah minimum, dan membolehkan pemerintah berunding dengan perusahaan obat-obatan untuk menurunkan harga obat. Sedangkan tentang Irak, Nancy Pelosi dan para pemuka Demokrat lain menolak seruan dari sesama Demokrat untuk mengurangi anggaran bagi operasi militer di sana.
Naiknya Pelosi yang proaborsi dan anti perang itu ke posisi nomor tiga dalam konstitusi AS, bisa dipastikan setelah Demokrat menang menjadi mayoritas di DPR. Perempuan berusia 66 tahun ini meraih posisi itu berkat kombinasi nilai-nilai tradisional Demokrat, dan taktik lihai.
Nancy Pelosi adalah anak ke 6 dari 6 bersaudara. Ayahnya, Thomas D'Alesandro, Jr, pernah menjabat sebagai anggota DPR AS dari Maryland dan walikota Baltimore. Kakak Nancy, Thomas L.J D'Alesandro III, pernah menjadi walikota Baltimore pada tahun 1967 - 1971. Karena itu, tidak heran kalau sejak kecil ia sudah tahu tentang politik atau bisa dikatakan tumbuh dewasa dengan politik.
Nancy bersekolah di Institute of Notredame high school dan pada tahun 1962, ia kuliah di Trinity College, Washington, DC. Di tempat kuliah itulah ia bertemu dengan Paul Pelosi yang kemudian menjadi suaminya.
Setelah pasangan ini menikah, mereka pindah ke San Fransisco dimana adik Paul, yaitu Ron Pelosi, menjabat sebagai anggota dewan pengawas (board of supervisors) Kota San Fransisco. Pernikahan mereka dikaruniai lima orang anak yaitu Nancy Corinne, Christine, Jacqueline, Paul dan Alexandra.
Setelah anak bungsunya masuk SMA, Nancy Pelosi aktif dalam Partai Demokrat. Ia menjadi ketua pengurus cabang partai di North Carolina dan bergabung dengan pimpinan Demokrat lainnya, seperti Phillip Burton dari California. Pada bulan Januari 1987, Pelosi menjadi anggota DPR AS setelah Sala Burton, istri Phillip Burton, mengundurkan diri akibat penyakit kanker. Sala menyarankan Nancy Pelosi untuk maju ke dalam pemilihan untuk menggantikannya. Sejak itu Nancy berturut-turut terpilih mewakili Distrik ke 8 California.
Di dalam DPR, Nancy Pelosi pernah menjadi anggota Komite Intelijen, wakil pimpinan minoritas Demokrat (dibawah pimpinan Dick Gephardt, D-Missouri), dan pimpinan minoritas. Ia merupakan wanita pertama yang menjadi pimpinan minoritas di DPR AS.
Pada bulan November 2006, setelah kemenangan partainya, Pelosi secara resmi dicalonkan oleh Partai Demokrat untuk menjabat Ketua DPR. Dalam pemilihan ketua, Pelosi mengalahkan John Boehner, Republikan asal Ohio. Pelosi menggantikan posisi ketua terdahulu, Dennis Hastert. Pengganti Pelosi sebagai ketua mayoritas Demokrat di DPR ialah Steny Hoyer.
Keluarga Pelosi merupakan salah satu anggota DPR terkaya dengan aset senilai US $ 25 juta, kebanyakan dalam bentuk saham dan investasi yang dimiliki oleh Paul Pelosi. Selain sebagai perempuan pertama, Nancy juga merupakan keturunan Italia Amerika pertama dalam sejarah Amerika Serikat dalam memegang tampuk tinggi di kenegaraan.
Sukses Partai Demokrat dalam pemilu sela ( mid-term election ) di bulan November 2006 merupakan titik balik dari dominasi Partai Republik selama 12 tahun terakhir. Hal ini disebabkan oleh rasa kecewa para pemilih di Amerika Serikat terhadap kepemimpinan Presiden George W. Bush.(berbagai sumber/Idh)