
Malang benar nasib Wati bin Hasan, wanita, 18 tahun, warga Desa Cisaat, Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat. Kini harus senantiasa dipapah, setiap kali akan berjalan akibat kedua kakinya tidak kuat lagi untuk berdiri.
Selain itu rasa sakit di daerah ulu hatinya, belum juga hilang akibat kerap dipukul dan ditendang oleh majikannya saat masih bekerja sebagai pembantu rumah tangga di Arab Saudi.
Berbagai siksaan dari sang majikan kerap dialaminya. Selain pukulan dan tendangan di tubuhnya, ia sering dipukul dengan menggunakan sandal kayu yang tepat mengenai ulu hatinya.
Sebelumnya Wati menjadi TKW untuk memperbaiki kondisi ekonomi keluarganya, melalui PT Afko Jaya Manunggal. Di Arab Saudi, ia sempat beberapa kali ganti majikan, namun siksaan terus dialaminya dari majikan terakhir selama 4 bulan bekerja.
"Ditonjok hidung sampai berdarah. Ditampar. Seringnya pakai sandal kayu," tutur Wati lirih.
Ketika ditanya paling parah dibagian mana dipukul, dengan suara terputus-putus, wanita yang tubuhnya semakin kurus ini menunjukkan bagian perut. Ulu hatinya. "Saya lagi nyuci kamar mandi, kalau ngak cepet kerjanya saya pasti dipukul. Padahal saya ngak cepet kerja, karena lagi sakit batuk."
Setiba di kampung halaman, Wati langsung dirawat inap selama satu bulan di rumah sakit. Keterbatasan biaya membuat Wati kemudian terpaksa dirawat di rumah. Kondisi fisiknya kini semakin turun dengan berat badan yang hanya sekitar 30 kilogram. Pihak keluarganya hanya bisa berharap adanya bantuan untuk biaya pengobatan Wati.(Zaenal Arifin/Sup/Idh)