Sosbud
2-Jun-2007 10:10:19 WIB
PROFIL
Mooryati Soedibyo : Saya Tidak Pernah Menyerah



Berita HOT:
Rona wajahnya tampak tetap berseri. Tak ada gurat kelelahan walau diusia 79 tahun. Bahkan tampak semakin enerjik meski berbagai kesibukan menyita waktunya. Tetap kental dengan kultur wanita Jawa. Dialah BRA Mooryati Soedibyo yang telah andil banyak untuk kecantikan wanita Indonesia melalui usaha perlengkapan kecantikan.

Usia lanjut tak menghalangi semangat Bendoro Raden Ayu (BRA) Mooryati Soedibyo untuk menyelesaikan studi program doktoral. Bahkan Museum Rekor Indonesia (MURI) akan mencatat namanya sebagai peraih gelar doktor tertua di Indonesia.

Mooryati salah satu wanita sukses dengan mengelola PT Mustika Ratu sebagai perusahaan keluarga, yang mampu go international. Setelah 32 tahun mengelola perusahaan jamu dan perlengkapan kecantikan, wanita kelahiran 5 Januari 1928 yang akrab disapa Moor ini menyerahkan tampuk pimpinan kepada anak keduanya, Putri Kuswisnuwardhani. Sebuah langkah lanjutan agar perusahaan keluarga tetap eksis. Pengalaman dalam mengelola perusahaan menjadi bahan kajian desertasi untuk meraih gelar Doktor di Fakultas Ekonomi jurusan Strategic Management Universitas Indonesia pada 16 Mei lalu.

Ia wanita yang tumbuh dilingkungan Keraton Surakarta, dibawah asuhan kakek dan neneknya. Tradisi keluarga keraton sudah menjadi bagian hidup sehari-harinya sejak kecil. Dengan telaten ia memp elajari cara meramu bahan-bahan alami untuk jamu perawatan kesehatan dan kecantikan.

Berkat bimbingan eyang puterinya, Moor mewarisi pengetahuan memilih tumbuhan berkhasiat serta meraciknya menjadi ramuan yang dulu dimonopoli kaum ningrat, kini bermanfaat untuk masyarakat. Menginjak usia 15 tahun, Moor menguasai teknik tata rias dengan baik. Ia mulai membantu merias penari Bedhaya dan Serimpi yang akan pentas di Pendopo Keraton.

Ketrampilan istri KRMH Soedibyo Purbo Hadiningrat yang menikahinya tahun 1956, mulai dikenal masyarakat. Ibu-ibu yang hendak menikahkan anaknya minta dibuatkan jamu komajaya, komaratih, lulur, mangir, parem lengkap, dan lain-lain. Saat itu belum terlintas untuk berwiraswasta dibidang jamu dan kosmetik tradisional. Semua itu ia lakukan semata-mata sekadar hobi, bukan bisnis. Tapi ia merasa senang dengan pesanan yang meningkat dari teman-temannya. Karena ada kesempatan, tahun 1973 ia mulai membuatnya dalam skala besar, di garasi rumahnya dan dibantu oleh 2 pembantunya.

Tahun 1975 Moor mendirikan PT Mustika Ratu. Awalnya jamu yang diproduksi hanya 5 macam, dan beberapa kosmetik tradisional seperti lulur, mangir, bedak dingin, dan air mawar. Namun tahun berikutnya, ia meningkatkan produksinya dan mulai menerima karyawan.

Dari sinilah produk-produk Mustika Ratu mulai didistribusikan ke toko-toko dan salon-salon kecantikan di Jakarta, Semarang, Surabaya, Bandung, dan Medan. Permintaanpun meningkat, hingga tahun 1980 an perusahaan ini mulai mengembangkan berbagai jenis perlengkapan kecantikan tradisional.

Menanggapi meningkatnya permintaan dan terbatasnya kapasitas pegawainya, Moor mengumpulkan dana untuk modal usahanya. Tanggal 8 April 1981 diresmikanlah perusahaan PT Mustika Ratu oleh Menteri Kesehatan pada waktu itu, dijabat oleh dr. Soewardjono Soeryaningrat, dengan jumlah karyawan 150 orang.

Setelah mendapat tanggapan positif dinegeri sendiri, perusahaan ini melebarkan pemasarannya ke mancanegara. Ditengah persaingan yang semakin ketat dan kompetitif untuk menembus pasar internasional, Mustika Ratu melakukan ekspor ke Asia, Eropa dan Amerika. Pasar terbesar adalah Malaysia, Brunei dan Singapura. Lebih lanjut BRA Mooryati Soedibyo menuturkan kepada Muh. Andy dan fotografer Atok Sugiarto dari Jelita.

Jika dititik ihwal berdirinya Mustika Ratu, apa yang Anda rasakan sekarang ?

Saya berhasil menggali tradisi nenek moyang yang sudah hampir dilupakan masyarakat. Tradisi perawatan kesehatan dan kecantikan sesungguhnya sudah berkembang dan menjadi budaya yang benar-benar dipelihara oleh nenek moyang kita sejak ratusan tahun lalu, hingga munculnya pengobatan modern. Semula tak terlintas dibenak saya. Ternyata usaha yang saya mulai dari rumah, setelah bertahun-tahun berkembang menjadi perusahaan besar. Ketekunan dan gaya memimpin saya terbukti menghasilkan bisnis keluarga dibidang kesehatan dan kecantikan.

Sebagai perintis apa yang melatari visi Anda mengembangkan perusahaan sehingga Anda dikenal sebagai penggali, pejuang, pemrakarsa sekaligus pelaku industri jamu ?

Saya tidak hanya merintis pembuatan jamu-jamu dalam bentuk yang sophisticated. Tetapi mengembangkan produk-produk yang lebih modern melalui proses yang canggih. Misalnya beras kencur, gula asam, jamu kunir asam, dan lain - lain yang saya awetkan. Demikian juga dengan freshdrink, atau minuman segar yang dapat dikonsumsi secara instant, langsung, cepat, dan tanpa pengawet. Menurut saya kemasan seperti itu merupakan jawaban kepada masyarakat, mau mengonsumsi jamu yang sudah siap.

Sebagai sebuah industri bagaimana Anda melihat kelanjutannya dimasa depan ?

Industri jamu memiliki dukungan sangat kuat dari alam Indonesia, berupa kekayaan dan keaneka ragaman tumbuhan yang sangat berlimpah dan tumbuh subur. Apapun yang ditanam, jika kita ingin mengembangkannya maka relatif mudah, karena didukung oleh tanah yang sangat subur. Namun sebuah produk akan bertahan jika didukung dengan permintaan dari konsumen. Jika tidak ada pembeli, tentu tidak akan berkembang. Demikian juga dengan rakyat, dalam hal ini petani, juga tidak akan mendapat masukan. Dengan kata lain, siklus perdagangan harus berlangsung secara ideal. Dimana ada permintaan harus ada penawaran. Kalau tidak seimbang maka akan mengakibatkan munculnya kelangkaan pasokan.

Apakah itu inovasi untuk mengikuti minat masyarakat modern dan serba praktis ?

Sekarang kita juga harus mengikuti jaman. Yang namanya ekspor adalah perdagangan global. Akan ada entry barrier ke negara lain, batasan-batasan untuk masuk. Nanti diciptakan kesepakatan-kesepakatan seperti ASEAN, AFTA, WTO, dan lainnya. Kita mau tidak mau harus mengikuti. Kita tidak bisa ekspor kalau tidak mengikuti requirement dari sana. Misalnya kita harus ada ada GNP (Goodman Newfactoring Practicied). Kita tidak boleh mengekspor ke negara lain kalau tidak punya sertifikat GNP. Maka pemerintah harus memberikan, memudahkan atau membimbing.

Apa kontribusi produk dalam usaha mengentaskan kemiskinan ?

Bisnis ini telah membantu mengurangi pengangguran dengan merekrut sekitar lebih dari 3000 tenaga kerja. Dengan kata lain, perusahaan ini turut memperbaiki taraf hidup ribuan keluarga. Tidak hanya itu, bisnis ini juga turut menjadi kebanggaan Indonesia sebagai salah satu produk bermutu yang berbahan dasar, dibuat, dan dihasilkan dari alam Indonesia yang disukai di mancanegara. Tentu saja ini akan membuahkan devisa bagi negara kita, dan turut berperan menjaga kestabilan ekonomi negara.

Ia tak jemu-jemu memajukan jamu di forum nasional dan internasional. Sebagai cucu Sri Susuhunan Pakoe Boewono X Keraton Surakarta, kehidupan BRA Mooryati Soedibyo sangat erat ke segala hal yang berkaitan dengan kecantikan, jamu tradisional, dan lingkungan keraton.

Bagaimana Anda bisa mengambil disertasi ini ?

Ide disertasi ini berawal dari kegundahan saya terhadap perkembangan perusahaan keluarga yang dinilai tidak pernah mampu bertahan lama. Padahal di Eropa ada perusahaan keluarga yang mampu bertahan dan berkembang hingga 400 tahun lebih. Di Jepang saja sudah ada perusahaan keluarga yang berumur puluhan tahun.

Kenapa pola kepimpinan perusahaan keluarga menjadi penting untuk diangkat ?

Persoalan kepemimpinan menjadi 1 poin penting untuk masa depan perusahaan keluarga. Karena biasanya model suksesi atau pergantian kepemimpinan dalam perusahaan tidak mengikuti garis profesionalitas, melainkan garis keturunan. Kepemimpinan di perusahaan keluarga selalu ditandai dengan pengalihan kepemimpinan dari pendiri kepada anak atau anggota keluarga yang lain. Melalui disertasi ini saya berusaha menjelaskan secara ilmiah syarat-syarat suksesnya perusahaan keluarga yang suksesinya dibangun atas dasar garis keturunan. Satu yang saya lihat, perusahaan keluarga bisa sukses bila penerusnya juga memahami karakter perusahaan. Ini bisa diperoleh dari pendidikan maupun pengalaman.

Dimana letak kesulitan desertasi Anda ?

Saya mengumpulkan data penelitian disertasi ini, mencoba menggunakan 2 pendekatan penelitian sekaligus yaitu kuantitaf dan kualitatif. Untuk data kuantitatif saya dapatkan dengan menyebar 170 kuesioner kepada 170 penerus perusahaan keluarga di Semarang, Jakarta, Surabaya, Makassar, dan Medan. Untuk data kualitatif, saya peroleh dengan mewawancarai langsung 8 penerus perusahaan. Kesulitan terbesar, saya tidak bisa menemukan lagi para pendahulunya karena sudah meninggal.

Seberapa kontribusi ke masyarakat atas gelar doktor ini ?

Keberhasilan ini tidak hanya untuk kepuasan sendiri, tapi sebagai kontribusi untuk perusahaan keluarga yang eksistensinya tidak berlangsung lama. Penelitian diluar negeri 30 % yang survive, 70 % colaps. Hanya 5 % berkembang menjadi besar misal Shell, bertahan selama 400 tahun, Coca - Cola dan Ford. Keberhasilan ini sekaligus mempunyai arti besar dibidang akademik. Bisa dibayangkan basic pendidikan saya dulu bahasa, tapi bisa memegang perusahaan selama 32 tahun. Saya melakukan itu semula secara learning by doing dalam membangun perusahaan. Alhamdulillah sekarang mendapat pengakuan secara akademik programa ekonomi dan mampu melakukan suksesi.

Apa kiatnya sehingga diusia sekarang Anda tetap segar dan enerjik ?

Saya selalu menjaga kesehatan dan minum jamu tradisional. Keberhasilan ini tak terlepas dari orang tua yang sejak kecil selalu menanamkan harus kerja keras, tak mudah menyerah dan terus berusaha sampai berhasil .

Proses suksesi perusahaan telah berjalan dan gelar doktor telah dicapai. Selanjutnya apa yang akan Anda gapai ?

Kembali pada tugas - tugas saya sebagai Wakil Ketua MPR dengan mensosialisasi UU No. 99 tahun 2002 ke daerah - daerah. Undang - undang ini garis besarnya tentang kewenangan MPR mengubah UU atas permintaan rakyat, mengangkat dan memberhentikan Presiden. Tapi tidak bisa memilih Presiden lagi karena telah dipilih rakyat secara langsung.

Dedikasi Mooryati dalam mengembangkan jamu tradisional diakui didalam maupun luar negeri. Tahun 1989 ia menerima Penghargaan Upakarti dari Presiden Soeharto, untuk Usaha Pelestarian Obat Tradisional Indonesia. Tahun 2003 memperoleh anugerah Best of the Best Entrepreneur of the Year dari Ernst & Young, dan acara puncaknya diselenggarakan di Monte Carlo - Monaco tanggal 4 - 8 Juni 2003.(Tabloid Jelita/Dv/Idh)


Nama:
Email:

More PROFIL:
[ more Profil ]
© 2008, INDOSIAR.COM | QUICK MENU :