
indosiar.com, Jean, siapa yang tidak kenal dengan pakaian yang berbahan dasar tebal ini. Rasanya, semua orang pasti nyaman mengenakan pakaian dan celana yang satu ini. Karena itu, tak heran pakaian ini banyak diminati anak-anak, orang dewasa bahkan orangtua.
Celana jean juga tidak hanya dipakai hanya oleh orang-orang yang berduit, tapi lihat saja, para karyawan, kuli bangunan, sopir angkot, bahkan tukang becak pun senang mengenakan celana jean. Jeans sudah jadi pakaian standar semua orang. Modelnyapun beragam, tergantung selera.
Namun tidak semua celana jean yang kita beli itu pas di pakai. Agar dapat dipakai sesuai dengan keinginan dan ukuran, pastinya celana tersebut akan dibawa ke tukang jahit untuk dipotong atau divermak.
Dengan banyaknya permintaan untuk vermak jeans, peluang tersebut akhirnya dimanfaatkan oleh sejumlah tukang jahit.
Naryo (30) misalnya. Pria pria asal Pekalongan ini mulai melakukan aktivitasnya pukul 09.00 WIB hingga 17.00 WIB.
Tiap hari tidak tentu berapa celana jean yang divermak, tergantung dari pemesanan dan order masyarakat minimal 5 sampai 6 potong.
Mengenai tarif, Naryo sering menilai dari tingkat kesulitan jahitan serta lama menjahit. Jika hanya memotong, Naryo mematok 3 sampai 4 ribu rupiah.
Menurut salah seorang pengguna jasa Naryo bernama Bunga mengaku puas dengan hasil jahitannya. Saat ini banyak bermunculan vermak-vermak keliling dikawasan Ciputat. Ada sekitar 6 orang yang mengeluti usaha seperti Naryo di kawasan Jalan Buntu Raya, Ciputat, Jakarta Selatan. Meski terasa berat mengoes sepeda jahitnya saat jalanan yang nanjak, pekerjaan itu tetap dilakoninya dengan senang hati.
Jasa para penjahit yang mampu melakukan tugasnya dengan cepat, sangat diperlukan oleh mereka yang ingin praktis.