
indosiar.com - Indonesia memiliki ribuan pulau dan tempat menakjubkan yang patut untuk diselami. Bagi sebagian orang melakukan penyelaman memiliki kepuasan tersendiri. Kita bisa melihat kehidupan biota laut, yang pastinya akan berbeda pada sejumlah tempat. Namun sebelum mimpi itu terwujud, ada sejumlah hal penting yang harus diketahui sebelum melakukan penyelaman.
Penyelaman scuba atau scuba diving merupakan suatu kegiatan olahraga yang dilakukan dibawah permukaan air. Olahraga seperti ini kini sudah dimintai banyak orang. Karena selain untuk kegiatan penelitian dan pendidikan juga untuk mengembangkan sumber hayati didalam laut.
Menurut seorang penyelam bernama Parwita atau biasa disapa Itha, ketertarikannya pada scuba diving berawal dari ajakan suaminya yang kebetulan seorang instruktur penyelam. Nah, dari ajakan itu sekitar bulan Oktober tahun 2003, Itha pun mengambil kursus kelas pemula sekitar 3 bulan di Kolam Renang Senayan, Jakarta. Ya itupun dengan syarat, berbadan sehat dan bisa berenang tentunya.
Untuk bisa menyelami keindahan di dasar laut itu, tentu saja harus mempunyai teknik-teknik tersendiri dan melalui beberapa prosedur yang benar. "Jangan coba-coba melakukan penyelaman tanpa dibekali pelatihan atau menyelam tanpa ditemani instruktur karena akan membahayakan diri sendiri", cerita Itha.
Menurut wanita yang tinggal di Jalan Ciliwung, Margonda, Depok, Jawa Barat ini, dalam pelatihan itu seorang penyelam pemula akan terlebih dahulu menjalani latihan di kolam renang, agar menguasai teknik dasar penyelaman dan familiar dengan peralatan scuba. Kemudian dibekali juga dengan pengetahuan akademis penyelaman, dimana banyak sekali ilmu-ilmu fisika dan biologi yang diterapkan dalam melakukan penyelaman dengan scuba.
"Selain teknik dan peralatan yang dipelajari saat pelatihan, jangan lupa tentang penyakit-penyakit di kedalaman laut, penyakit yang berhubungan dengan paru-paru dengan aliran darah, sebab itu semua berhubungan erat dengan kegiatan penyelaman itu sendiri. Jadi kita ngak terjun langsung ke laut, tapi dibekali praktek dan teori di kolam renang dulu".
Nah, setelah pelatihan di kolam renang, barulah dilakukan penyelaman di perairan terbuka di laut. Bila telah melampaui semua pelatihan itu, yaitu Latihan Ketrampilan Kolam (LKK), Ilmu Pengantar Akademis Penyelaman (PAP) dan Latihan Perairan Terbuka (LPT), barulah seorang calon penyelam berhak memperoleh sertifikat penyelam pemula.
Untuk penyelaman olahraga atau rekreasi, seseorang hanya memerlukan beberapa peralatan diving yang dasar saja, yakni masker (topeng), snorkel (alat penghisap udara), fin (kaki katak) dan tabung oksigen.
Sedangkan bagi para penyelam profesional, ada beberapa alat atau aksesoris tambahan yang dipergunakan, seperti regulator dan octopus (alat penghisap udara dari tabung udara) yang dipakai pada saat emergency, BC (rompi diving), kompas, lampu, pisau, ultrasonik locator, sarung tangan, bootie atau sepatu khusus hingga pakaian khusus (wetsuit).
"Apakah nggak takut saat pertama kali melakukan penyelaman di laut ?" Itha mengatakan, pada dasarnya dari kecil sudah suka berenang di pantai, jadi ketika menyelam kedasar laut ngak ada rasa takut lagi. Apalagi sudah dibekali pelatihan di kolam renang sebelumnya. Namun demikian bagi yang masih benar-benar pemula, saat menyelam harus didampingi instrukturnya.
Setelah mengantongi sertifikat selam di awal tahun 2004, Itha bersama temannya melakukan perjalanan pertama kali di Kepulauan Lombok, Lombok Timur (Gili Trawangan) untuk melakukan diving. Namun yang paling sering dikunjungi sejak setahun yang lalu masih di sekitar Anyer, Ujung Kulon, Pulau Sangiang dan Pulau Seribu, Pulau Pramuka.
Diakui karyawati Bank Negara Indonesia (BNI) di kawasan Landmark, Jakarta Selatan tersebut, cuaca yang kurang bersahabat akhir-akhir ini membuat rencana diving untuk sementara ditunda dulu. Sebelum melakukan perjalanan, biasanya Itha mencari informasi ke BMG (Badan Meteorologi Geofisika) untuk memastikan cuaca mendukung atau tidak.
Kepada indosiar.com, Itha menceritakan pengalaman pertama kali melakukan penyelaman. "Indahnya saat melihat pemandangan didasar laut dengan suasana yang begitu tenang, dengan suara gelembung air dan mata ini rasanya ingin terus terbelalak. Ditambah aneka ragam ikan jenis napoleon, nemo, lumba-lumba, trumbu karang yang bermacam-macam bentuk dan semua binatang di dasar laut membuat tidak ingin bergegas naik keatas permukaan laut."
"Semuanya terasa sungguh luar biasa dan tak pernah terlupakan saat menyelam di dasar laut dari tempat satu ketempat yang lain. Melakukan penyelaman itu memiliki kepuasan tersendiri, kita bisa melihat apa yang tidak bisa dilihat orang dan tidak semua orang bisa," ujar wanita yang aktif di komunitas Blogger Family (Blogfam) ini..
Kejernihan perairannya membuat mata terkagum-kagum memandang hamparan koloni karang yang seakan tiada habisnya. Laksana berada di dalam akuarium raksasa tanpa batas. Berbagai macam terumbu karang terlihat melambai-lambai dalam berbagai warna.
Menurut ibu berputra dua ini, karena sering bertemu dengan sesama diver saat melakukan trip, maka timbul ide untuk membuat komunitas yang diberi nama Komunitas Anaklaut. Jika seseorang sudah biasa scuba diving maka menyelam itu mudah, tinggal pakai masker, snorkel dan fin serta tabung oksigen, lalu terjun ke laut.
Perkembangan penyelaman scuba di Indonesia dikatakan wanita yang pernah menjadi aisten dosen dan dosen di Universitas Gunadarma Depok ini, sampai saat sekarang boleh dikatakan sangat mengembirakan dan kini banyak diminati. Terutama untuk penyelaman olah raga dan wisata bahari. Akan tetapi penyelaman di bidang lainnya, seperti halnya penyelaman komersial dan penyelaman ilmiah masih sangat terbatas.
Ada beberapa alasan mendasar mengapa masyarakat kita masih terlihat tidak begitu antusias dengan namanya scuba diving. Salah satu alasannya : olahraga ini membutuhkan latihan dasar hingga memperoleh sertifikat baru diperbolehkan melakukan diving.
Alasan lainnya adalah, scuba diving dinilai sebagai olahraga beresiko tinggi dan harus diakui, scuba diving tidak bisa dilakukan oleh sembarangan orang. Diving dapat disebut sebagai aktivitas olah raga yang sangat aman, bila dilakukan dengan prosedur yang benar dan sangat memperhatikan keselamatan (safety procedure).
Itha memberi saran bagi yang akan melakukan penyelaman, mengingat harga untuk melakukan penyelaman tidak bisa dikatakan murah, seseorang bisa menyewa perlengkapan diving. Tempat-tempat yang biasanya dijadikan lokasi diving, terutama di resort-resort terkenal selalu menyediakan penyewaan peralatan diving.
Walaupun harganya cukup mahal namun dibandingkan dengan panorama bawah laut yang ditawarkan, sesungguhnya biaya yang dikeluarkan tidak ada apa-apanya.
Menurut alumni Universitas Gunadarma Depok, Jawa Barat tersebut, manfaat lain penyelaman scuba adalah seseorang penyelam dapat mengembangkan ilmu-ilmu kelautan sesuai dengan bidangnya. Sedangkan untuk masyarakat ilmiah, penyelam dapat melakukan kegiatan penelitian dan dapat mengembangkan potensi sumberdaya hayati laut yang terdapat dalam suatu perairan.
Penyelam juga dapat menyalurkan hobi dan kesenangan. Disamping itu juga dapat menjadi seorang penyelam yang profesional dengan mengembangkan profesinya sesuai dengan bidang ilmu yang disandangnya.(Sup)