Sejak berurusan dengan politik, kehidupan Yeni memang melulu dipenuhi urusan pemerintahan. Tak terendus sedikit pun kisah asmaranya. Padahal ia punya target ingin memiliki pendamping hidup dibawah usia 35 tahun (sekarang umurnya baru 33 tahun).
Melalui film Ada Apa Dengan Cinta, Mira Lesmana menggeliatkan perfilman Indonesia. Setelah itu tema film Indonesia makin beragam, mulai dari horor, komedi hingga cinta. Ini sebuah bukti bahwa Mira adalah sineas handal.
Sejak kematian Munir tiga tahun silam, sebagai istri Suciwati tak pernah menyerah. Ia terus mengais kebenaran dan keadilan. Ketika tak satupun orang mampu menguak tabir gelap kematian Munir, Suciwati terbang dari satu negara ke negara lain. Bahkan lembaga internasional sekelas PBB pun ia sambangi.
Sukses di usia muda, impian semua orang. Tidak semua bisa merengkuhnya, jika tak mempunyai kemauan dan kemampuan yang kuat. Salah seorang yang mampu membuktikan semua itu adalah Primadonna Angela. Namun itu tidak membuatnya puas diri, karena ia ingin sekali menerbitkan karyanya dalam bahasa Inggris.
Kisah sedih menyangkut nasib tenaga kerja wanita asal Indonesia kembali terjadi. Wati, TKW asal Purwakarta, Jawa Barat, kini menderita kelumpuhan dan luka dalam serius akibat kerap menerima penyiksaan dari majikannya selama 4 bulan.
Usia lanjut tak menghalangi semangat Bendoro Raden Ayu (BRA) Mooryati Soedibyo untuk menyelesaikan studi program doktoral. Bahkan Museum Rekor Indonesia (MURI) akan mencatat namanya sebagai peraih gelar doktor tertua di Indonesia.
Di setiap bidang pekerjaan, pasti ada persaingan. Karena itu, jangan pernah menganggap para pesaing itu ”musuh”, tapi memberikan semangat untuk berbuat lebih baik.
Badannya gempal, tinggi besar. Kata - katanya masih seperti dulu, terdengar lantang dan jumawa. Kadang tertawa terbahak khas seorang Deddy Mizwar, si Jenderal Nagabonar.
Inu memang sedang menjadi pusat perhatian publik, lokal maupun internasional. Keberaniannya membongkar pembunuhan Praja Cliff Muntu, serta menguak kebobrokan petinggi IPDN, membuatnya populer.
Johannes Sugianto, kelahiran Bojonegoro, 5 Mei, mengaku menulis puisi secara otodidak. Karena itulah, ia tak pernah menyangka bisa menerbitkan sendiri kumpulan puisinya yang diluncurkan November tahun 2006 lalu.
1 2 3 4 5 6 >